Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
15


__ADS_3

Plak


Tamparan kuat mendarat di pipi Crystal.


"Dasar anak bodoh! Lihat apa yang kau lakukan! Kau menghancurkan bisnis saya!" Ucap Marvin dengan emosi nya.


"Apa?! Kenapa aku yang menghancurkan nya?! Yang seharusnya Papa salahkan adalah Sella, bukan aku!!" Jawab Crystal.


"Dia salah di mana?! Saya setuju menikahkan dia dengan William karena perusahaan kita dapat untung besar! Seharusnya kamu yang menikah dengan William, bukan dia!"


"Memang nya kenapa kalau dia yang menikah dengan pria itu?! Jangan-jangan dia bukan anak kandung Papa?" Ucap Crystal.


"Urus saja diri mu! Jangan membuat masalah lagi!" Ucap Marvin lalu meninggalkan Crystal.


"Tadi kan Mama bilang hati-hati. Kamu kenapa tidak mendengarkan Mama?" Tanya Tina sambil mengoles obat ke pipi Crystal.


"Mama diam aja, tidak usah ikut campur!" Bentak Crystal.


"Terserah kamu saja" Jawab Tina.


"Aku mau nanyak. Emang Sella bukan anak kandung Papa ya?" Tanya Crystal penasaran.


"Yah anak kandung Papa kamu lah. Kamu mikir apa coba? Jangan mikir yang aneh-aneh" Jawab Tina.


"Tapi Papa tidak pernah sayang sama dia. Emang Mama tidak penasaran?"


"Itu urusan Papa kamu mau sayang sama siapa. Jadi kalau tidak sayang termasuk anak angkat?" Tanya Tina.


"Ga tau. Malas deh, aku mau ke kamar aja" Ucap Crystal lalu masuk ke dalam kamar nya.


Tina membuka handphone nya, lalu membuka aplikasi Instagram. Ia heran kenapa Crystal ada di vidio orang. Ia membuka vidio itu, lalu menonton nya.


Beberapa saat setelah melihat vidio itu, Tina mengelas nafas nya dengan panjang. Ia bingung mau menaruh wajahnya ke mana.


"Crystal! Crystal! Buka pintu nya!" Ucap Marvin sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Crystal.


Tina yang mendengar Marvin berbicara dengan nada marah-marah langsung menyusul Marvin ke depan kamar Crystal.


"Apa lagi sih?!!!" Tanya Crystal dengan emosi.


"Kamu!! Sungguh membuat ku malu! Pantas saja mereka membatalkan kerja sama perusahaan kita! Ini semua gara-gara ide konyol mu itu!" Bentak Marvin.


"Pa! Jelas-jelas dia menggoda Evan! Selama ini Evan selalu melihat foto dia dan menyebut nama nya! Bahkan aku hamil dia tidak tau!" Ucap Crystal.


"Crystal?!" Ucap Tina terkejut.


Crystal keceplosan mengatakan dirinya hamil. Ia menutup mulut nya dan tidak berani lagi menatap Marvin.


"Hamil? Jadi kau sedang mengandung anak Evan?!" Tanya Marvin.


"Sayang, Crystal pasti berbohong. Tidak mungkin dia hamil di luar nikah" Ucap Tina.

__ADS_1


"Diam kau! Aku hanya mau mendengar jawaban dia!"


"Ya aku hamil! Tapi aku sudah menggugurkan nya!" Jawab Crystal.


"Dasar anak tidak tau di didik! Panggil Evan kemari! Aku akan menikahkan kalian berdua!"


"Crystal belum cukup umur untuk menikah sayang" Ucap Tina membela Crystal.


"Belum cukup umur untuk menikah, tapi sudah cukup umur untuk hamil? Begitu?" Ucap Marvin.


"Aku masih sekolah! Aku tidak mau menikah!!!" Ucap Crystal.


"Kau tidak mau menikah, tapi mau hamil?! Mau di mana di taruh muka saya? Panggil dia sekarang!" Ucap Marvin.


"Pelayan!!" Teriak Marvin.


"Ya Tuan?"


"Telepon Evan suruh kemari"


"Baik Tuan"


"Pa, Papa jangan, Crystal belum mau menikah!" Ucap Crystal memohon.


"Tidak ada alasan! Kau harus menikah!"


"Mama"


"Terima kenyataan saja sayang" Ucap Tina kepada Crystal.


"Tutup mulut mu! Kau harus bertanggungjawab untuk perbuatan mu!" Ucap Marvin, lalu masuk ke dalam kamar nya.


"Mama tidak bisa berkata apa-apa Nak. Kamu jalani saja" Ucap Tina, lalu menyusul Marvin.


"Brengsek! Semua orang di dunia sama saja! Aku membenci kalian semua!!" Ucap Crystal sambil melemparkan barang-barang.


2 jam kemudian, Crystal mulai tenang dengan keadaan nya saat ini. Ia dari tadi menyendiri di kamar dan memikirkan sesuatu.


Setelah ia baru saja selesai mandi, Tina mengetuk pintu kamar Crystal dan menyuruh dia keluar dari kamar karena Evan sudah datang.


Crystal membuka pintu, lalu berjalan ke ruang tamu. Ia duduk di samping Evan dan mendengarkan omongan orangtuanya.


"Evan, karena kamu sudah mengambil kesucian Crystal, kami menyarankan kamu untuk segera menikahi dia" Ucap Marvin dengan lantang.


"Aku mau menikahi Crystal kalau umur nya sudah 17 tahun" Ucap Evan.


"Kenapa begitu? Kau mengambil kesucian nya sebelum dia berumur 17 tahun! Seharusnya kamu bertanggungjawab!" Ucap Marvin tak terima.


"Pa, 3 bulan lagi Crystal berumur 17 tahun, biarkan mereka menikah 3 bulan lagi. Kan boleh Pa?" Ucap Tina memberikan saran.


"Baik, tapi kalau kamu kabur saat pernikahan, kamu akan lihat akibat nya!" Ucap Marvin memperingati Evan.

__ADS_1


Marvin berdiri dari tempat duduk nya, lalu pergi ke taman belakang. Marvin meninggalkan mereka karena mau mencari udara segar.


Tina tidak mau meninggalkan Marvin sendirian. Ia mengikuti Marvin dan berusaha membalikkan suasana baik hati Marvin.


"Repot sekali! Kenapa aku harus menikahi wanita boros ini?!" Batin Evan.


"Evan" Panggil Crystal dengan manja.


"Ya sayang?" Jawab Evan sambil memberikan senyuman nya.


"Kamu masih suka ya sama Sella?" Tanya Crystal dengan nada sedih.


"Hm siapa yang menyukai wanita seperti dia? Aku hanya menyukai mu seorang Crystal" Jawab Evan.


"Lalu kenapa kamu selalu melihat foto nya?"


"Foto nya? Oh yang kemarin yah? Kemarin itu aku tidak sengaja menemukan foto nya di laci, aku malas melihat muka nya, jadi aku bakar deh foto dia. Aku tidak melihat-lihat foto dia kok sayang"


"Kamu benar? Tidak berbohong?"


"Dari mana aku berbohong?"


"Hihi tidak ada" Jawab Crystal dengan suara yang di imut-imutin.


"Lihat saja Sella, aku akan membalaskan semua nya kepada mu!" Batin Crystal.


...***...


"Suami ku, Mama nelpon lagi, dia bertanya tentang kaki kamu" Ucap Sella.


"Kalau saya bisa jalan, nanti banyak wanita yang mendekati saya" Ucap William.


"Aku tau" Jawab Sella.


William tidak menyukai jawaban singkat Sella. Ia mau Sella memarahi dia untuk tidak selingkuh.


"Nanti saya selingkuh dari kamu" Ucap William.


Sella duduk di atas pangkuan William. Ia mengangkat tangan nya dan meletakkannya di pipi William.


"Aku percaya kamu tidak akan selingkuh. Kamu adalah pria yang tidak menyukai banyak wanita, kamu itu pemilih wanita. Dari 1.000 wanita, hanya aku lah yang berhasil jadi istri mu"


"Baik, saya berjanji tidak akan selingkuh dari kamu" Ucap William.


"Kamu serius?"


William mengangguk.


"Baik, aku memegang janji mu" Ucap Sella.


"Tidak bisakah mereka romantis di rumah saja? Mereka membuat para jomblo menangis. Hubungan mereka sangat romantis, semoga cepat di karuniai anak" Batin pengawal William yang berada di depan pintu.

__ADS_1


William mendekatkan bibir nya ke bibir Sella, kemudian mencium bibir Sella.


Sella melingkarkan kedua tangannya di leher William. Ia menikmati ciuman William.


__ADS_2