Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
38


__ADS_3

Luna mengajak William untuk bertemu dengan nya di cafe favorit nya. William menyetujui Luna karena mereka mau membahas tentang Sella.


"Aku di undang Sella untuk bermain ke rumah nya. Apa kau mau menitip sesuatu?" Tanya Luna kepada William.


"Apa aku tidak boleh ikut?" Tanya William.


"Tidak ada yang boleh ikut! Nanti kalian membuat aku repot" Jawab Luna.


"Baiklah, aku akan menitip sesuatu kepada mu" Ucap William.


William menyuruh Haiden untuk mengambil barang yang ada di mobil.


"Berikan ini kepada Sella" Ucap William.


"Cuman ini saja?" Tanya Luna.


"Kau mau sesuatu?" Tanya William.


"Kalau kamu mau memberikan nya" Jawab Luna.


William memberikan selembar cek kepada Luna.


"Ambillah, aku tidak punya waktu untuk menemani mu membeli apa yang kau mau" Ucap William.


"Terimakasih. Aku akan membujuk orangtua Sella agar merestui hubungan kalian" Ucap Luna.


"Baiklah, aku mengandalkan mu" Ucap William.


William pamit untuk duluan pulang.


"Sepertinya Crystal akan beraksi setelah aku pergi" Ucap Luna kepada dirinya sendiri.


"Hm dia tidak akan bisa memisahkan William dan Sella!"


Keesokan hari.


Luna menaiki pesawat pribadi Stapleton. Dia di jemput seolah-olah seperti seorang Ratu. Jemputan ini adalah permintaan Sella. Sella tidak mau sahabat nya terkendala dalam perjalanan.


Beberapa jam kemudian, Luna sampai di kediaman Stapleton. Dia di sambut oleh pelayan dan pengawal. Beberapa pelayan membawakan barang-barang Luna. Luna masuk ke kediaman Stapleton.


"Gila, mewah banget" Batin Luna yang terpesona.


"Luna" Panggil seseorang dari depan nya.


"Itu??? Sella? Sella!!" Ucap Luna dengan sangat bahagia. Ia berlari dan memeluk Sella.


Di lantai atas.


"Kakak enak banget ya, dapat sahabat baik kayak Kak Luna" Ucap Queen kepada Michael.


"Tidak juga" Ucap Michael.


"Kak Luna cantik juga lho Kak, Kakak tidak mau ngejar dia?"


"Dia sudah punya tunangan Queen" Ucap Michael.


"Yah sayang sekali"


Di lantai bawah.


"Aku tunjukin kamar kamu ya" Ucap Sella kepada Luna.


"Boleh" Jawab Luna.


Sella membawa Luna ke kamar nya.


"Aku tidur disini Sell?" Tanya Luna dengan terkejut.


"Iya" Jawab Sella.

__ADS_1


"Mewah banget, aku hanya tamu lho Sell" Ucap Luna dengan hati yang berbunga-bunga.


"Bagi Papi kamar ini biasa saja. Kamu tau, kamar aku jauh lebih mewah dari ini" Ucap Sella bercanda.


"Gila, kamu orang kaya tapi pakaian kamu biasa saja" Ucap Luna.


"Tidak semua kekayaan yang kita miliki harus di tunjukkan kepada orang" Jawab Sella.


"Kamu benar! Kamu memang sahabat aku yang paling sehati"


Sella membantu Luna menyusun barang-barang nya.


"Sell, ini ada sesuatu dari William" Ucap Luna sambil memberikan barang yang di bungkus dengan rapi kepada Sella.


"Apa ini?" Tanya Sella sambil membuka barang itu.


"Entahlah" Jawab Luna.


"Ini? Ini pakaian si calon bayi dan syal kesukaan ku" Ucap Sella dengan terharu.


"Gila, cantik banget, jangan kan kamu, aku aja suka" Ucap Luna.


"Aku pengen ketemu sama William, tapi Papi bilang tunggu aku selesai melahirkan"


"Tidak apa-apa Sella, dia dan kau pasti bisa menunggu beberapa bulan lagi" Ucap Luna sambil mengelus kepala Sella.


"Ya, pasti bisa" Jawab Sella.


Tok, tok, tok


"Permisi Kakak-kakak semua nya, makan malam sudah selesai, sebaiknya kita makan dulu" Ucap Queen.


"Itu adik kamu Sell?" Tanya Luna.


"Tidak salah lagi" Jawab Sella.


"Dia sangat imut, membuat hati ku berbunga-bunga" Ucap Luna.


"Hahaha kesempatan yang bagus" Ucap Luna.


"Kakak, ayo makan" Panggil Queen lagi.


Luna berjalan ke arah Queen.


"Nama kamu Queen?" Tanya Luna dengan senyuman nya.


"I-iya" Jawab Queen dengan wajah merah.


"Kamu sangat imut Queen" Ucap Luna yang mencubit pipi Queen.


"Jangan Kak, sakit" Ucap Queen.


"Iya, iya"


"Ayo Sella" Ucap Luna.


"Aku datang"


Sella, Luna, dan Queen pergi ke ruang makan.


"Halo om" Ucap Luna kepada Bastian.


"Duduk Luna" Ucap Bastian.


"Iya om"


"Kamu sudah besar aja. Bagaimana keadaan orangtua kamu?" Tanya Bastian.


"Baik om. Kapan-kapan main ke rumah lah om, masak Luna yang selalu datang kesini"

__ADS_1


"Hahaha iya, nanti om main"


"Selamat makan!" Ucap Queen yang memakan nasi nya.


"Adik kamu imut banget Sell" Bisik Luna kepada Sella.


"Makan lah nasi mu" Ucap Sella.


"Keimutan ini tidak boleh di sia-siakan" Batin Luna.


Setelah selesai makan, Luna mengikuti Queen masuk ke dalam kamar nya. Queen dengan senang hati mempersilahkan Luna untuk naik ke kasur nya.


"Kamu membuat aku terpesona Queen" Ucap Luna yang membaringkan Queen ke atas kasur.


"Kamu mau ngapain Kak?" Tanya Queen dengan polos.


Luna mengelus perut rata Queen.


"Ah Kak, jangan, Kak,,"


"Wajah kamu merah" Bisik Luna.


"Makanya Kakak jangan lakuin itu!"


"Geli ya?" Tanya Luna yang mengelus dan menggelitiki perut Queen.


"Ge-geli"


"Ja-jangan, hentikan! Nghhh"


Michael kebetulan lewat dari kamar Queen. Dia mendengar ada suara aneh dari dalam kamar Queen. Karena sangat khawatir kepada adik nya, dia menendang pintu kamar Queen dengan kuat.


"Queen, kamu tidak apa-apa?" Tanya Michael dengan nada khawatir.


Luna melihat Michael berdiri di samping ranjang Queen. Luna menghentikan aktivitas nya, lalu duduk di samping Queen.


"Kau! Apa yang kau lakukan kepada adik ku?" Tanya Michael sambil menarik tangan Luna dengan kuat.


"Kak! Kamu mau bawa kemana Kak Luna?"


"Ayo jalan!" Ucap Michael yang masih menarik tangan Luna.


Michael membawa Luna ke kolam renang.


"Kenapa kau melakukan itu kepada adik ku? Kau tau dia masih kecil! Dia tidak tau apa-apa! Kau seenak nya saja melakukan hal terlarang kepada dia!" Ucap Michael.


"Aku hanya menggelitiki dia Michael, aku tidak berniat untuk melakukan hal terlarang kepada Queen. Lagi pula aku tidak belok seperti diri mu!" Ucap Luna.


"Aku belok? Maaf mengecewakan mu, aku menyukai wanita, bukan pria" Ucap Michael.


"Kakak!" Panggil Queen yang menyusul mereka.


"Iya?" Jawab Luna dan Michael serentak.


"Ini sudah malam, aku mau tidur bersama Kakak Luna" Ucap Queen.


"Kamu yakin mau tidur sama dia?" Tanya Michael.


Queen mengangguk.


"Ya sudah lah. Kamu jaga adik aku dengan baik" Ucap Michael kepada Luna.


"Ya" Ucap Luna lalu membawa Queen ke kamar.


"Tidur ya Queen. Aku tidak akan melakukan apa-apa kepada mu"


"Iya Kak"


Luna menarik selimut dan menyelimuti dirinya dan Queen. Ia memeluk Queen seolah-olah Queen adalah pacar nya. Queen merapatkan kepala nya ke dada Luna. Queen merasa hangat di pelukan Luna. Queen tertidur pulas di pelukan Luna.

__ADS_1


Michael ternyata memperhatikan mereka dari pintu kamar Queen. Michael benar-benar khawatir Luna akan melakukan hal macam-macam kepada Queen. Sekarang ini semua harus di jaga, soalnya banyak manusia yang sudah lari-lari.


__ADS_2