Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
30


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


"Kandungan kamu baik-baik saja kan sayang?" Tanya Kinara dari telepon.


"Baik-baik saja kok Ma" Jawab Sella sambil mengelus perut nya.


"Bagus lah. Mama dan Papa sudah melihat berita, kamu tidak perlu terlalu memikirkan semua nya"


"Iya Ma, Sella tau kok"


"Kamu dan William baik-baik di sana. Kalau ada apa-apa langsung telepon saja Mama atau Papa"


"Iya Ma"


"Iya sayang. Mama sayang kamu"


"Sella juga sayang Mama"


Sella mengakhiri percakapan mereka dengan senyuman lebar nya.


"Mama nelepon lagi?" Tanya William yang sedang memakai jas nya.


"Iya. Kamu mau berangkat kerja?" Jawab Sella sambil membantu William merapikan pakaian nya.


"Ada urusan sedikit. Saya hanya sebentar, kamu jangan rindu sama saya" Ucap William.


"Baiklah, kamu hati-hati" Ucap Sella, lalu mencium bibir William.


"Kamu jangan keluar-keluar, saya tidak mau terjadi sesuatu sama kamu dan calon anak kita"


"Iya" Jawab Sella.


William merangkul Sella. Mereka turun ke lantai bawah.

__ADS_1


"Mobil sudah siap Tuan" Ucap Haiden kepada William.


"Saya pergi" Ucap William, lalu mencium kening Sella.


"Hati-hati" Ucap Sella yang mengantar William sampai ke depan pintu rumah.


Sella masuk ke dalam rumah. Ia di panggil oleh pelayan untuk sarapan pagi. Sella duduk di meja makan, lalu memakan sarapan yang sudah di sediakan.


Setelah selesai sarapan, Sella pergi ke ruang tamu untuk menonton tv. Sella duduk di sofa yang sangat empuk, lalu mencari film yang mau di tonton nya.


Tok, tok, tok


Pintu rumah Sella di ketuk oleh seseorang.


Karena pelayan sedang sibuk di belakang, Sella membuka pintu rumah nya.


"Iya?" Ucap Sella sambil membuka pintu rumah nya.


"Anda benar Nyonya Abigail Grisella?" Tanya seorang pria yang memakai masker, topi, dan kacamata.


"Bawa dia!" Suruh pria itu kepada teman-teman nya.


"Mau apa kalian?!" Tanya Sella sambil berlari ke arah belakang.


"Kami tidak akan melukai anda Nyonya. Tolong jangan berlari"


"Jangan mendekat!" Ucap Sella yang mau menutup pintu belakang.


Mereka semua diam di tempat mereka.


Sella melihat semua pelayan dan pengawal nya tertidur di lantai dan di tanah. Sella mulai ketakutan, ia mau menghubungi William, tapi handphone nya tertinggal di dalam kamar.


"Tenang lah Nyonya, anda tidak perlu takut, kami tidak akan menyakiti anda"

__ADS_1


"Aku tidak bisa mempercayai kalian!" Jawab Sella.


Sella berlari menuju gerbang keluar.


"Jangan bergerak!" Ucap mereka kepada Sella sambil mengarahkan sebuah pistol.


"Ada apa ini? Siapa yang merencanakan semua ini?" Batin Sella ketakutan.


"Maaf Nyonya, kami hanya mengikuti perintah" Ucap salah satu dari mereka, lalu membius Sella dari belakang.


"Siapapun, tolong aku. William, Luna, Mama, Papa, tolong aku" Batin Sella.


Sella pingsan. Pria yang membius Sella tadi membawa Sella ke dalam mobil. Ia membaringkan Sella, lalu menyelimuti tubuh Sella.


"Misi selesai" Lapor pria itu kepada atasan nya.


"Bagus"


Karena Sella sudah berhasil di bawa, mereka pulang ke kediaman Tuan mereka.


"Kandungan Nyonya Sella bagaimana?"


"Mereka berdua baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir"


"Aku tau, aku hanya berusaha untuk tidak membuat kesalahan!"


"Aku juga, soalnya Tuan sangat menyeramkan kalau sedang marah"


"Hahaha ternyata kamu juga takut"


"Aku tidak terlalu takut. Tapi kali ini berbeda, soalnya Nyonya Sella spesial bagi Tuan"


"Aku tidak sabar melihat ekspresi Tuan saat bertemu dengan Nyonya Sella"

__ADS_1


"Aku juga"


__ADS_2