Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
40


__ADS_3

"Jangan biarkan Sella menghidupkan tv, laptop, handphone, atau apapun itu! Dia tidak boleh melihat berita tentang diri nya!" Ucap Bastian kepada pelayan dan pengawal yang ada di kediaman nya.


"Baik Tuan"


"Wanita itu sungguh keterlaluan Pi, dia tidak pernah bertobat" Ucap Michael.


"Sepertinya kita harus turun tangan" Ucap Bastian.


"Maksud Papi, kita pergi kesana dan meninggalkan Sella dan Queen?" Tanya Michael.


"Ada Luna dan Rav yang akan menjaga mereka. Kamu tenang saja" Jawab Bastian.


"Tinggalkan pengawal yang kuat untuk melindungi mereka Pi"


"Sebelum kamu bilang, Papi sudah menyiapkan nya"


"Baiklah, Papi memang paling pengertian"


Michael dan Bastian keluar dari ruang rahasia dan duduk kembali di ruang tamu.


"Papi!!!" Panggil Queen sambil berlari ke arah Bastian.


Queen memeluk Bastian dengan erat.


"Ada apa Queen?" Tanya Bastian yang mengelus kepala putri nya.


"Queen dengar Papi dan Kakak mau pergi, em Queen boleh ikut tidak?" Tanya Queen dengan manja.


"Kamu di rumah saja sama Kak Sella dan Kak Luna. Papi dan Kak Michael ada urusan sebentar" Jawab Bastian.


"Tapi Queen mau ikut Pi! Biasanya Queen juga ikut kemana-mana!"


"Tidak boleh sayang, kamu di rumah aja"


"Huhu Papi jahat! Queen marah sama Papi!"


"Queen, jangan gitu dek. Sini sama Kakak" Ucap Michael.


Queen melepas pelukan nya dari Bastian. Ia menghampiri Michael, lalu duduk di paha Michael.


"Adik Kakak jangan ngambek-ngambek, nanti jelek lho" Ucap Michael sambil merapikan rambut Queen.


Queen memeluk Michael, lalu merapatkan kepala nya ke dada Michael.


"Kakak cepat pulang, nanti Queen rindu" Ucap Queen.


"Iya. Kamu mau di bawa apa?"


"Makanan dan buku" Jawab Queen.


"Buku atau novel?" Tanya Michael.


"Novel" Jawab Queen.


"Mau berapa banyak novel nya?"


"Sebanyak kasih sayang Kakak sama Queen" Jawab Queen.


"Hahaha, bisa-bisanya nanti Kakak memborong semua novel untuk kamu"


"Kakak memang paling baik. Queen sayang sama Kakak" Ucap Queen, lalu mencium pipi Michael.


"Cium Papi juga" Bisik Michael kepada Queen.

__ADS_1


Queen turun dari pangkuan Michael, lalu berjalan ke arah Bastian.


"Queen juga sayang sama Papi" Ucap Queen yang mencium pipi Bastian.


"Papi juga sayang sama kamu" Ucap Bastian yang mengelus kepala Queen.


Sella dan Luna turun dari lantai atas. Sella melihat Queen sedang berbicara dengan Bastian dan Michael. Sella mengajak Luna untuk menghampiri mereka sebentar.


"Lagi ngomong apa nih? Kelihatan seru banget" Ucap Sella yang baru saja datang dan duduk di sofa.


Luna mengikuti Sella duduk di sofa. Luna duduk tepat di samping Sella.


"Kak, Papi dan Kak Michael mau pergi, kita di tinggalkan di rumah" Ucap Queen.


"Kan tidak apa-apa Queen, mungkin Papi dan Kakak ada urusan penting" Ucap Sella.


"Iya, kan masih ada aku" Ucap Luna.


"Kakak bukan cowok! Queen hanya mau sama Kak Michael" Ucap Queen kepada Luna.


"Kakak memang bukan cowok, tapi tenaga Kakak seperti cowok" Ucap Luna.


"Memang nya Kakak bisa gendong Queen?"


"Bisa dong. Ayo sini" Ajak Luna.


"Yey"


Luna menggendong Queen dan membawa nya ke taman.


"Papi dan Kakak mau kemana?" Tanya Sella.


"Ada masalah yang mau di urus" Jawab Bastian.


"Mungkin agak lama. Papi titip Queen sama kamu ya. Kamu jaga diri baik-baik, jangan banyak melakukan hal berat" Ucap Bastian.


"Iya Pi. Papi sama Kakak baik-baik di sana. Hati-hati di jalan"


"Kalau ada masalah, telepon aja Papi atau Kakak" Ucap Bastian.


"Iya Pi"


"Rav tinggal kok, dia akan menjaga kalian" Ucap Michael.


"Baiklah" Jawab Sella.


"Tuan, semua nya sudah selesai" Ucap asisten Bastian.


"Baiklah"


Bastian, Michael, dan Sella berdiri dari sofa nya.


"Kami pergi dulu Sella" Ucap Bastian yang mencium kening Sella.


"Kakek pergi dulu ya" Ucap Bastian yang mencium perut Sella.


"Jaga diri, Kakak pergi dulu" Ucap Michael yang mengelus kepala Sella.


"Iya. Kalian hati-hati" Ucap Sella.


"Papi!!!!" Teriak Queen dari kejauhan.


Queen dan Luna berlari dengan kencang untuk berpamitan.

__ADS_1


"Papi cepat pulang ya, Queen rindu" Ucap Queen dengan mata berkaca-kaca.


"Iya sayang, kamu jangan nakal sama Kakak kamu" Ucap Bastian yang mencium kening Queen.


"Kakak jaga Papi! Papi tidak boleh kenapa-kenapa! Kakak juga harus baik-baik saja!" Ucap Queen kepada Michael.


"Iya adik" Jawab Michael, lalu mencium pipi Queen.


"Hati-hati om, Kak" Ucap Luna.


"Titip Sella dan Queen ya, kamu jaga diri baik-baik, supaya bisa jaga mereka juga" Ucap Bastian kepada Luna.


"Siap om" Jawab Luna.


Michael memberi kode kepada Luna memakai mata. Luna mengerti apa yang di maksud oleh Michael.


Michael dan Bastian masuk ke dalam helikopter mereka.


"Sampai jumpa Papi, Kakak" Ucap Queen.


"Sampai jumpa" Ucap Michael dan Bastian serentak.


Beberapa saat kemudian, helikopter mereka pergi jauh.


Luna menghampiri pelayan yang ada di depan pintu.


"Sudah beres?" Bisik Luna.


"Sudah Nona. Tidak ada jaringan yang tersambung ke rumah ini, kecuali ke handphone anda"


"Bagus"


Luna kembali lagi ke tempat Sella dan Queen.


"Ayo masuk. Tidak baik lama-lama di luar" Ucap Luna.


"Ayo Queen" Ajak Sella.


"Iya" Jawab Queen sedih.


Mereka bertiga masuk ke dalam rumah.


Luna menyuruh pelayan untuk menutup semua pintu dan jendela.


"Kenapa di tutup semua Kak?" Tanya Queen.


"Untuk menjaga keselamatan Queen" Jawab Luna.


"Oh" Ucap Queen heran.


"Ya sudah, pergilah, kalian bebas melakukan apa yang kalian suka, tapi ingat, jangan keluar rumah" Ucap Luna.


"Baik, Queen tidak akan keluar rumah" Jawab Queen.


Queen naik ke lantai atas.


"Sebenarnya apa yang terjadi Luna?" Tanya Sella.


"Aku juga tidak tau" Jawab Luna.


"Mungkin kamu merahasiakan nya dari aku, tapi tidak apa-apa, aku tau kau melakukan ini demi kebaikan kita semua"


"Ya Sella, kamu benar" Ucap Luna.

__ADS_1


__ADS_2