
"Sudah 1 hari anak itu tidak pulang-pulang!" Ucap Tina dengan nada marah.
"Biarkan saja Ma, lagi pula besok dia sudah menikah. Kita tidak membutuhkan orang seperti dia lagi kan?" Ucap Crystal yang sibuk menata rambut nya.
"Kamu benar. Tapi kalau dia mengadukan kepada keluarga Dirgantara bagaimana? Nanti mereka membatalkan kerja sama perusahaan kita!" Ucap Tina khawatir.
"Dia tidak mungkin mengadukan nya Ma, dia kan sangat penurut, selalu menaati apa yang kita perintahkan" Ucap Crystal.
"Semoga saja begitu"
Tok, tok, tok
Pintu rumah keluarga Alexander di ketuk oleh seseorang. Tina melihat siapa yang datang ke rumah mereka.
"Ya siapa?" Tanya Tina sambil membuka pintu.
"Pagi Mama sayang" Jawab nya yang tak lain adalah Evan.
"Oh Evan. Silakan masuk, Crystal sudah menunggu kamu dari tadi" Ucap Tina.
Evan masuk ke rumah mereka. Ia mendatangi Crystal, lalu memeluk nya.
"Em sayang, aku kangen" Ucap Crystal manja.
"Aku juga kangen sayang" Jawab Evan.
"Kita jadi kan pigi nya? Aku sudah siap-siap lho" Tanya Crystal sambil memainkan rambut nya.
"Tentu saja jadi. Mau pigi sekarang?"
"Tunggu, aku pakai parfum dulu"
"Kamu sangat wangi" Ucap Evan, lalu memeluk pinggang Crystal.
"Kamu suka?"
"Sangat suka" Ucap Evan, lalu mencium bibir Crystal.
"Uhmm"
"Sayang, kita pigi sekarang ya? Aku sudah tidak sabar" Ucap Crystal.
"Ayo berangkat" Ucap Evan sambil menarik tangan Crystal.
"Mama kami pigi dulu. Aku sayang Mama" Ucap Crystal.
"Hati-hati" Ucap Tina dengan senyuman nya.
Evan dan Crystal masuk ke dalam mobil.
Evan menghidupkan mobil, lalu menjalankan nya.
__ADS_1
"Sayang, aku mau beli gaun untuk pernikahan Sella besok. Besok aku harus kelihatan cantik dari pada dia. Aku mau besok aku yang menjadi perhatian banyak orang" Ucap Crystal.
"Kamu tenang saja, tidak ada yang bisa mengalahkan kecantikan kamu" Ucap Evan.
"Hm lihat saja Sella, setelah menikah hidupmu akan lebih tersiksa" Batin Crystal.
Akhirnya Crystal dan Evan sampai di tempat tujuan mereka. Mereka turun dari mobil, lalu masuk ke dalam toko pakaian. Mereka di sambut dengan ramah dan di layani oleh beberapa pelayan.
"Ini gaun terbaru kami Nona" Ucap nya kepada Crystal.
"Waw ini sangat cantik. Sayang aku mau ini, bolehkan?"
"Ambil saja yang kamu suka" Jawab Evan.
Saat mereka sedang memilih-milih sepatu, kebetulan Luna juga ada di toko itu. Luna melihat Crystal dan Evan sedang membeli sesuatu, dia mengamati mereka dari kejauhan.
Luna melihat Evan berjalan ke kamar mandi. Ia diam-diam mengikuti Evan dan berpura-pura memilih barang.
Evan melihat gadis cantik sedang memilih sesuatu, ia menghampiri gadis itu dan mengajak nya bicara.
"Halo" Sapa Evan.
Gadis itu melihat Evan dan menyapa nya kembali.
"Hai" Jawab gadis itu yang tak lain adalah Luna.
"Sangat cantik" Batin Evan.
"Nama ku Sela" Jawab Luna berbohong.
"Sella? Apa L nya dua?" Tanya Evan.
"Tidak, L nya hanya satu" Jawab Luna.
"Kamu mengingat kan ku kepada dia. Dia adalah wanita yang sangat ku cintai, tapi karena ada masalah, kami jadi mengakhiri hubungan" Ucap Evan dengan ekspresi sedih.
"Lalu apakah dia sudah punya pacar baru?" Tanya Luna.
"Bisa di bilang suami. Dia akan menikah besok" Jawab Evan.
"Kamu tidak menghentikan pernihakan mereka?" Tanya Luna yang menahan tawanya.
"Aku tidak bisa, dia sangat mencintai pria itu"
"Jadi sekarang, kamu sudah punya pacar baru?" Tanya Luna.
Evan menggeleng. "Aku masih menunggu dia"
"Pria ini! Bisa-bisa nya Sella jatuh cinta kepada pria bermulut jelek ini!" Batin Luna.
"Oh aku turut bersedih" Ucap Luna.
__ADS_1
"Sekarang aku tidak sedih lagi, karena kau sudah datang untuk menemani ku Sela" Ucap Evan lalu memeluk pinggang Luna.
"Hei apa yang kau lakukan?!" Ucap Luna dengan nada marah.
"Sssttt, jangan berisik" Ucap Evan, lalu menutup mulut Luna dengan sarung tangan.
Luna sangat kesal, ia menunjang bagian bawah Evan lalu kabur.
"Ah sialan!" Ucap Evan sambil menahan rasa sakit nya.
Luna berhasil kabur dan masuk ke dalam taxi.
"Ck sial! Pria itu sungguh menjijikkan! Untung saja tadi aku merekam nya" Ucap Luna.
"Pak antar aku ke alamat ini" Ucap Luna kepada supir yang menunjukkan alamat rumah nya.
Sampai di rumah, Luna merasa tidak enak pada badan nya. Ia merasa panas dan tidak nyaman. Ia masuk ke kamar mandi, lalu memasukkan tubuh nya ke dalam bathtub.
"Pasti ada yang salah pada sarung tangan itu. Lain kali aku harus hati-hati. Dia memang pria yang mengerikan" Ucap Luna.
...***...
"Sayang kamu kenapa?" Tanya Crystal kepada Evan.
"Aku tidak apa-apa sayang. Kamu sudah selesai berbelanja?" Jawab Evan sambil menahan rasa sakit nya.
"Sudah, kamu tinggal bayar" Ucap Crystal, lalu meninggalkan Evan sendirian di toko.
"Total nya sekian-sekian Tuan" Tagih pelayan itu.
Evan terkejut. Ia megambil uang, lalu memberinya dengan tidak ikhlas.
"Ck dia sangat boros" Batin Evan.
Evan masuk ke dalam mobil, lalu menghidupkan mobil nya.
"Terimakasih sayang, aku semakin mencintai mu" Ucap Crystal.
Evan hanya tersenyum kepada Crystal.
Dari tadi Evan ngelamun sambil menyetir. Ia tidak mendengarkan omongan Crystal. Hal itu membuat Crystal kesal dan marah.
"Kamu lagi pikirin apa?" Tanya Crystal dengan nada kesal.
"Em aku tidak, aku tidak memikirkan apapun" Jawab Evan.
"Awas aja kalau mikirkan wanita lain!"
"Tidak mungkin sayang, kamu adalah satu-satunya wanita yang ada di hati ku" Ucap Evan lalu mengelus kepala Crystal.
"Sela, aku akan menemukan mu. Aku akan membuat mu berada di sisi ku" Batin Evan.
__ADS_1