
Setelah menunggu lama, akhirnya Sella bangun dari tidur nya. Sella melihat Rav, Queen, dan Luna saling berdiaman. Sella juga bingung dimana mereka berada. Sella duduk di tempat nya, lalu berbicara.
"Ada apa?" Tanya Sella.
"Sella? Kamu sudah sadar? Syukurlah" Ucap Luna yang membalikkan pandangan nya ke arah Sella.
Rav dan Queen melihat Sella.
"Apa yang terjadi?" Tanya Sella.
"Kakak ini semua salah Queen, maafkan Queen" Ucap Queen kepada Sella.
"Apa?! Salah apa? Rav, ceritakan kepada ku" Ucap Sella yang menahan emosi nya.
"Jadi begini Nyonya"
Rav menceritakan kejadian yang mereka alami kepada Sella.
"Jadi kita hanya perlu jalan keluar?" Tanya Sella dengan santai.
"Iya" Jawab Luna.
"Oh sangat mudah, ayo ikuti aku" Ucap Sella.
"Kamu serius Sell?" Tanya Luna heran.
"Sebenarnya aku mengenal tempat ini. Ayolah, kalian tidak perlu takut" Ucap Sella.
"Baiklah, kita tidak bisa lama-lama disini" Ucap Rav.
Sella dan Luna berjalan di depan, sedangkan Rav dan Queen berjalan di belakang mereka. Queen menggandeng tangan Rav, soalnya dia takut kegelapan.
"Kamu yakin ini jalan nya Sell?" Tanya Luna.
Luna tidak takut, dia hanya kebingungan karena mereka sudah lama berjalan mengelilingi ruangan itu.
"Iya, sebentar lagi kita sampai" Jawab Sella.
"Apakah kita tidak bisa istirahat sebentar?" Tanya Queen yang mulai lelah.
"Sebaiknya jangan Nona, disini tidak ada udara, kita bisa saja mati kalau lama-lama di dalam sini" Ucap Rav.
"Tapi aku lelah" Ucap Queen.
"Naiklah, saya akan menggendong Anda" Ucap Rav.
Queen naik ke badan Rav, lalu mengalungkan tangannya di leher Rav.
"Kamu tidak keberatan?" Tanya Sella.
"Tidak Nyonya. Kita lanjutkan saja perjalanan nya" Jawab Rav.
"Sella, aku tidak yakin ini jalan keluarnya. Disini sangat dingin, aku takut kita akan terjebak" Ucap Luna.
"Mungkin di luar sedang hujan" Ucap Sella yang melanjutkan perjalanan nya.
"Ayolah Nona Luna, tidak apa-apa, kita ikuti saja Nyonya Sella" Ucap Rav.
"Baiklah" Jawab Luna yang berjalan kembali di samping Sella.
"Sepertinya ada yang salah" Batin Rav.
"Nyonya" Ucap Rav kepada Sella.
"Ada apa?" Tanya Sella.
__ADS_1
"Kita harus mempercepat langkah kita, mungkin mereka sudah menemukan tempat ini" Ucap Rav.
"Bagaimana mereka tidak menemukan kita kalau mereka membawa hewan peliharaan?" Ucap Sella yang tetap berjalan.
"Jadi, kita sudah di kepung?" Tanya Rav.
"Tidak. Mereka sekarang sedang tersesat" Jawab Sella.
"Lalu kapan kita keluarnya?" Tanya Luna dengan perasaan tidak enak.
"Berhenti!" Ucap Sella.
"Ada apa?!" Tanya Luna terkejut.
"Kalian lihat cahaya itu?" Ucap Sella sambil menunjuk ke arah depan.
"Aku lihat" Jawab Rav dan Luna serentak.
"Setelah kita menembus cahaya itu, kita langsung masuk ke dalam mobil, dan pergi dari tempat ini" Ucap Sella.
"Dari mana kau tau ada mobil di sana?" Tanya Luna.
"Kau tidak perlu tau! Karena Rav sedang menggendong Queen, Luna yang akan mengendarai mobil" Ucap Sella.
"Baiklah, mari kita lanjutkan" Ucap Luna.
"Tunggu" Sella menahan tangan Luna dan menutup mulut Luna.
"Jangan bersuara, ikuti aku" Bisik Sella.
Sella melepaskan tangan nya dari tangan dan mulut Luna.
Mereka berjalan secara perlahan-lahan. Mereka berusaha untuk tidak bersuara sedikitpun.
Beberapa saat kemudian.
"Syukurlah kita berhasil lolos" Ucap Rav dengan lega.
"Sekarang kita kemana Sella?" Tanya Luna yang masih menyetir.
"Kita akan terbang, kita harus menemui Papi" Jawab Sella.
"Tiket kita?" Tanya Luna heran.
"Sudah di atur" Jawab Sella.
"Siapa yang atur?" Tanya Luna waspada.
"Aku" Jawab Sella.
"Kau bukan Sella, kan? Siapa kau sebenarnya?!" Ucap Luna.
"Jangan takut, sebenarnya aku adalah Mami Sella, aku masuk ke tubuh Sella untuk membantu kalian" Jawab Sella.
"Bagaimana dengan kandungan Sella?" Tanya Luna.
"Dia dan Sella akan baik-baik saja"
"Bisakah kau keluar dari tubuh nya? Sebelum itu terimakasih sudah membantu kami" Ucap Luna dengan agak kasar.
"Aku tau kau sedang melindungi sahabat mu Luna. Aku akan keluar sekarang, ini rute kalian selanjutnya. Ikutilah peta ini, kalian akan selamat sampai di tempat tujuan" Ucap nya sambil memberikan sebuah kertas.
"Baiklah, aku sangat bersyukur bisa di bantu oleh mu. Tapi aku ingatkan kau, jangan pernah masuk ataupun menganggu Sella dan keluarga nya, kalian sudah beda alam! Kau mengerti?!" Ucap Luna.
"Baiklah. Aku pamit"
__ADS_1
Mami Sella keluar dari tubuh Sella. Sella masih menutup matanya, mungkin dia pingsan atau masih tidur.
"Rav" Panggil Luna.
"Ya Nona?"
"Jangan beritahu masalah ini kepada siapapun"
"Baik Nona, ini adalah rahasia kita berdua"
"Apa Queen sedang tidur?" Tanya Luna.
"Iya Nona, mungkin Nona Queen kelelahan"
"Kau lah yang paling lelah, beristirahat lah Rav"
"Maaf Nona, aku tidak bisa. Aku harus tetap berjaga, soalnya kita tidak tau musuh mendekat atau menyerang"
"Terserah kau saja" Ucap Luna yang menambah kecepatan mobil itu.
Tak lama kemudian, Sella membuka kedua matanya dan melihat sekeliling.
"Kita dimana?" Tanya Sella dengan suara lemas.
"Bersiaplah Sella, kita akan naik pesawat" Ucap Luna.
"Maksud mu? Aku tidak mengerti. Ngomong-ngomong ini mobil siapa?" Ucap Sella bingung.
"Ceritanya panjang Nyonya. Kita harus sampai di tempat tujuan dulu, baru kami akan menceritakan semuanya" Ucap Rav.
"Ya, kamu cukup mendengarkan aku saja" Ucap Luna yang masih fokus menyetir.
"Queen?" Ucap Sella yang langsung melirik ke belakang.
"Queen hanya tertidur, dia lelah" Ucap Luna kepada Sella.
"Benarkah? Aku pikir dia pingsan"
"Pikiran kamu jangan aneh-aneh Sella" Ucap Luna.
"Hahahah aku tau" Ucap Sella sambil tertawa.
Keributan Luna dan Sella membangunkan Queen dari tidur nyenyak nya. Queen menggosok kedua matanya menggunakan jarinya. Queen melihat mereka sedang berada di dalam mobil dan sepertinya mau ke bandara.
"Kakak?" Panggil Queen kepada Sella.
"Sudah bangun? Ada apa Queen?" Jawab Sella.
"Kita mau kemana?"
"Mau jumpa sama Papi dan Kakak" Jawab Sella.
"Benarkah?" Mendengar ucapan Sella, Queen langsung bersemangat.
"Kira-kira begitu" Jawab Sella.
"Queen tidak sabar lagi! Queen rindu banget sama Papi dan Kakak" Ucap Queen dengan sangat bahagia.
"Tenanglah Nona, nanti mobilnya rusak" Ucap Rav kepada Queen.
"Aku sangat bahagia karena kita akan bertemu dengan Papi dan Kakak. Tolong jangan merusak kebahagiaan ku"
"Baiklah Nona kecil, saya tidak akan merusak kebahagiaan anda" Ucap Rav untuk menyenangkan Queen.
"Aku sangat bahagia karena akan bertemu dengan William. Aku sangat merindukan nya" Batin Sella.
__ADS_1