
"Semua sudah lengkap, kita tinggal menunggu Dafa" Ucap Kinara.
Mereka semua sudah berkumpul di meja makan.
"Kamu kenapa sayang?" Bisik William kepada Sella.
"Aku baik-baik saja" Jawab Sella yang kelihatan lemas.
Luna yang berada di samping Sella, memegang tangan Sella.
"Semangat dong" Ucap Luna kepada Sella.
"Aku semangat kok" Ucap Sella dengan semangat.
"Sella tidak menyadari kalau dia sedang hamil" Batin Luna.
William menarik pelan kepala Sella, lalu menyandarkan nya di bahu nya.
"Mereka sudah datang Tuan dan Nyonya" Ucap pelayan.
"Mereka?" Batin mereka semua kecuali Luna.
"Maaf membuat kalian menunggu lama" Ucap Dafa.
"Tidak apa-apa, silakan duduk" Ucap Kinara dengan senyuman nya.
"Aku membawa teman, apa dia boleh bergabung?" Tanya Dafa.
Mereka semua melihat Sella.
"Eh, emm, dia sudah sampai disini, bawa saja bergabung" Jawab Sella.
"Terimakasih banyak" Ucap Dafa.
Dafa memanggil teman nya.
"Halo semuanya" Ucap seorang wanita yang tak lain adalah Elsa.
William, Kinara, dan Adrian, terkejut melihat Elsa. Luna biasa saja, soalnya dia sudah tau kalau Dafa akan membawa Elsa. Sella juga biasa saja, soalnya di pikiran Sella wanita itu adalah pacar Dafa.
"Silakan duduk" Ucap Sella, lalu mengangkat kepala nya dari bahu William.
Elsa dan Dafa duduk di kursi yang masih kosong.
"Karena semua sudah lengkap, mari kita mulai acara makan-makan nya" Ucap Sella dengan semangat.
"Iya mulai" Jawab Luna dengan semangat.
"Dia istri William? Lebih cantik daripada yang di foto" Batin Elsa.
"Sayang, aaa" Ucap Sella kepada William sambil menyuapkan daging.
William membuka mulut nya, lalu mengunyah daging yang di berikan Sella.
"Tidak boleh, aku harus membuat suasana menjadi ceria" Batin Luna.
"Om, Tante, jangan mau kalah sama mereka. Mereka itu hanya pamer keromantisan di antara kita" Ucap Luna sambil mengangkat alis nya.
Kinara menyenggol kaki Adrian, mereka saling memberikan kode.
"Iya Pa, masa kita kalah" Ucap Kinara.
"Mama buka mulut, aaa" Ucap Adrian. Adrian memberikan ikan yang sudah di potong-potong.
Luna melihat ke arah Dafa dan tersenyum sinis.
"Wanita ini pasti sengaja!" Batin Dafa.
"Nama kamu Elsa kan? Ayo makan lagi, tidak usah malu-malu. Kamu tidak perlu mengikuti Dafa, dia itu sok malu-malu" Ucap Luna.
"Eh iya" Jawab Elsa.
"Kamu yang malu-malu, buktinya kamu hanya makan sedikit" Ucap Dafa.
"Tidak, aku hanya menunggu suapan dari Sella" Ucap Luna.
"Luna mau di suap?" Tanya Sella, lalu mengambil sendok baru, dan menyuapi Luna.
"Sayang, aku masih lapar" Ucap William.
"Iyaa" Jawab Sella, lalu menyuapi William lagi.
"Kamu jangan gitu Sella, kamu juga harus menyuapi aku, kita kan sudah lama bersama" Ucap Luna.
"Buka mulut" Ucap Sella, lalu menyuapi Luna.
__ADS_1
"Suami kamu masih di sini sayang, kamu tidak boleh menyuapi orang lain" Ucap William.
Luna dan William saling menatap antara satu sama lain.
"Dasar pria jelek, tidak mau mengalah!" Batin Luna.
"Dia sahabat Sella, tidak boleh menyakiti nya" Batin William.
"Sayang" Ucap William.
"Sella" Ucap Luna.
"Sayang"
"Sella"
"Sayang"
"Sella"
"Udah deh! Kalian itu berisik banget! Sekarang makan sendiri saja! Aku juga lapar" Ucap Sella.
"Hahaha" Elsa tertawa melihat kekonyolan mereka.
Suasana langsung berubah lagi, tiba-tiba saja menjadi hening.
"Eh kamu, makan lagi yang banyak, tidak usah malu-malu" Ucap Sella.
"Makan yang banyak, biar gemuk kayak Sella" Ucap Luna bercanda.
"Hei! Kamu yang gemuk!' Jawab Sella.
Elsa melihati William. Sudah lama tidak ketemu, William makin tampan saja.
Beberapa saat setelah selesai makan.
Sella dan Luna pamit untuk ke kamar sebentar. Kinara dan Adrian pamit keruang tamu untuk menonton film mereka. Dafa pamit mau ke toilet sebentar. Kini tinggallah William dan Elsa.
William tidak mau berduaan dengan Elsa, ia pergi ke taman sendirian.
"Tunggu" Ucap Elsa yang mengikuti William.
"Jaga jarak! Saya sudah punya istri" Ucap William.
"Itu semua sudah berlalu, tidak perlu di ingat lagi"
"Apa kau tidak mencintai ku lagi?" Tanya Elsa dengan sedih.
"Saya tidak pernah mencintai anda" Jawab William lalu berjalan pergi.
"Bohong!" Ucap Elsa, lalu berlari dan memeluk William.
"Lepaskan tangan mu!" Ucap William sambil melepaskan tangan Elsa.
"Aku tau kau masih mencintai ku, kita masih bisa bersama seperti dulu lagi William"
Haiden melihat William bersama seorang wanita asing. Ia penasaran dan akhirnya mendekati William. Haiden melihat mereka seperti sedang berdebat.
"Tuan?" Ucap Haiden.
"Bawa wanita ini pergi!" Suruh William.
Haiden melihat wanita itu.
"Elsa? Apa Tuan tidak menyukai Elsa lagi?" Batin Haiden.
"Nona Elsa, ayo" Ucap Haiden.
"Ta-tapi"
"Saya tidak mau membuat cara kekerasan Nona" Ucap Haiden.
"Ba-baiklah" Ucap Elsa, lalu meninggalkan William.
"Seharusnya tidak seperti ini" Batin Elsa.
...***...
"Kau sudah melihat nya kan Sella?" Tanya Luna kepada Sella.
"Ternyata wanita itu mantan William. Tapi Luna, aku percaya William tidak akan tergoda dengan dia" Ucap Sella dengan yakin.
"Kamu memang sahabat aku banget" Ucap Luna lalu mencium kening Sella.
Sella dan Luna melihat William dan Elsa dari jendela kamar tamu.
__ADS_1
"Sella" Panggil Luna.
"Ya?"
Luna menekan perut Sella.
"Sssttt, jangan Luna" Ucap Sella.
"Mual?" Tanya Luna.
"Tidak tau, hari ini tubuh ku sangat tidak enak"
"Kalau begitu, kamu istirahat saja" Ucap Luna.
"Tapi,,"
"Tidak ada tapi-tapi, aku akan mengurus semua nya" Ucap Luna.
"Baiklah"
Luna mengantar Sella ke kamar nya.
"Selamat malam Sella" Ucap Luna.
"Malam Luna" Ucap Sella, lalu menutup pintu kamar nya.
Luna menghampiri Kinara dan Adrian ke ruang tamu.
"Om, Tante, tandai tanggal hari ini. Masih ingat kan yang Luna katakan semalam?" Ucap Luna.
"Baiklah, akan kami tandai" Jawab Kinara.
"Luna ke sana dulu ya"
"Hati-hati" Ucap Adrian.
Luna menghampiri Elsa di kolam renang rumah.
"Hai" Sapa Luna lalu duduk di samping Elsa.
"Hai" Jawab Elsa.
"Panggil saja aku Luna"
"Elsa"
"Aku kasih tau kamu, William sudah menikah dan istri nya sudah mengandung, sebaiknya kamu jangan merusak hubungan mereka" Ucap Luna.
"Aku tidak bermaksud untuk merusak nya" Ucap Elsa.
"Bagus kalau begitu. Aku harap kamu sadar akan posisi kamu, kamu seharusnya sudah bisa melepaskan William. Masa lalu itu sudah berlalu, tidak mungkin bisa di ulang kembali"
"Iya" Jawab Elsa.
"Aku mau nama baik kamu tidak tercemar. Jagalah diri mu, jangan sampai orang-orang mengatakan kalau kamu merebut suami orang"
"Terimakasih, aku akan menjaga nya dengan baik" Ucap Elsa.
"Hm, aku berbicara seperti ini dengan mu bukan karena aku mau berteman dengan mu. Aku hanya memperingati diri mu. Kau bisa aku anggap sebagai teman kalau kau bisa benar-benar berubah" Ucap Luna.
"Aku pergi dulu" Ucap Luna lagi, lalu meninggalkan Elsa.
"William, andai waktu bisa di putar kembali" Batin Elsa.
Setelah semua nya pulang, William menyuruh Haiden untuk menutupi rumah dengan bagus.
William naik ke lantai atas, lalu masuk ke dalam kamar mereka.
"Sudah tidur?" Tanya William kepada Sella.
"Em,, kamu sudah datang?"
"Aku disini" Ucap William sambil mencium lembut kening Sella.
"Rasanya tidak enak, aku tidak tau mengapa" Ucap Sella lemas.
"Mau aku panggilkan dokter?" Tanya William.
"Tidak" Jawab Sella.
"Baiklah"
William berbaring dan memeluk Sella.
"Selamat tidur sayang" Bisik William.
__ADS_1