
"Crystal, berikan ini ke minuman William. Setelah dia meminum minuman nya, dia akan terpikat kepada kamu" Ucap Tina kepada Crystal.
"Ini? Mama yakin ini bisa membuat dia terpikat kepada ku?" Tanya Crystal.
Tina memberikan sebuah botol kecil berisi air kepada Crystal.
"Memang kecil, tapi berharga" Ucap Tina.
"Baiklah, aku akan memberikan kepada nya" Ucap Crystal dengan senyuman jahat nya.
"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku William! Hahahaha, semua kekayaan mu akan menjadi milikku!!!" Batin Crystal.
Crystal masuk ke dalam kamar nya, lalu menelepon pelayan William.
"Kamu keluar sekarang, jumpa di tempat biasa" Ucap Crystal.
"Baik Nona"
Crsytal mengakhiri percakapan mereka.
Crystal sangat licik, dia sengaja menempatkan satu pelayan di kediaman William.
Beberapa saat kemudian.
Pelayan wanita itu menunggu kedatangan Crystal di taman. 7 menit menunggu, akhirnya Crystal muncul di hadapan nya.
"Ada apa Nona?" Tanya pelayan itu.
"Berikan ini ke minuman William, setelah itu selalu sebut nama ku di hadapan nya" Ucap Crystal sambil memberikan botol kecil itu.
"Baik Nona"
"Ini bayaran mu" Crystal memberikan uang
kepada pelayan itu.
"Terimakasih Nona, saya akan melakukan tugas dengan baik"
"Pergilah, jangan membuat ku menunggu" Ucap Crystal.
"Baik Nona, saya pamit"
Pelayan itu pergi dari hadapan Crystal.
"Sebentar lagi, sebentar lagi semua akan menjadi milikku, hahahaha!!!" Batin Crystal.
...***...
Di kediaman William.
William baru saja pulang dari perusahaan. Ia merasa sangat lelah, ia masuk ke kamar nya, kemudian membersihkan dirinya di kamar mandi.
"Kapan kita bisa bertemu lagi, Sella?" Ucap William sambil merendam dirinya di dalam bathtub.
15 menit kemudian, William keluar dari kamar mandi. Ia mengambil pakaian nya, lalu memakai nya. Setelah itu, dia keluar dari kamar nya, lalu duduk di ruang tamu, dan menghidupkan tv.
"Tuan, ini minuman anda" Ucap pelayan sambil meletakkan minuman William di atas meja.
William tidak menjawab pelayan itu.
Karena pekerjaan pelayan itu sudah selesai, ia kembali ke dapur.
"Tuan William" Panggil Haiden yang baru saja datang dari luar.
"Ada apa?" Tanya William.
"Sebaiknya anda istirahat sejenak. Tidak ada gunanya memaksakan diri seperti ini. Kalau Nyonya Sella mengetahui apa yang sedang anda lakukan, ia akan marah atau sedih"
"Maksud mu aku berhenti sejenak untuk memikirkan semua nya?" Ucap William.
"Ya Tuan, 3 hari saja. Anda harus menjaga kesehatan anda. Lagi pula Nona Luna sudah berada di sisi Nyonya Sella" Ucap Haiden.
__ADS_1
"Mungkin kau benar, sebaiknya aku istirahat sejenak"
William mengambil gelas yang ada di depan nya, kemudian meminum air yang ada di gelas itu.
"Ya bagus, minum lagi Tuan William" Ucap pelayan itu dengan suara kecil.
Pelayan itu mengambil foto William yang sedang meminum segelas air yang di berikan oleh nya, kemudian ia mengirim foto itu kepada Crystal.
William menghabiskan air yang di berikan pelayan itu.
"Aku ke kamar dulu" Ucap William dengan perasaan tidak enak.
"Baik Tuan" Jawab Haiden.
William menaiki tangga, lalu masuk ke kamar nya.
Haiden pergi keluar untuk membeli sesuatu.
Pelayan itu tersenyum licik, lalu berlari ke depan pintu kamar William.
"Crystal, Crystal, aku mencintai mu Crystal" Ucap pelayan itu.
"Crystal, jangan tinggalkan aku. Kita akan bersama selama nya Crystal, selamanya"
"Kita saling mencintai bukan?"
"Crystal, aku sangat mencintai mu"
Di dalam kamar.
"Ada apa ini? Kenapa kepala ku sangat sakit? Apa ada yang salah di minuman itu?" Tanya William kepada dirinya sendiri.
William mengambil handphone nya, lalu menghubungi Dafa.
"Ada apa orang sibuk?" Tanya Dafa.
"Kalau sesuatu terjadi kepada ku, tolong ingatkan aku pada Sella" Jawab William, lalu mengakhiri percakapan mereka.
"Sial! Dia malah mengakhiri nya!" Ucap Dafa.
William menghubungi Haiden.
"Ada apa Tuan?" Tanya Haiden.
"Masuk ke kamar ku" Jawab William.
Haiden yang sudah berada di depan gerbang sedikit bingung, ia berlari ke kamar William, kemudian Haiden melihat pelayan wanita berdiri di depan kamar William.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Haiden dengan nada tak suka.
"Kau tidak akan berani lagi membentak dan menyuruh-nyuruh aku! Hm setelah ini kau akan menjadi sampah" Ucap pelayan itu, lalu pergi.
Haiden tidak memperdulikan omongan pelayan itu. Ia membuka pintu kamar William, lalu menutup nya lagi.
"Tuan?" Panggil Haiden yang mendekat ke kasur William.
"Mendekatlah" Ucap William.
Haiden mendekat kepada William. William duduk di atas kasur, lalu membisikkan sesuatu kepada Haiden.
"Tuan, kamu serius melakukan hal itu?" Tanya Haiden kembali.
"Aku serius" Jawab William.
"Apa tidak ada cara lain Tuan?"
"Tidak ada. Kita harus mengikuti permainan musuh" Ucap William.
"Baik Tuan, saya akan mengabari Nona Luna"
"Aku mengandalkan mu" Ucap William.
__ADS_1
"Anda butuh obat penawar Tuan?" Tanya Haiden khawatir.
"Tidak perlu. Cukup memeluk boneka Sella, semua nya bisa ku kendalikan"
"Baik Tuan, saya yakin rencana kita akan berhasil!"
...***...
Di dapur.
"Halo Nona Crystal" Ucap pelayan itu.
"Bagaimana?" Tanya Crystal.
"Semua lancar Nona, sekarang Tuan William akan mencintai anda" Jawab pelayan itu.
"Bagus, tidak sia-sia aku membayar mu mahal"
"Kalau Nona butuh bantuan lagi, panggil saja aku"
"Baik, aku mengandalkan mu"
"Iya Nona"
Crystal mengakhiri percakapan mereka.
Haiden keluar dari kamar William. Ia berjalan ke arah dapur untuk mengambil segelas air.
"Wajah mu kenapa?" Tanya pelayan itu kepada Haiden.
"Di tampar Tuan William. Aku tidak tau dia kenapa, saat aku menyebut nama Nyonya Sella, dia langsung menampar ku dengan kuat" Jawab Haiden, lalu meminum air nya.
"Oh, lagian ngapain kamu nyebut nama dia di hadapan Tuan William? Tuan William itu menyukai Nona Crystal, bukan wanita yang baru saja kamu sebutkan itu" Ucap pelayan itu.
"Bagus, tugas pertama terbongkar" Batin Haiden.
"Menurut mu, Tuan William tidak menyukai Nyonya Sella, tapi menyukai Crystal?" Tanya Haiden.
"Hei, Nona Crystal, kamu harus memanggil nya seperti itu" Ucap pelayan itu.
"Oh ya, Nona Crystal"
"Menurut aku, Tuan William itu lebih menyukai Nona Crystal. Soalnya kan Sella hanya mau memakan uang Tuan William saja, buktinya dia kabur dan tidak pulang-pulang"
"Mungkin begitu" Ucap Haiden, lalu pergi dari hadapan pelayan itu.
William masuk ke dalam mobil nya, lalu menghubungi Luna.
"Ada apa Haiden?" Luna mengangkat telepon Haiden di kamar mandi.
Haiden menceritakan kejadian a-z kepada Luna. Luna mengerti maksud perkataan Haiden.
Setelah selesai menelepon, Luna mengabari Michael dan Bastian.
Setelah semua nya berkomunikasi, mereka sepakat dengan rencana yang di buat.
Rencana mereka di rahasiakan dari Sella dan Queen.
"Kamu ngapain aja? Lama sekali di kamar mandi" Ucap Sella.
"Perut aku sakit Sella. Sekarang aja masih sakit" Jawab Luna.
"Minum obat dulu sana. Makanya kamu itu jaga kesehatan"
"Iya Nyonya Sella, Luna salah" Jawab Luna.
"Dasar kamu ini" Ucap Sella.
"Perut kamu makin besar. Tante tidak sabar melihat kamu Nak" Ucap Luna sambil mencium perut Sella.
"Sana minum obat kamu" Ucap Sella kepada Luna.
__ADS_1
"Baiklah" Luna pergi ke dapur dan berpura-pura meminum obat sakit perut.