
"Kenapa kau membuat masalah lagi Crystal? Papa bisa mati gara-gara kamu!" Ucap Marvin.
"Papa sehat-sehat saja, tidak mungkin bisa mati" Jawab Crystal.
"Kenapa aku harus mempunyai anak yang tidak bisa di didik seperti kamu?! Lebih baik aku merawat Sella dari pada merawat kamu!" Ucap Marvin.
"Ya sudah Papa rawat saja dia! Dia serba bisa, tidak seperti aku. Aku hanya pembawa masalah di mata Papa!"
"Crystal! Kamu kenapa semakin lama semakin melawan?!" Tanya Tina.
"Mama juga sama! Mama selalu membela Papa, tidak pernah membela aku! Kalian berdua sama saja! Sama-sama jahat!" Ucap Crystal, lalu beranjak dari sofa. Ia masuk ke dalam kamar nya, karena ia malas berbicara dengan kedua orangtuanya.
"Lihat lah anak yang selama ini kamu manjakan" Ucap Marvin kepada Tina.
"Aku? Bukan nya kamu juga memanjakan dia?"
"Hm lebih baik aku mempunyai anak seperti Sella dari pada anak seperti Crystal!" Ucap Marvin seperti membanding-bandingkan Sella dan Crystal.
"Kamu bujuk saja anak orang sana untuk kembali ke kehidupan mu. Kalau perlu, nikahin saja dia, biar puas kamu!" Ucap Tina.
"Aku menikahi dia?"
"Dia bukan putri kandung mu kan?"
"Yaa"
"Ya kan tidak apa-apa, dia hanya orang asing"
"Jadi, kamu bersedia aku menikah dengan Sella?" Tanya Marvin dengan bahagia.
"Aku sangat bersedia dan tidak keberatan" Jawab Tina.
"Terimakasih sayang, aku sangat mencintai mu" Ucap Marvin.
"Cih pria bodoh! Pantas saja Crystal menjadi bodoh. Aku harus mendidik Crystal dengan baik" Batin Tina.
Marvin sangat senang dengan perkataan istri nya.
Marvin berdiri dari sofa. Ia berjalan menuju anak tangga dan hendak masuk ke kamar nya. Saat menaiki anak tangga yang ke 10, Tina mengikuti Marvin dari belakang. Tina menarik kerah baju Marvin dengan kuat. Kemudian ia menjatuhkan Marvin dari tangga.
Marvin tidak sempat berkata apa-apa, kepalanya langsung terbentur ke meja yang ada di lantai bawah dekat tangga.
"Mar-Marvin?!!!" Teriak Tina.
Tina berlari ke bawah dan melihat keadaan Marvin.
"Crystal!! Crystal!!!" Panggil Tina dengan teriakan nya.
"Apa?!!!!" Jawab Crystal yang berlari ke arah suara Tina.
"Papa?" Crystal terkejut melihat Marvin berbaring di lantai dengan noda berwarna merah.
"Panggil ambulan, ambulan!" Suruh Tina.
"I-iyaa" Dengan cepat Crystal menelepon ambulan.
Setelah sampai di rumah sakit, Marvin langsung di cek oleh dokter. Setelah agak lama menunggu, dokter keluar dari ruangannya. Ia menghadap ke Tina dan Crystal.
"Bagaimana keadaan nya dok?" Tanya Tina dengan air mata nya.
"Maaf buk, kami sudah berusaha semaksimal mungkin" Jawab sang dokter.
__ADS_1
"Apa?! Papa meninggal? Tidak mungkin dok, tidak mungkin!" Ucap Crystal tak percaya.
"Maaf, saya ikut berduka" Jawab dokter.
"Huhuhu, Papa, Papa" Ucap Crystal dengan air mata nya.
Tina memeluk Crystal.
"Akhirnya telah tiba. Untung saja dari dulu aku sudah mengatur semua nya" Batin Tina.
Sella mendapat kabar kalau Marvin sudah meninggal. Sella benar-benar terkejut, ia tidak menyangka Marvin akan pergi secepat itu. Walaupun Marvin berbuat jahat kepada Sella, Sella tetap menganggap Marvin seperti ayah nya. Sella sangat bersedih, ia tidak bisa menerima kenyataan.
Sella, Luna, William, dan Dafa, pergi ke rumah Tina untuk melihat Marvin sebelum di makamkan. Sella berusaha tetap kuat, ia tidak mau merepotkan orang lain kalau ia sakit.
"Turut berduka, semoga Marvin di terima di sisi Tuhan"
"Iya terimakasih" Ucap Tina.
Crystal melihat Sella mendekati peti Marvin. Ia mengepal kedua tangan nya, lalu berjalan ke arah Sella.
"Kau masih berani datang?!" Ucap Crystal yang hampir menampar Sella.
"Singkirkan tangan kotor mu dari dia!" Ucap William yang menahan tangan Crystal.
Crystal menarik tangan nya yang di tahan oleh William.
"Ini semua pasti ulah mu! Kalau kau tidak ada, Papa tidak akan pergi secepat ini!" Ucap Crystal.
"Jangan menuduh orang sembarangan" Ucap Luna dengan baik-baik.
Luna memegang tangan Sella. Mereka berempat berjalan ke peti Marvin.
"Selamat jalan Pa, semoga Papa di terima di sisi Tuhan. Sella udah maafin semua kesalahan Papa. Papa yang tenang di sana" Ucap Sella.
"Baiklah" Jawab Sella yang sedang tidak mood untuk bertengkar.
"Sudah selesai kan? Sekarang kalian pulang!" Ucap Crystal kepada mereka.
Para tamu tidak suka melihat Crystal, mereka membisiki Crystal dari belakang.
Tina berdiri di depan Sella.
"Terimakasih sudah datang" Ucap Tina dengan senyuman nya.
"Kami pulang dulu" Ucap Sella, lalu pergi dari hadapan mereka.
"Tunggu! Kau harus bertanggung jawab atas perbuatan mu!" Ucap Crystal yang menarik rambut Sella.
"Apa yang kau lakukan?" Ucap Luna sambil melepaskan tangan Crystal dari rambut Sella.
Sella menghadap ke arah Crystal.
"Kau atau anak mu harus mati!" Ucap Crystal yang langsung menendang perut Sella.
"Aw" Ucap Sella.
"Sella!" Luna langsung memegang Sella.
Mata William langsung melotot. Ia hendak menampar Crystal, tapi Dafa mencegah dia.
"Bawa Sella pergi dari sini" Ucap Dafa kepada William.
__ADS_1
Tanpa lama-lama lagi, William langsung menggendong Sella dan membawa nya ke dalam mobil. William menyetir dengan balap supaya cepat sampai di rumah sakit.
"Kamu keterlaluan Crystal! Kamu akan mendapat karma mu! Cepat atau lambat kamu akan menyesali semua perbuatan kamu!" Ucap Luna.
Luna malas berlama-lama di tempat itu. Ia menarik tangan Dafa dan mengajak Dafa menyusul Sella dan William.
"Aku tidak menyangka keluarga Alexander mempunyai putri seperti ini. Kita pulang saja yok" Bisik mereka.
"Ayo pulang, aku malas di sini"
Mereka satu-persatu pamit untuk pulang.
Tak berapa lama kemudian, Evan datang ke rumah Tina dan Crystal.
"Maaf aku terlambat" Ucap Evan.
"Kok sepi?" Tanya Evan kepada Crystal.
"Mereka sudah pulang. Untung saja kamu sudah datang, kita sudah bisa menguburkan Papa" Ucap Crystal.
"Ah iya" Ucap Evan.
Tina memanggil tukang kubur untuk menguburkan Marvin.
Akhirnya semua acara selesai, Crystal dan Tina pulang ke rumah mereka. Evan tadi pamit untuk pulang duluan karena ada urusan.
"Crystal capek, mau istirahat dulu" Ucap Crystal kepada Tina.
"Iya sayang" Jawab Tina.
"Akhirnya semua ini menjadi milikku!" Batin Tina.
"Aku kaya, aku kaya!!"
...***...
Di rumah sakit.
"Kandungan kamu baik-baik saja, tapi lain kali berhati-hati lah" Ucap dokter.
"Baik dok, terimakasih"
Sella dan William keluar dari ruangan pasien.
"Bagaimana Sella?" Tanya Luna khawatir.
"Baik-baik saja" Jawab Sella.
"Syukurlah. Crystal sungguh keterlaluan!" Ucap Luna.
"Sudah lah, tidak ada gunanya melawan orang yang tidak waras" Ucap Sella.
"Sella butuh istirahat, kami pulang dulu" Ucap William, lalu menggendong Sella.
"Hm dasar mereka! Kamu antar aku pulang" Ucap Luna kepada Dafa.
"Kenapa aku harus mengantar mu?" Tanya Dafa.
"Kalau tidak mau antar, pinjam kunci mobil dan mobil kamu" Ucap Luna.
"Ayo masuk, aku antar" Ucap Dafa yang berjalan meninggalkan Luna.
__ADS_1
"Ya boleh juga" Ucap Luna pada dirinya sendiri.
Luna menyusul Dafa yang sudah menjauh dari nya.