
Luna mengirim pesan suara kepada Kinara. Kinara yang melihat notifikasi dari Luna langsung membaca chat Luna. Ia mendengar pesan suara yang di kirim oleh Luna.
"Papa sebentar lagi kita akan punya cucu!!" Ucap Kinara dengan bahagia.
"Aku turut bahagia sayang" Ucap Adrian dengan senyuman lebar nya.
"Mama tidak sabar lagi mau menggendong cucu Pa. Tidak masalah jenis kelamin nya apa, yang penting cucu kita lahir dengan selamat!"
Adrian menggeleng melihat Kinara.
"Hamil aja belum sayang"
"Sebentar lagi kan Sella udah hamil Pa. Papa gimana sih, seperti tidak pernah di masa itu aja"
"Iya, iya, Papa salah Ma" Ucap Adrian sambil memeluk istri nya.
...***...
Setelah lama, akhirnya Sella sadar. Sella merasakan seluruh tubuh nya sakit, kepala nya sedikit pusing, dan perut yang tidak enak.
Perlahan Sella duduk di atas ranjang. Ia terkejut melihat dirinya yang tidak memakai apa-apa. Ia melihat sekeliling ranjang dan menemukan seorang pria di bawah selimut. Dengan hati-hati Sella mengangkat selimut itu dan melihat pria itu.
"Siapa kamu?!" Tanya Sella dengan waspada.
Pria itu mulai menggerakkan tubuh nya. Ia duduk dengan kepala menunduk. Karena semakin takut nya, Sella tidak sengaja menampar pria itu dengan kuat.
Plak
"Jangan mendekat!" Ucap Sella dengan berani dan takut.
Pria itu memegang pipi nya yang di tampar, lalu mengangkat kepalanya.
"Ini aku, suami mu" Ucap William.
"Eh?" Raut wajah Sella langsung berubah menjadi raut wajah bersalah.
"Will-William? Ma-maaf, aku tidak tau itu kamu. Apa yang barusan sakit?" Tanya Sella sambil memegang pipi William yang di tampar nya.
"Tidak sesakit yang saya lakukan kepada kamu" Jawab William.
"Hei! Pantas saja seluruh tubuh ku terasa berat dan sakit, ini semua ternyata ulah kamu" Ucap Sella.
"Saya hanya memberi kamu obat penawar" Jawab William.
"Obat penawar? Oh aku ingat! Ini semua ulah Luna. Dia memberi ku bir dan menyuruh ku menghabiskan nya! Dasar teman tidak berakhlak! Aku akan memberi nya pelajaran!" Ucap Sella yang sudah berdiri di atas kasur.
"Kamu keluar tidak memakai pakaian?" Tanya William.
"Oh iya aku lupa. Ngomong-ngomong pakaian ku dimana?"
"Tidak ada kata lupa! Sebelum keluar harus memakai pakaian!" Tegas William.
"Aku tau hehe" Jawab Sella.
Sella melihat pakaian nya berada di atas kursi roda William. Ia mengambil pakaian nya, lalu memakai nya.
"Kamu tidak pakai pakaian Will?" Tanya Sella yang sudah selesai memakai pakaian nya.
"Bawakan ke sini" Jawab William.
Sella mengambil pakaian William yang ada di kursi roda, lalu memberinya kepada William.
__ADS_1
"Bantu pakaian kan" Ucap William.
"Huh dasar manja!" Jawab Sella yang mulai membantu William memakaikan pakaian nya.
"Ternyata William orang yang pembersih ya, bukti nya dia tidak meletakkan pakaian di lantai. Bukan di rumah Luna saja, di rumah kami juga begitu. Dia akan meletakkan pakaian di tempat yang rasanya bersih" Batin Sella.
"Aku setuju" Ucap William.
"Maksud kamu?" Tanya Sella yang berusaha mencerna omongan William.
"Saya setuju untuk pengobatan kaki saya" Ucap William.
Wajah Sella berbinar-binar setelah mendengar perkataan William.
"Kamu serius?"
"Kalau saya tidak serius, saya tidak akan mengatakan nya" Jawab William.
"Nanti aku akan memberitahu kepada Mama, sekarang kita keluar dulu" Ucap Sella yang membantu William duduk di kursi roda nya.
Sella mendorong kursi roda William. Mereka keluar dari kamar tamu Luna.
"Luna" Panggil Sella.
Luna yang sedang menonton terkejut mendengar suara Sella.
"Mereka sudah bangun? Cepat sekali. Habislah riwayat ku" Batin Luna.
"Ya?" Jawab Luna seperti tidak terjadi apa-apa.
"Kamu! Dasar tidak berakhlak!" Ucap Sella yang mendekati Luna, lalu memukul nya memakai bantal.
"Aku salah, aku salah" Ucap Luna.
"Eh itu wajah William kenapa? Kamu nampar suami mu sendiri Sell?" Tanya Luna yang menahan tawanya.
"Ini semua bukan nya gara-gara kamu ya?" Jawab Sella sambil meletakkan bantal di atas sofa.
"Sella, kita pulang saja, masih banyak pekerjaan yang belum selesai" Ucap William seketika.
"Oh ya. Kami pulang dulu Lun. Sampai ketemu lain waktu" Ucap Sella, lalu mendorong kursi roda William.
"Iya. Hati-hati di jalan" Ucap Luna yang mengantar mereka sampai ke dalam mobil.
Sella mengendarai mobil nya tadi, sedangkan mobil William yang satu lagi di bawa pulang oleh supir.
"Kamu tau bawa mobil Will?" Tanya Sella sambil menyetir.
"Saya tau" Jawab William.
"Emang tidak kaku ya? Soalnya kamu sudah lama kan tidak menyetir?"
"Saya tidak tau sayang, tunggu kaki saya sembuh baru kita melihat nya"
"Iya suami ku" Ucap Sella.
William melihat keluar jendela, ia seperti sedang memikirkan sesuatu.
"Kayak nya William lagi banyak pikiran deh. Mungkin perusahan sedang tidak stabil atau sedang memikirkan hal lain. Entahlah, belakangan ini dia sering ngelamun" Batin Sella.
Sella mengantar William pulang ke rumah mereka. Sella pamit kepada William untuk kerumah lama nya sebentar. Sella ingin mengambil sesuatu yang berharga.
__ADS_1
Tin, tin, tin
Para pelayan tau kalau itu mobil Sella. Mereka membuka pintu gerbang dan menyilahkan nya untuk masuk.
"Selamat datang kembali Nona" Ucap para pelayan.
"Tidak usah sok baik, saya tidak membutuhkan itu" Ucap Sella, lalu masuk ke dalam rumah nya.
"Sella?" Tanya Marvin.
"Aku kesini hanya mau mengambil barang ku yang ketinggalan" Ucap Sella.
"Barang apa? Siapa tau Papa bisa membantu kamu mencarikan nya" Tanya Marvin.
"Kalung yang di tinggalkan Mama untuk ku. Aku hanya mau mengambil itu. Apa Papa bisa membantu ku mencarikan nya?" Ucap Sella.
"Ka-kalung itu?"
"Yaa???"
"Papa!!!!" Teriak Crystal dari lantai atas.
"Papa aku mau baju keluaran terbaru ini, belikan untuk ku ya pa!!" Ucap Crystal sambil menuruni anak tangga.
Crystal terkejut melihat Sella sedang berdiri di depan Marvin.
"Sella? Kamu kok kesini?" Tanya Crystal seperti mengejek.
"Dimana kalung yang Papa berikan kepada kamu?" Tanya Marvin kepada Crystal.
"Kalung? Maksud Papa kalung yang berwarna biru bentuk nya bulat?" Tanya Crystal.
"Ya" Jawab Marvin.
"Aku menyimpan nya, aku tidak suka memakai nya karena sangat jelek dan norak. Kenapa? Papa mau meminta nya?"
Mendengar ucapan Crystal, Sella benar-benar ingin menampar nya.
"Sabar Sella, dia hanya anak yang tidak tau apa-apa" Batin Sella.
"Bawa kemari" Ucap Marvin.
"Sebentar"
Crystal berlari ke dalam kamar nya.
15 menit kemudian
"Ini Pa" Ucap Crystal.
Marvin mengambil kalung yang di pegang oleh Crystal.
"Ini yang kamu cari?" Tanya Marvin kepada Sella.
"Ya. Aku pulang dulu" Jawab Sella sambil mengambil kalung itu, lalu pergi.
"Cih hanya kalung murahan saja!" Ucap Crystal dengan suara pelan.
"Papa, aku mau baju ini, boleh ya??" Ucap Crystal dengan manja.
"Tidak ada uang!" Jawab Marvin lalu meninggalkan Crystal.
__ADS_1
"Ihh!!! Ini pasti gara-gara wanita jelek itu! Dia memang tidak punya hati! Hanya memikirkan dirinya sendiri! Setelah menikah dia malah makin berani saja melawan aku! Lihat saja nanti!" Batin Crystal.