Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
44


__ADS_3

William dan Dafa sampai di tempat tujuan. Mereka turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah William.


William di tatap tajam oleh Mama nya Kinara. William biasa saja, sedangkan Dafa ketakutan.


"Halo om, tante" Sapa Dafa di barengi dengan senyuman.


"Duduk dulu, kita perlu bicara" Ucap Kinara.


William dan Dafa duduk berhadapan dengan Kinara dan Adrian.


"William, apa yang kamu lakukan kepada Sella?" Tanya Kinara.


"Tidak ada" Jawab William.


"William, kita sedang berbicara dengan serius, bukan bermain ataupun bercanda!" Ucap Kinara.


"Tidak ada Ma, dia di bawa pulang oleh keluarga nya. Tidak mungkin aku melarang Sella bertemu dengan keluarga nya" Ucap William.


"Kamu!!" Kinara mulai marah.


"Ma, tenang dulu" Ucap Adrian.


"Tante tenang dulu, biar Dafa jelasin" Ucap Dafa.


"Tumben si William tidak ngomong langsung ke intinya" Batin Dafa.


Dafa mulai menceritakan kejadian yang terjadi. Dafa memberitahu rencana mereka kepada Adrian dan Kinara. Dafa menjelaskan secara lengkap dan simpel. Dafa berusaha untuk tidak salah ngomong, soalnya ia takut di marahi oleh Kinara.


Beberapa saat kemudian.


"Dasar anak ini! Kenapa dia tidak membantu ku berbicara?!" Batin Dafa dengan kesal.


"Benarkah begitu?" Tanya Kinara masih tak percaya.


"Astaga, kenapa Mama si William sangat sulit percaya dengan perkataan ku" Batin Dafa.


"Untuk memastikan benar atau tidak nya, kita harus menemui Bastian dan bertanya pada nya" Ucap Adrian.


"Kamu yakin?" Bisik Kinara kepada Adrian.


"Masa lalu sudah berlalu sayang, kamu tidak perlu takut" Bisik Adrian.


"Jadi kalian mau bertemu dengan Bastian?" Tanya William.


"Ya" Jawab Adrian.

__ADS_1


"Aku akan membawa kalian bertemu dengan nya. Ayo" Ucap William.


Mereka berdiri dari sofa, lalu masuk ke dalam mobil William. Dafa dan William duduk di depan, Kinara dan Adrian duduk di bangku tengah.


Beberapa menit kemudian, mereka sampai di rumah Bastian. William memarkirkan mobilnya, setelah itu mereka turun dari dalam mobil dan berjalan masuk ke rumah Bastian.


"Tuan, kita kedatangan tamu"


"Siapa?"


"Tuan William, dan Tuan Dafa, serta dua orang orangtua"


"Suruh masuk"


"Baik Tuan"


Mereka berempat masuk ke dalam rumah Bastian.


Bastian menyuruh mereka duduk.


"Ada apa?" Tanya Bastian.


"Kami mau bertanya Tuan Stapleton" Jawab Adrian.


"Kamu tidak perlu berbicara dengan formal. Panggil saja aku Bastian, Tuan Dirgantara" Ucap Bastian.


"Dan Nyonya Dirgantara?" Ucap Bastian yang menatap Kinara.


"Panggil Kinara saja" Jawab Kinara.


"Kedatangan kami kesini mau bertanya tentang Sella dan rencana kalian" Ucap Adrian.


"Apa mereka tidak menjelaskan kepada kalian?" Tanya Bastian.


"Sudah, tapi kami mau mendengar langsung dari mu" Jawab Adrian.


"Baiklah, dengar baik-baik"


Bastian mulai menceritakan kejadian yang terjadi kepada Adrian dan Kinara.


Setelah mendengar semua cerita dari Bastian, Kinara dan Adrian mempercayai omongan Dafa. Dafa merasa lega, ia senang karena Kinara dan Adrian dapat mempercayai perkataan nya.


"Jadi kalian tidak perlu khawatir, ikuti saja apa yang sudah di rencanakan" Ucap Bastian.


"Kami akan melakukan nya dengan baik, kalian tenang saja" Jawab Adrian.

__ADS_1


"Jadi om dan tante, kalian tidak perlu menyalahkan William. William hanya melakukan rencana yang di buat oleh musuh" Ucap Dafa.


"Kami tidak akan menyalahkan dia kalau dia memberitahu dari awal" Ucap Kinara.


"Sudah lah, kalian baru saja sampai disini, lebih baik jangan marah-marah" Ucap Bastian.


"Uhuk, ada hal yang mau kami bahas, kalian keluar dulu" Ucap Adrian kepada Dafa dan William.


"Ya, ya, baiklah" Ucap Dafa sambil menarik tangan William.


Dafa dan William pergi lagi ke hotel.


"Ada apa Adrian?" Tanya Bastian.


"Bastian, kejadian dulu tidak perlu di ingat kembali. Semua itu sudah berlalu, kita sudah mendapat keluarga masing-masing" Ucap Adrian.


"Aku tau, yang telah berlalu biarlah berlalu. Kita tidak perlu bermusuhan hanya karena masa lalu" Ucap Bastian.


"Ya, kamu benar" Ucap Kinara sambil tersenyum.


"Adrian, Kinara" Ucap Bastian.


"Ya?" Jawab mereka serentak.


"Aku minta maaf untuk perbuatan ku selama ini" Ucap Bastian.


"Maksud kamu?" Tanya Adrian.


"Sebenarnya aku mengutuk kalian hanya memiliki satu anak, dan"


"Dan?" Tanya Kinara.


"Aku menyuruh orang untuk menabrak William. Aku pikir dia meninggal, ternyata dia masih hidup. Hanya saja, dia tidak bisa berjalan" Ucap Bastian.


"Jadi ulah kamu?" Ucap Kinara dengan baik-baik.


"Ya, aku minta maaf. Aku tidak menyangka putri ku akan menikah dengan William" Ucap Bastian dengan penuh penyesalan.


"Tidak apa-apa Bastian, kamu melakukan semua itu hanya untuk membalaskan dendam. Kami juga minta maaf, kami sudah melukai mu sangat dalam" Ucap Adrian.


"Tidak, tidak apa-apa, aku memaafkan kalian" Ucap Bastian.


"Kami juga memaafkan kamu. Sebaiknya kita berdamai saja, bukan?" Ucap Kinara.


"Ya, kita berdamai saja" Ucap Adrian dan Bastian serentak.

__ADS_1


Mereka tertawa bersama dan berpelukan.


Setelah sekian lama, akhirnya Kinara, Adrian, dan Bastian menjalin hubungan mereka kembali. Masa lalu sudah berakhir, jangan di pikirkan terus.


__ADS_2