
Setelah beberapa jam Sella menghilang, William baru mendapat kabar dari Haiden. William pulang dari perusahaan dan bertanya kepada pelayan dan pengawal yang ada di rumah nya.
Tidak ada jawaban yang memuaskan dari mereka, William sangat khawatir kepada Sella.
William menghubungi Luna, siapa tau Luna tau sesuatu.
"Apa? Sella menghilang?" Tanya Luna dari seberang sana.
"Jadi kamu tidak tau?" Ucap William sambil memijat kening nya.
"Aku tidak tau. Aku segera datang ke rumah mu, jangan kemana-mana" Ucap Luna.
Luna menyalakan mobil nya, lalu menyetir dengan cepat.
"Halo Dafa" Ucap Luna di telepon.
"Ada apa?" Jawab Dafa.
"Sella menghilang, aku mau kamu segera ke rumah William"
"Apa? Sella menghilang? Baiklah aku segera ke sana" Jawab Dafa.
Dafa mengakhiri percakapan mereka.
"Ada apa?" Tanya Elsa yang asik menonton.
"Sella menghilang" Jawab Dafa sambil mengambil kunci mobil nya.
"Sella? Menghilang? Maksud kamu?" Tanya Elsa bingung.
"Dia hilang, mungkin di culik. Aku mau ke rumah William, kau ikut?"
"Eh? Tadi waktu aku keluar, aku melihat banyak mobil berwarna hitam keluar dari rumah Sella"
"Ya sudah, kamu ikut aku ke rumah William. Mereka pasti membutuhkan mu"
Dafa dan Elsa langsung berangkat ke rumah William.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian.
Dafa, Elsa, dan Luna serentak sampai di rumah William. Mereka masuk, lalu duduk di ruang tamu.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Sella bisa menghilang?" Tanya Luna kepada William.
"Aku tidak tau!" Jawab William.
"Apa kalian menyindir seseorang?" Tanya Luna.
"Tidak" Jawab William.
"Diam dulu! Kata Elsa dia melihat sesuatu" Ucap Dafa seketika.
"Apa? Melihat apa?" Tanya William dan Luna serentak.
"Aku melihat banyak mobil berwarna hitam keluar dari rumah ini" Ucap Elsa yang langsung ke inti nya.
"Mobil hitam?! Apa kau melihat ada logo seperti kalung Saross?" Tanya Luna.
"Maksud mu benda berwarna biru berbentuk bulat?" Tanya Elsa kembali.
"Ya, aku melihat ada logo seperti itu di mobil itu" Ucap Elsa.
Luna terdiam, ia memijat kepalanya.
"Kenapa?! Kenapa secepat ini?!!" Ucap Luna dengan kesal.
"Apa yang terjadi?" Tanya William.
"Dia sudah menemukan Putri nya. Dia tadi ke sini untuk menjemput Putri nya" Ucap Luna.
"Maksud mu keluarga kandung Sella?" Tanya Dafa.
"Iya" Jawab Luna lemas.
"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya William.
__ADS_1
"Biarkan saja" Ucap Elsa.
Dafa dan William melihat Elsa.
"Eh aku bukan nya bermaksud untuk ikut campur" Ucap Elsa.
"Yang di katakan Elsa benar. Kita tidak bisa melakukan apa-apa" Ucap Luna.
"Aku sudah menduga ini akan terjadi" Ucap William dan Dafa bersamaan.
"Lalu apa rencana kalian?" Tanya Luna.
"Membawa nya kembali" Ucap William.
"Tidak segampang itu" Ucap Dafa.
"Aku tau" Ucap William.
"Boleh aku bergabung dengan kalian?" Tanya Elsa.
"Kau punya rencana?" Tanya Luna kembali.
"Sebenarnya aku mempunyai teman di sana. Mungkin aku bisa meminta bantuan dari dia" Ucap Elsa.
"Bergabung saja, aku menerima mu dengan senang hati" Ucap Luna.
"Aku tidak meragukan sahabat Sella, jadi aku mengikuti dia saja" Ucap William.
"Aku ikut-ikut saja" Ucap Dafa.
"Terimakasih. Aku akan berusaha semaksimal mungkin" Ucap Elsa.
"Padahal ini adalah kesempatan bagus untuk mendapatkan William kembali. Tapi,,, tapi entah kenapa aku merasa tidak seperti menyukai William lagi" Batin Elsa.
"Kalau Elsa bergabung, masalah ini akan semakin mudah di selesaikan. Kami tidak perlu melakukan apa-apa, biarlah Elsa yang repot dalam masalah ini" Batin Luna.
"Ternyata istri ku lebih kaya daripada aku" Batin William.
__ADS_1
"Aku sangat beruntung bisa berteman dengan Sella. Dia dan keluarga nya sangat terkenal. Banyak orang yang mengantri untuk menjadi teman dari keluarga mereka" Batin Dafa.