Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
32


__ADS_3

Sella membuka kedua mata nya. Ia mendengar suara seseorang sedang memanggil nama nya. Sella melihat ke arah suara yang memanggil nama nya.


"Sella, Sella"


"Kamu sudah sadar?" Tanya nya.


Sella melihat orang itu dengan penuh kebingungan.


"Kamu tidak perlu takut, kami tidak akan melukai kamu" Ucap nya.


Sella memegang kening nya.


"Dimana aku?" Tanya Sella.


"Kamu di rumah kita" Jawab nya.


Sella perlahan duduk di atas kasur.


"Siapa kamu?" Tanya Sella waspada.


"Saya Bastian Bahran Stapleton, lebih tepatnya Ayah kamu" Jawab nya.


"Apa?" Ucap Sella kebingungan.


"Kamu belum terlalu sadar, minum lah dulu" Ucap Bastian sambil memberikan segelas air putih kepada Sella.


Sella memegang gelas itu dan melihati air yang ada di dalam gelas itu.


"Itu aman, aku tidak mungkin meracuni putri ku sendiri" Ucap Bastian.


Sella meminum air yang di berikan oleh Bastian.


"Sudah merasa enakan?"


Sella mengangguk.

__ADS_1


"Berbicaralah Nak"


"Terimakasih" Ucap Sella.


"Kamu bisa memanggil ku Papi. Kakak dan Adik kamu memanggil Papi seperti itu" Ucap Bastian.


"Papi?"


"Bagus" Ucap Bastian sambil mengelus kepala Sella.


"Masuklah" Ucap Bastian kepada orang yang berada di luar pintu kamar Sella.


Sella melihat dua orang masuk ke dalam kamar nya. Satu pria dan satu wanita, mereka berdua tersenyum kepada Sella.


"Kamu tau siapa mereka?" Tanya Bastian kepada Sella.


Sella menggeleng pelan.


"Perkenalkan, aku Michael Melviano Stapleton, anak pertama dari keluarga Stapleton"


"Ini adalah Kakak kamu dan ini adik kamu" Ucap Bastian.


Sella tidak mengatakan apapun, dia hanya diam kebingungan.


"Kamu kenapa diam saja Kakak? Tidak usah sungkan-sungkan, kita satu keluarga" Ucap Queen di barengi dengan senyuman manis nya.


"Adik masih belum leluasa, dia belum terbiasa dengan keadaan saat ini" Ucap Michael.


"Ayo Sella, berbicaralah" Ucap Bastian.


"A-apa kita mempunyai ibu yang sama?" Tanya Sella yang masih kebingungan.


"Kita semua satu darah Nak, ibu kalian tiga juga sama. Kemarin ada permasalahan, makanya jadi seperti ini" Ucap Bastian.


"Boleh di ceritakan kepada ku?" Ucap Sella.

__ADS_1


"Tentu saja. Dulu Papi dan Mami saling mencintai, kami menikah, dan melahirkan seorang putra. Setelah dua tahun kemudian, Mami di sukai oleh Marvin. Mami sudah menolak Marvin berkali-kali, tapi Marvin tetap mengejar Mami. Dia menikahi Mami secara paksa dan diam-diam. Marvin tidak tau kalau Mami disitu sedang mengandung anak dari Papi"


"Setelah Marvin tau kalau Mami sedang mengandung kamu, dia memarahi dan menyiksa Mami, dia berkata kalau Mami selingkuh dari nya"


"Dua tahun setelah kamu lahir, Mami meminta bertemu dengan Papi. Mami meminta pertolongan Papi untuk menceraikan Marvin, tapi di saat itu Papi tidak bisa melakukan apa-apa, soalnya semua ada di tangan Marvin"


"Sebulan kami tidak bertemu, Mami mengandung adik kamu. Mami tidak memberitahu Marvin kalau dia sedang mengandung. Mami diam-diam keluar dari rumah dan tidak pulang selama 10 bulan. Saat itu dia bersama dengan Papi, dia melahirkan adik kamu"


"Saat Mami kembali ke rumah Marvin, Marvin sangat marah kepada Mami. Dia membentak-bentak Mami dan memukul nya"


"Setelah lama kami tidak kabar-kabaran, Papi mendengar kabar kalau Mami sudah meninggal. Saat itu Papi benar-benar sangat sedih, Papi merasa bodoh karena tidak bisa melakukan apa-apa"


"Papi dulu ingin membawa kamu pulang ke kediaman ini, tapi Papi mendapat informasi kalau kamu sudah di buang dari keluarga Alexander. Saat itu Papi tidak tau harus mencari kamu kemana, Papi terpaksa mengikhlaskan kepergian kamu. Kalau Tuhan berkenan, pasti kita akan di pertemukan kembali"


"Lalu, yang membunuh Mami adalah Marvin?" Tanya Sella.


"Bisa di katakan seperti itu" Jawab Bastian.


"Dia sudah mendapatkan karma nya" Ucap Sella dengan suara pelan.


"Kami sangat senang kami bisa menemukan kamu kembali Sella" Ucap Bastian.


"Lalu, kenapa kemarin aku tidak di bawa pulang ke kediaman ini?" Tanya Sella.


"Itu semua di sengaja, Marvin mengakui kamu sebagai anak nya supaya dia mendapat semua harta warisan" Jawab Bastian.


"Lalu adik?" Tanya Sella.


"Marvin tidak membutuhkan dia, dia hanya membutuhkan kamu" Jawab Bastian.


"Dia cukup kejam" Ucap Sella.


"Kamu tidak perlu terlalu memikirkan nya. Kamu sebaiknya menjaga diri dan kandungan kamu supaya kalian berdua tetap sehat" Ucap Bastian.


"Iya" Jawab Sella.

__ADS_1


Akhirnya Sella kembali ke keluarga asli nya. Sella sangat senang mereka di pertemukan kembali. Bukan Sella saja yang senang, mereka bertiga juga senang. Akhirnya putri Bastian kembali, akhirnya anak tengah mereka kembali. Dan kalung Saross juga kembali.


__ADS_2