Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
13


__ADS_3

"Aku boleh tidak membuka toko kue?" Tanya Sella kepada William.


"Lakukan saja yang kamu suka" Jawab William sambil menyisir rambut Sella.


"Aku boleh minta bantuan kamu tidak?"


"Tanpa kamu tanya, saya akan membantu kamu" Jawab William.


Sella berbalik dan menatap mata William.


"Terimakasih sebelum nya" Ucap Sella lalu melingkarkan tangannya di leher William.


"Sudah seharusnya kita saling membantu" Ucap William.


Akhirnya keinginan Sella membuka toko kue sudah terwujud. Sella benar-benar senang, ia bisa menghasilkan uang sendiri. Sella tidak mau selalu mengharapkan William, soalnya Sella takut di kemudian hari dia dan William tiba-tiba berpisah.


6 bulan kemudian


Masih beberapa bulan berlalu, toko kue Sella sudah terkenal saja. Banyak orang yang menyukai kue dari toko Sella. Banyak orang yang mengakui kalau rasa kue nya sangat enak.


"Sayang, bagaimana kalau kita membuat cabang-cabang toko kue kita?" Tanya Sella kepada William.


6 bulan ini hubungan Sella dan William semakin akrab saja. Mereka sudah seperti suami istri yang sebenarnya. Bahkan mereka sudah melakukan hubungan yang dilakukan suami dan istri.


"Kamu atur saja" Jawab William.


Sella dan William sedang berbaring di atas ranjang tanpa mengenakan sehelai pakaian. Mereka menutupi tubuh mereka dengan selimut.


William menaruh tangan nya di atas perut Sella, sedangkan Sella memegang tangan William yang berada di atas perut nya.


"Bagaimana kalau aku hamil?" Tanya Sella secara tiba-tiba.


Mendengar ucapan Sella, William mengelus perut Sella.


"Maksud kamu saya tidak menginginkan anak?" Tanya William kembali.


"Bukan, aku hanya bertanya" Jawab Sella.


"Lahirkan, jangan di gugurkan" Ucap William.

__ADS_1


"Kamu tidak keberatan?"


"Kenapa saya keberatan? Dia darah daging saya, kan?" Jawab William.


"Aku tau, aku hanya berpikir kalau kamu tidak mau aku melahirkan anak untuk mu" Ucap Sella.


"Saya tidak begitu" Ucap William, lalu mencium bibir Sella.


Sella membalas ciuman William. Sella benar-benar menikmati apa yang sedang mereka lakukan sekarang.


Drrtt, drrtt, drrtt


Handphone Sella berbunyi. Ia dan William benar-benar kesal. Sungguh menganggu aktivitas saja.


"Halo?" Ucap Sella.


"Sudah makin sukses aja ya Sell. Ngomong-ngomong selamat untuk kamu, aku turut bahagia lho" Jawab nya dari sebrang sana.


"Ini berkat doa kamu juga Luna" Ucap Sella.


Saat Sella dan Luna sedang berbicara di telepon, William asik sendiri memegangi rambut Sella.


"Ngomong-ngomong bagaimana kabar mu dan suami mu? Kalian baik-baik saja kan?"


"Luna tentu saja baik. Eh ya, kita sudah lama tidak ketemu, jadi rencana nya aku besok mau terbang ke rumah kamu"


"Memang masalah pernikahan kamu sudah selesai?" Tanya Sella.


"Sip, semua sudah di urus. Pernikahan ku dan Verdianto akan di laksanakan 2 tahun lagi"


"Baiklah. Besok kamu ke sini sendirian?"


"Iya dong Sella, aku malas di temani"


"Emang calon suami kamu tidak minta ikut ya?" Tanya Sella sambil memukul tangan William yang menarik-narik rambut nya.


"Dia minta ikut, aku tidak izinin. Aku suruh dia urus pekerjaan dia saja, supaya nanti punya uang untuk pernikahan kami"


"Tidak habis pikir ya sama kamu, jelas-jelas dia orang kaya" Ucap Sella.

__ADS_1


"Iya aku tau, tapi ini uang nya harus beda dong Sella. Dia harus mengumpulkan uang dengan ikhlas untuk calon istri nya"


"Terserah kamu saja" Jawab Sella malas.


"Sayang" Panggil William manja kepada Sella.


"Aku ganggu kamu sama William ya? Aduh maaf banget, aku ga tau. Udah ya Sella, aku matiin dulu" Ucap Luna.


"Iya" Jawab Sella, lalu meletakkan handphone nya di atas meja.


"Aw William sakit! Pelan, mmmhhh!"


Luna yang mendengar suara Sella dari seberang sana tersenyum licik. Ia sengaja tidak mengakhiri percakapan mereka, ia ingin tau apa yang sedang mereka lakukan sekarang.


"Seru ya ngomong nya? Sampai-sampai lupa sama suami sendiri?" Ucap William manja.


"Kamu mau apa, hm?"


"Mau tidur di dada kamu, trus kamu pijat kepala saya" Jawab William.


"Ya sudah sini sayang" Ucap Sella.


William memindahkan kepalanya ke dada Sella. Sella mempersiapkan kedua tangan nya untuk memijat kepala William.


"Begini?" Tanya Sella sambil memijat kepala William.


"Ya, saya sangat suka" Jawab William tanpa membuka kedua matanya.


"Will, Papa sama Mama sudah mencarikan dokter untuk mengobati kaki kamu. Kamu kapan punya waktu untuk bertemu dengan kedua orang tua kamu?" Tanya Sella.


"Apa kamu malu mempunyai suami yang tidak bisa jalan?" Tanya William kembali.


"Aku tidak malu Will, kita semua hanya ingin kamu bisa berjalan seperti sebelum nya" Jawab Sella.


"Bagaimana kalau kaki ku tidak bisa di sembuhkan? Apa kau akan meninggalkan ku?" Tanya William.


"Aku tidak akan meninggalkan mu. Kita akan bersama sampai tua" Jawab Sella.


"Terimakasih sayang" Ucap William.

__ADS_1


"Kamu sudah berubah William. Sikap mu yang dulu telah pergi. Usaha ku selama ini untuk mengubah sikap mu tidak sia-sia. Kamu tenang saja, aku tidak akan meninggalkan kamu. Kita akan tetap bersama dalam kondisi apapun" Batin Sella.


Sella melanjutkan memijat kepala William.


__ADS_2