Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
42


__ADS_3

Beberapa hari kemudian.


"Papi, kamu serius mau bekerjasama dengan mereka?" Tanya Michael berkali-kali kepada Bastian.


"Kamu dengarkan Papi, ini semua untuk kebaikan kita" Jawab Bastian.


"Baiklah Pi, aku harap keputusan Papi tidak salah"


"Maaf menganggu Tuan, mobil sudah selesai disiapkan"


"Ayo Nak" Ucap Bastian kepada Michael.


...***...


Di perusahaan William.


"Nona Crystal, apakah anda dan Tuan William akan menikah? Bagaimana dengan Nyonya Sella, bukan nya Nyonya Sella adalah istri sah Tuan William?" Tanya para wartawan.


"Dengar semuanya, Sella hanya menggantikan aku sementara. Sebelum dia menghilang, dia meninggalkan pesan kepada ku agar aku segera menikah dengan William. Masalah ini tidak perlu di permasalahkan, bukan?" Ucap Crystal sambil memainkan rambut nya.


"Tuan William, apakah anda bersedia menikah dengan Nona Crystal? Apakah anda akan meninggalkan Nyonya Sella?"


"Sella? Aku tidak mengenal wanita itu" Jawab William dengan wajah datar.


Para wartawan terkejut.


"Nyonya Sella adalah istri anda Tuan, kenapa anda bisa tidak mengenal dia?"


"Yang aku tau hanya Crystal lah satu-satunya wanita ku" Jawab William.


"Hm bagus, lanjutkan William. Sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya dari keluarga Dirgantara" Batin Crystal.


"Tidak mungkin, anda pasti salah Tuan"


"Sudahlah, kalian terlalu memaksa William. Lagi pula wanita itu tidak cocok menjadi istri William. Latar belakang wanita itu tidak ada yang mengetahui nya, dia hanya anak pungut! Dia sama sekali tidak pantas masuk ke dalam keluarga Dirgantara!" Ucap Crystal.


"Siapa yang bilang Putri ku tidak pantas masuk ke dalam keluarga Dirgantara?"


Dua orang pria berjalan ke arah Crystal dan William. Kedua pria itu adalah Bastian dan Michael. Bastian tidak senang ada yang merendahkan Putri nya.


"Siapa kau?!" Tanya Crystal kepada Bastian.


"Apa aku perlu memperkenalkan diri kepada mu?" Ucap Bastian.


"Cih! Apa tujuan mu kemari? Apa kau mau merusak hubungan ku dan William? Atau kau mau mempermalukan dirimu?" Ucap Crystal tak senang.


Para wartawan menertawakan Crystal.


"Hahahah Nona Crystal, apa anda tidak mengenal Tuan Bastian dan Tuan Michael?" Tanya wartawan.


"Beraninya mereka menertawakan aku!" Batin Crystal makin tak senang.


"Kenapa aku harus mengenali mereka?" Jawab Crystal.


"Oh Tuhan, ternyata Nona Crystal tidak mengenal mereka"


"Nona Crystal, apa anda tidak tau keluarga Stapleton?!" Tanya wartawan.


"Stapleton?" Tanya Crystal dengan suara kecil.


"Ehem, aku tidak peduli dia tau atau tidak. Aku disini karena aku tidak terima Putri ku Abigail Grisella di rendahkan oleh orang yang lebih rendah dan tidak tau malu" Ucap Bastian.


"Apa? Jadi Nyonya Sella adalah Putri anda?"


"Ya, dia adalah Putri yang aku cari selama ini" Jawab Bastian.


"Bukankah keluarga Stapleton lebih berkuasa dari pada keluarga Dirgantara?" Bisik wartawan.


"Jadi Tuan, apakah benar Tuan Wiliam dan Nyonya Sella akan bercerai?"


"Aku tidak akan membiarkan mereka bercerai. Sella sedang mengandung anak William, William harus bertanggung jawab" Jawab Bastian.


"Benarkah? Tapi Tuan, kata Tuan William dia tidak mengenal Nyonya Sella. Sebenarnya apa yang terjadi?"


"Mungkin otak nya sedang di kendalikan oleh wanita yang selalu merendahkan Sella" Jawab Bastian.


"Apa-apaan ini! Dari mana mereka tau?!" Batin Crystal.


"Jadi apa yang akan anda lakukan Tuan?"


"Mengusir makhluk halus" Jawab Bastian.


"Semua hentikan! Cukup sampai disini saja! Aku dan Papi baru tiba disini dan kami perlu istirahat" Ucap Michael.


"Oh baiklah Tuan"


Para wartawan bubar.


Bastian memberikan kode mata kepada William. Bastian dan Michael masuk ke dalam mobil, lalu pergi dari perusahaan William.


"Kamu mau kemana Will?" Tanya Crystal yang menahan tangan William.


"Lepaskan!" Ucap William dengan tatapan mematikan.


"Ba-baik" Crystal melepaskan tangan William.


William masuk ke dalam mobil, lalu mengikuti mobil Bastian.


Dddrrtt, drrtt, drrtt.


Ponsel William berdering. William mengambil ponselnya dari dalam saku, lalu mengangkat telepon.


"Will, kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Dafa khawatir.


"Aku baik-baik saja. Kamu tenang saja di sana, rencana kita tidak akan gagal"

__ADS_1


"Aku tau, tapi aku takut rencana kita ini akan menyakiti Sella" Ucap Dafa.


"Kamu tenang saja Dafa, Bastian sudah mengatur semuanya" Ucap William.


"Baiklah"


Dafa mengakhiri percakapan mereka.


"Kamu kenapa Elsa?" Tanya Dafa kepada Elsa yang sedang menonton televisi.


"Apa kita akan bertemu dengan keluarga Stapleton?" Tanya Elsa.


"Ya, tunggu William menelepon" Jawab Dafa.


"Aku gugup sekali" Ucap Elsa.


"Kamu gugup kenapa?"


"Dafa, aku takut, aku takut dia akan membenci ku" Ucap Elsa.


"Maksud kamu? Michael?" Tanya Dafa.


"Huhuhu, Dafa, hiks" Elsa memeluk Dafa.


Elsa menceritakan sebuah kejadian kepada Dafa.


...***...


Beberapa saat kemudian, William sampai di tempat tujuan. Ia turun dari mobil, lalu masuk ke dalam rumah Bastian.


"Sudah sampai? Silakan duduk" Ucap Bastian.


William duduk di depan Bastian.


"Kau yakin rencana mu ini akan berhasil?" Tanya Bastian kepada William.


"Aku yakin. Aku akan mengandalkan anda untuk membujuk Sella" Jawab William.


"Dia tidak perlu di bujuk. Aku sudah tau isi pikiran Putri ku" Ucap Bastian.


"Jadi, anda sudah merestui hubungan kami?" Tanya William.


"Tidak, aku belum melihat ada cinta di antara kalian berdua" Jawab Bastian.


"Bagaimana anda bisa melihat nya kalau anda tidak mengizinkan Sella dan aku bertemu?" Batin William.


"William" Panggil Bastian.


"Ya paman?" Jawab William.


"Jangan panggil aku seperti itu" Ucap Bastian.


"Baiklah Tuan Stapleton" Ucap William.


"Kenapa tiba-tiba menanyakan ini?" Batin William.


"Aku hanya punya dua" Jawab William.


"Siapa nama nya?"


"Luna dan Elsa, mungkin" Ucap William.


"Elsa?" Batin Michael.


"Aku kenal dengan Luna, dia sudah punya tunangan. Bagaimana dengan Elsa?" Tanya Bastian kepada Wiliam.


"Mungkin dia masih sendiri" Jawab William.


"Beritahu aku nama lengkap Elsa" Ucap Bastian.


"Elsa Shaqueena Lukman" Jawab William.


"Benarkah?!" Tanya Michael terkejut.


"Apa anda mengenal nya Tuan Michael?" Tanya William.


"Sepertinya begitu" Jawab Michael.


"Aku belum pernah melihat Michael seperti ini. Mungkin dia mengenal Elsa atau dia sudah menyukai Elsa" Batin Bastian.


"Bisa kau membawa nya bertemu dengan saya?" Tanya Bastian.


"Aku akan menghubungi nya sekarang" Jawab William.


William menghubungi Dafa. William menyuruh Dafa untuk membawa Elsa ke rumah Bastian.


"Sebentar lagi mereka akan sampai" Ucap William.


"Oh bagus, tapi kenapa mereka?" Tanya Bastian bingung.


"Aku mempunyai teman bernama Dafa, dia dan Elsa satu rumah, jadi aku menyuruh dia untuk datang juga" Jawab William.


"Satu rumah? Maksud mu Elsa dan Dafa sudah pernah,,?" Ucap Michael tak percaya.


"Ada apa Tuan Michael?" Tanya William dengan senyuman miring nya.


"Pria ini seperti sedang mengejek ku" Batin Michael.


"Tidak ada Tuan William, saya hanya terkejut" Jawab Michael.


"Tebakan ku benar, Michael menyukai wanita bernama Elsa ini" Batin Bastian.


Beberapa saat kemudian, Dafa dan Elsa sampai di rumah Bastian.


Bastian mempersilahkan mereka untuk duduk di samping William.

__ADS_1


"Terimakasih sudah datang Nona Elsa" Ucap Bastian dengan senyumannya.


"I-iya Tuan" Jawab Elsa yang sedikit gugup.


"Aduh bagaimana ini, dia menatap ku" Batin Elsa.


"Hahaha kamu tidak perlu gugup seperti itu. Kamu bisa memanggil ku Papi, tidak perlu sungkan-sungkan" Ucap Bastian.


"Pi!" Ucap Michael.


"Ada apa Nak? Apa Papi salah?" Ucap Bastian.


"Papi, kamu tidak tau apa yang sedang terjadi!" Batin Michael.


"Iya Pi" Ucap Elsa dengan malu.


"Sayang, kamu kenapa malu?" Tanya Dafa yang membuat semua orang terkejut.


"Sayang?!" Ucap Bastian.


"Aku terbiasa memanggil nya sayang. Kalian tenang saja, aku dan Elsa tidak memiliki hubungan apa-apa" Ucap Dafa.


"Hm kau sama sekali tidak pernah memanggil nya sayang" Batin William.


"Hahaha baiklah. Ngomong-ngomong Papi lapar, kamu dan Elsa pergi membeli makanan dulu ya" Ucap Bastian kepada anak nya.


"Iya. Ayo" Ucap Michael yang mengajak Elsa.


"Hati-hati sayang. Kamu jaga sayang ku dengan baik ya" Ucap Dafa.


"Tanpa kau suruh aku juga akan menjaga nya" Batin Michael.


Elsa mengikuti Michael masuk ke dalam mobil.


Michael menghidupkan mobil nya, lalu menjalankan nya.


"Sudah lama tidak bertemu" Ucap Michael membuka pembicaraan.


"Hehe iya" Jawab Elsa.


"Kau tidak merindukan ku?" Tanya Michael.


"Apa aku harus menjawab pertanyaan mu?" Tanya Elsa.


"Terserah kau saja" Jawab Michael.


"Elsa, aku masih mencintaimu" Ucap Michael dengan memberanikan diri.


"Benarkah? Aku juga masih mencintai mu" Ucap Elsa dengan suara kecil.


"Mau kah kau mengulang nya kembali?" Tanya Michael.


Wajah Elsa memerah.


"Langsung ke intinya saja. Aku menerima mu" Jawab Elsa.


Michael memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


"Kenapa berhenti?" Tanya Elsa.


"Pertanyaan mu membuat ku salah mengartikan" Jawab Michael, lalu mencium bibir Elsa.


"Ah sangat memalukan" Batin Elsa.


Michael melepas ciuman mereka.


"Aku akan memesan hotel untuk kita berdua" Ucap Michael.


Elsa tidak menjawab, ia malu dan menundukkan kepalanya.


Michael tersenyum.


Michael mulai menyetir kembali.


Beberapa saat kemudian, Michael dan Elsa sampai di rumah Bastian. Michael meletakan semua makanan yang di beli mereka di atas meja.


Bastian, Dafa, dan Wiliam, senyum-senyum sendiri melihat wajah Elsa yang masih memerah.


"Kamu memang anak Papi" Bisik Bastian kepada putranya.


"Tinggal atur tanggal pernikahan Pi" Bisik Michael.


"Tenang saja, Papi akan mengatur semuanya" Bisik Bastian.


"Ada yang baru jadian nih" Bisik Dafa kepada Elsa.


Elsa mencubit tangan Dafa.


"Sakit, wanita ini sangat berbahaya. Dia adalah monster" Batin Dafa.


"Selamat. Aku senang kau bisa melupakan masa lalu kita" Bisik William kepada Elsa.


"Aku juga senang kau bisa melupakan masa lalu kita. Sekarang kita sudah mendapat orang yang tepat" Bisik Elsa.


"Aku tau kau baru saja berciuman dengan dia" Bisik William.


"Diamlah, atau aku akan mencubit mu seperti Dafa" Bisik Elsa.


"Aww lepaskan! Sakit woi!" Ucap Dafa kepada Elsa.


"Oh iya, maaf" Ucap Elsa, lalu melepaskan cubitan nya.


"Dimakan, dimakan" Ucap Bastian kepada mereka semua.


Mereka memakan makanan yang di beli tadi sambil cerita dan tertawa bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2