
"Berita hari ini, ternyata Tuan William sudah bisa berjalan seperti biasanya, dan ada informasi yang mengatakan kalau Nyonya Sella sedang hamil. Untuk mengetahui kebenaran nya, mari saksikan berita ini"
Entah kenapa para wartawan bisa berdatangan ke rumah Sella dan William.
"Tuan, kapan anda melakukan pengobatan kaki anda? Kenapa anda tidak mempublikkan nya?"
"Nyonya Sella, apa benar anda sedang hamil? Apa anak yang ada di kandungan Nyonya Sella benar anak Tuan William?"
"Hah? Kenapa kamu mengajukan pertanyaan seperti itu?" Tanya Sella tak terima.
"Kami mendengar kalau itu bukan anak Tuan Wiliam"
"Kata siapa itu?!" Ucap William tak terima.
"Aku" Ucap seseorang dengan suara wanita.
"Kau?!" Ucap Sella yang menahan emosi nya.
"Halo Kakak, kita berjumpa lagi. Eh kok aku manggil Kakak? Kita kan tidak sedarah" Ucap nya yang tak lain adalah Crystal.
"Apa maksud kamu?" Tanya Sella.
"Lho? Yang aku katakan benar kan? Kamu tidak mungkin tidak sama seperti Mama kamu. Mana mungkin itu anak William, kalian kan tidak pernah berhubungan, soalnya dulu William cacat, mana bisa melakukan itu" Ucap Crystal.
Sella menarik nafas nya dengan panjang.
"Kamu tau apa tentang kehidupan rumah tangga seseorang? Diri kamu aja tidak bisa kamu urus, ngapain kamu ngurus orang lain? Crystal, kamu itu sudah dewasa, seharusnya sudah bisa berpikir lebih dewasa, jangan tubuh aja yang dewasa Crystal" Ucap Sella.
"Diam! Yang seharusnya menikah dengan William adalah aku! Kau harus menyingkir!" Ucap Crystal.
"Kami tidak punya waktu untuk melayani orang seperti kalian! Pergilah!!" Tegas William.
"Pengawal, usir mereka semua!" Ucap Haiden kepada pengawal-pengawal.
__ADS_1
"Laksanakan!"
"Lepaskan, lepaskan! Aku adalah Nyonya disini!" Ucap Crystal memberontak.
"Kau tidak akan mendapatkan apa-apa Crystal. Apa yang kau tanam, itu lah yang kau tuai" Ucap Sella sambil menatap Crystal dengan tajam.
"Aaaa!!!" Crystal berteriak seperti orang gila.
"Huff" Sella kelelahan, ia terjatuh, dan untung saja di tangkap oleh William.
William menggendong Sella ke dalam kamar mereka.
"Kamu minum dulu" Ucap William sambil memberikan teh kepada Sella.
Sella menghabiskan segelas air.
"Sudah merasa enakan?" Tanya William.
"Kamu mau makan apa?"
"Kebab" Jawab Sella.
"Sebentar" William menyuruh Haiden untuk membeli kebab.
10 menit kemudian, kebab Sella sudah sampai.
"Kenapa Crystal selalu mengganggu hubungan kita? Apa kita punya salah sama dia?" Tanya Sella sambil memakan kebab nya.
"Mungkin dia iri sama kamu" Jawab William.
"Lalu karena iri, dia harus mencampuri semua urusan kita?" Ucap Sella.
"Nama nya juga manusia yang tidak waras sayang" Ucap William, lalu mengelus kepala Sella.
__ADS_1
Luna yang melihat berita di tv merasa tidak senang. Luna tidak suka sahabat nya di fitnah seperti itu. Luna mengambil handphone nya, lalu menghubungi Dafa.
"Ya?" Tanya Dafa dari seberang sana.
"Minta nomor Elsa!"
"Dasar gadis merepotkan!" Ucap Dafa, lalu mengakhiri percakapan mereka.
Dafa yang sedang rapat di perusahaan, mengirim nomor Elsa kepada Luna.
Dret, dret, dret
Handphone Elsa berbunyi.
"Siapa?" Tanya Elsa dengan nada kasar.
"Aku Luna" Jawab nya dari seberang sana.
"Oh Luna, maaf, maaf. Ada apa ya?"
"Kamu bekerjasama dengan Crystal untuk mempermalukan Sella ya?!" Tanya Luna.
"Aku tidak ada. Aku tidak melakukan apapun Luna" Jawab Elsa.
"Kamu sedang berbohong?" Tanya Luna.
"Aku tidak berbohong, aku benar-benar tidak tau apa yang di lakukan Crystal hari ini"
"Kalau kau berbohong, terimalah akibat nya" Ucap Luna, lalu mengakhiri percakapan mereka.
"Crystal!! Ini semua gara-gara kamu! Aku tidak bersalah! Aku tidak melakukan apa-apa! Aku tidak suka di tuduh sembarangan seperti ini!" Ucap Elsa pada diri nya sendiri.
Elsa perlahan menjadi tidak menyukai Crystal.
__ADS_1