
Kabar tentang Sella bukan anak kandung Marvin sudah tersebar secara luas. Banyak orang yang sudah tau kalau Sella meminta keluar dari keluarga Alexander dan mencabut marga nya.
"Berarti benar Sella itu bukan anak kandung Papa? Kenapa Papa merahasiakan nya dari dulu? Kenapa Papa tidak memberitahu aku?!" Tanya Crystal.
"Diamlah! Kau tidak tau apa-apa!" Jawab Marvin.
"Lalu siapa Ayah Sella?" Tanya Evan kepada Marvin.
"Aku tidak tau!" Jawab Marvin.
"Papa selalu tidak tau! Tapi di belakang diam-diam menyembunyikan semua nya!" Ucap Crystal.
"Diamlah Crystal, suatu saat kau akan mengerti" Ucap Tina.
"Ya aku akan mengerti setelah aku mati!" Ucap Crystal dengan emosi.
"Ini semua juga gara-gara kamu! Kalau kamu mau menikah dengan William, kehidupan kita tidak akan begini!" Ucap Marvin kepada Crystal.
"Aku punya orang yang aku cintai Pa, tidak mungkin aku menikah dengan pria lain" Jawab Crystal.
"Sudahlah! Itu semua sudah berlalu! Lebih baik pikirkan keadaan kita sekarang!" Ucap Tina.
"Aku malas! Pikirkan sendiri!" Ucap Crystal.
"Ayo Evan, kita pergi saja" Ajak Crystal kepada Evan.
Evan dan Crystal keluar dari rumah itu dan pergi ke suatu tempat.
"Gimana dong sekarang? Keuangan kita menipis!" Ucap Tina.
"Jual barang mu yang tidak di perlukan lagi" Ucap Marvin memberi saran.
"Apa?! Aku tidak mau!"
"Kalau kau tidak mau, aku akan menjual rumah ini"
"Apa?!! Lalu kita tinggal dimana?"
"Dimana yang paling murah" Jawab Marvin.
"Aku tidak mau, besok aku akan menjual barang-barang yang tidak dipakai lagi" Ucap Tina.
"Yasudah"
...***...
Para wartawan mengelilingi rumah William dan Sella. Mereka mengajukan 1.000 pertanyaan yang sama kepada Sella.
"Nyonya Sella, apa anda benar-benar memutuskan untuk tidak berhubungan dengan keluarga Alexander lagi?"
"Lalu bagaimana dengan jerih payah mereka selama ini Nyonya Sella? Mereka sudah membesarkan anda dari kecil sampai sekarang"
"Kamu salah. Aku dari kecil sudah memenuhi kebutuhan ku sendiri, mereka tidak pernah membiayai kehidupan ku"
Tin, tin, tin
"Siapa itu?"
"Itu mobil keluarga Alexander"
"Mau napain mereka ke sini?" Batin Sella.
"Kamu tidak perlu takut, aku ada di sini" Bisik Wiliam kepada Sella.
__ADS_1
"Kak Sella!" Panggil Crystal yang turun dari mobil.
"Kak Sella, Crystal mohon jangan begini. Kamu kenapa tidak mau membalas kebaikan Mama dan Papa? Walaupun mereka bukan orang tua kandung kamu, tapi mereka sudah membesarkan kamu Kak. Hiks, hiks" Ucap Crystal sambil menangis.
"Nyonya Sella, apakah benar yang di katakan adik anda?"
"Kalau benar, aku tidak akan meninggalkan mereka, aku akan membalas kebaikan mereka" Jawab Sella.
"Kak Sella aku mohon,,,"
"Kalau kamu kekurangan uang, kamu harus mencari nya! Bukan mengemis seperti ini! Kamu pikir aku itu mesin penghasil uang? Lagian kamu sudah punya pacar, seharusnya dia membantu kamu dan keluarga kamu!" Ucap Sella dengan sedikit emosi.
"Aku tidak mengemis Kakak. Kakak aku mohon bantu kami"
"Bawa dia pergi dari sini! Sekarang semuanya bubar!" Tegas William.
"Sella, ayo masuk" Ucap William kepada Sella.
"Ka-Kakak!!!"
"Wanita ini sungguh membuat ku malu!" Batin Evan.
Evan turun dari mobil, lalu memaksa Crystal masuk ke dalam mobil.
"Kamu membuat ku malu!" Ucap Evan.
"Apa??!! Aku hanya melakukan apa yang aku pikirkan. Kau tidak perlu malu!" Jawab Crystal.
"Pikiran kekanak-kanakan mu memang bodoh!"
"Ihhh!! Ini pasti gara-gara wanita itu! Kau membela dia, iya kan?! Aku akan membunuh nya, aku akan membuat mu melupakan wanita itu!"
"Awas saja kalau kau berani menyentuh dia!" Ucap Evan.
"Bela terus! Semakin kau membela nya, semakin besar rasa tidak sukaku kepada dia!"
...***...
"Sella jangan sedih-sedih ya, kami disini orang tua kamu juga kok. Kalau kamu kesepian, mau cerita, ceritakan saja sama Mama. Ok?" Ucap Kinara kepada Sella.
"Iya Ma, makasih banyak" Jawab Sella yang memeluk Kinara.
"Kalau ada sesuatu, entah tentang bisnis, kamu bisa membicarakan nya sama Papa" Ucap Adrian.
"Iya Pa, pasti kalau ada sesuatu, Sella pasti hubungi Papa dan Mama kok" Jawab Sella.
"Kalau William jahat sama kamu, kamu laporkan aja sama Mama, nanti Mama bakal marahi dia deh" Ucap Kinara.
"Hahaha iya Ma" Jawab Sella sambil tertawa.
William tidak berbicara, ia hanya mendengar kan mereka ngomong.
"Selamat datang" Ucap pelayan yang ada di depan pintu.
"Sella! Sella!!" Panggil Luna dengan suara khawatir.
Luna masuk ke rumah Sella tanpa izin. Kata nya ia tidak memerlukan izin karena ia adalah sahabat terbaik Sella. Lagi pula para pengawal dan pelayan rumah sudah kenal dengan Luna.
"Eh suara itu?" Tanya Kinara seperti tak asing.
"Oh My God, untung kamu baik-baik saja. Aku pikir kamu terluka, syukurlah tidak" Ucap Luna tanpa ada nya rasa malu.
"Ehem iya" Ucap Sella.
__ADS_1
Luna melihat sekeliling nya.
"Halo Tante, Om" Sapa Luna.
"Halo Luna" Jawab Kinara.
"Maaf ya terlalu lantang, soalnya aku sangat khawatir sama Sella" Ucap Luna yang sedang memeluk erat sahabat nya.
"Luna, lepasin! Sesak lho" Ucap Sella.
"Apa mereka sering seperti itu?" Tanya Adrian kepada William.
"Mungkin" Jawab William.
Adrian menggeleng. "Perempuan memang berbeda"
"Ya" Jawab William.
"Sudah, sudah, Luna, kasihan Sella" Ucap Kinara.
Luna melepas pelukan nya.
"Sebentar lagi kamu akan hamil" Bisik Luna kepada Sella.
Wajah Sella yang memerah membuat semua orang penasaran apa yang di katakan oleh Luna.
"Benarkah?" Bisik Sella.
"Ya, sebentar lagi" Bisik Luna.
"Hei, kalian sedang omongin apa? Bikin penasaran tau tidak?" Ucap Kinara.
"Hahaha tidak ada Tante, Luna hanya mengajak Sella untuk berjalan-jalan ke luar negeri" Jawab Luna.
"Tidak boleh!"
Ucapan William membuat semua orang terdiam.
"Sella tidak bisa pergi kemana-mana, kecuali saya ikut" Ucap William.
"Tuan William, anda tidak perlu marah. Kalaupun Anda mau ikut, anda bisa mengatakan nya dengan baik-baik" Ucap Luna dengan kesal.
"Ya"
"Lagi pula tidak masalah jika anda ikut. Karena kalau anda ikut, saya tidak akan mengeluarkan uang 1% pun" Ucap Luna.
"Aduh, kalian sudah deh! Sella ini sedang banyak pikiran, jangan jalan-jalan dulu" Ucap Kinara.
"Tidak apa-apa Ma, jalan-jalan juga bagus untuk menenangkan pikiran" Ucap Adrian.
"Tidak Pa"
"Bagus Ma"
"Iya bagus, apalagi kalau William ikut" Ucap Luna.
"Sudah, hentikan! Tidak ada jalan-jalan! William harus melakukan pengobatan kaki nya" Ucap Sella yang malas mendengar mereka ribut.
"Kapan rencana nya mau di obati?" Tanya Kinara.
"Besok atau lusa, entahlah, pokoknya secepatnya" Jawab Sella.
"Besok saja. William mau kan Nak?" Ucap Kinara.
__ADS_1
"Ya" Jawab William.
"Bagus, kami menunggu kamu bisa jalan kembali" Ucap Adrian.