
"Apa benar istri mu sedang hamil?" Tanya Dafa kepada William dari telepon.
"Ya, ada apa?"
"Tidak ada, aku hanya mau mengucap kan selamat atas kerja keras mu"
"Hm ya terimakasih" Ucap William, lalu mengakhiri percakapan mereka.
"Kau sudah dengar kan?" Ucap Dafa kepada Elsa.
"Aku, aku" Elsa sangat sedih mendengar kalau Sella sedang hamil anak William.
"Kau mau berbuat sesuatu?" Tanya Dafa.
"Aku masih ragu. Mereka sudah berkeluarga, aku tidak mau merusak hubungan mereka" Jawab Elsa.
"Oh benarkah? Baiklah kalau begitu" Ucap Dafa, lalu meninggalkan Elsa sendirian di ruang tamu.
Elsa bosan di rumah, ia mengambil kunci mobil, kemudian keluar untuk jalan-jalan.
Pikiran Elsa sangat kacau, ia sangat sedih melihat William bersama dengan wanita lain. Di satu sisi, ia tidak mau mengganggu hubungan mereka, di satu sisi lagi, ia mau merusak hubungan mereka. Tapi apa gunanya merusak hubungan mereka?
Karena melamun, Elsa tidak melihat ada orang yang sedang menyebrang.
Tin, tin, tin
Suara klakson seseorang membuat Elsa sadar akan lamunan nya. Elsa melihat ada yang menyebrang, ia langsung merem secara mendadak.
"Aw"
Elsa keluar dari dalam mobil nya.
"Kamu terluka? Aku bawa ke rumah sakit ya" Ucap Elsa dengan gelisah.
"Mobil nya mewah, dia pasti orang kaya" Batin orang yang di tabrak itu.
"Bo-boleh" Jawab nya.
Elsa menopang orang itu dan memasukkan nya ke dalam mobil.
"Aku minta maaf, aku akan bertanggung jawab" Ucap Elsa sambil menyetir.
"Tidak apa-apa, syukur kamu tidak tabrak lari" Jawab nya.
__ADS_1
"Kalau boleh tau, nama kamu siapa?" Tanya Elsa.
"Crystal" Jawab nya.
"Crystal? Seperti tidak asing" Batin Elsa.
"Aku Elsa"
Crystal tidak memperdulikan omongan Elsa. Ia membuka handphone nya dan membuka Instagram. Ada satu postingan yang membuat Crystal sangat kesal. Postingan ini tentang William dan Sella. Crystal benar-benar iri dengan kehidupan Sella saat ini.
"Kamu mengenal mereka?" Tanya Elsa yang dari tadi memperhatikan Crystal.
"Siapa yang tidak kenal dengan mereka? Wanita ini adalah Sella, dia itu dulu di adopsi oleh kami, tapi setelah menikah, dia malah tidak tau berterimakasih! Padahal yang seharusnya menikah dengan William adalah aku. Aku kemarin bukan menolak nya, tapi aku belum cukup umur" Ucap Crystal.
"Cih bukan belum cukup umur, melainkan karena dulu kaki nya cacat" Batin Crystal.
"Kamu punya dendam dengan Sella?" Tanya Elsa.
"Tentu saja! Dia merebut semua yang seharusnya menjadi milik ku" Jawab Crystal.
"Benar juga yang di katakan dia, tapi kalau memang tidak berjodoh, apa boleh buat? Aku rasa wanita ini tidak menyukai Sella" Batin Elsa.
"Eh bukan nya kamu mantan William ya?" Tanya Crystal secara tiba-tiba.
"I-iya" Jawab Elsa yang mempunyai firasat buruk.
"Untung saja lah William tidak menikahi wanita seperti mu" Batin Elsa.
"Kenapa?" Tanya Elsa.
"Latar kamu dan William sangat cocok! Tidak seperti wanita itu, dia entah anak dari mana" Jawab Crystal.
"Hahahaha" Elsa tertawa paksa.
Sampai di rumah sakit, Crystal langsung di obati oleh dokter. Kata dokter luka nya tidak terlalu serius, beberapa hari lagi akan sembuh.
Elsa mengajak Crystal untuk minum di cafe sebentar.
"Kamu mau tidak bekerja sama dengan ku untuk menyingkirkan wanita itu?" Tanya Crystal kepada Elsa.
"Maksud kamu Sella?"
"Iya"
__ADS_1
"Apa untung nya buat ku?" Tanya Elsa.
"Kau bisa mendapatkan William kembali" Jawab Crystal.
"Wanita ini seperti nya bodoh. Kalau memang tidak berjodoh, yah sebaiknya jangan di paksakan" Batin Elsa.
"Aku pikir-pikir dulu lagi" Jawab Elsa.
"Baiklah, ini nomor ku"
Elsa mengambil kartu yang di berikan Crystal.
Luna yang berada di cafe itu melihat Elsa dan Crystal sedang berduaan. Ia mengambil handphone dari tas nya, lalu memotret mereka secara diam-diam.
Luna masuk ke dalam mobil nya, kemudian mengirim pesan kepada Sella.
"Kamu hati-hati sama mereka berdua, mungkin mereka punya niat jahat" Pesan Luna.
"Elsa dan Crystal? Mereka napain bersama?" Balas Sella.
"Aku tidak tau, pokoknya kamu hati-hati dengan mereka"
"Baiklah, terimakasih Luna"
"Sama-sama sahabat ku"
"Apa pertemuan ini di atur oleh Dafa? Aku heran kenapa Elsa mau ketemuan dengan wanita seperti Crystal. Apa jangan-jangan mereka sudah sahabatan dari dulu?"
Elsa dan Crystal keluar dari cafe. Elsa masuk ke dalam mobil nya, sedangkan Crystal menunggu jemputan Evan.
"Mereka berpisah? Apa mereka memang sedang merencanakan sesuatu?" Tanya Luna pada diri nya sendiri.
Luna menelepon Dafa.
"Halo?" Ucap Dafa.
"Kamu nyuruh Elsa kerjasama dengan Crystal ya?"
"Kerjasama? Crystal? Maksud kamu?"
"Tidak usah berpura-pura" Ucap Luna.
"Aku benar-benar tidak mengerti maksud kamu. Aku tidak pernah menyuruh Elsa ketemuan dengan siapapun" Ucap Dafa.
__ADS_1
"Awas aja kalau katahuan!" Ucap Luna, lalu mengakhiri percakapan mereka.
"Sebentar lagi semua nya akan terungkap! Kita lihat siapa yang kalah!" Ucap Luna kepada dirinya sendiri.