
Luna dan Sella sedang duduk di taman. Mereka melakukan hal yang jarang mereka lakukan. Sella melukis Luna, sedangkan Luna melukis Sella.
"Harus cantik ya" Ucap Luna.
"Apapun katanya, punya kamu nanti yang paling bagus" Ucap Sella.
"Lukisan kamu juga bagus kok"
Sella tersenyum mendengar perkataan Luna.
"Aku mau bertanya" Ucap Luna kepada Sella.
Mereka berdua berbicara sambil melukis.
"Tanya saja" Jawab Sella.
"Kalung yang kamu pakai, peninggalan ibu kamu ya?" Tanya Luna.
"Oh kalung ini? Ya kamu benar" Jawab Sella yang menunjukkan kalung nya.
"Kenapa kamu baru pakai sekarang?"
"Dulu aku memakai kalung ini, tapi Crystal memaksa ku untuk memberikan kalung ini kepada nya. Karena aku tidak mau ada konflik, aku berikan saja kalung ini kepada nya"
"Lalu, kenapa sekarang kau bisa memakai nya?"
"Dia tidak menyukai kalung ini lagi, aku minta kembali deh, soalnya ini peninggalan dari Mama" Jawab Sella.
"Kamu tau tentang kalung itu?" Tanya Luna serius.
"Maksud kamu?"
"Kata Nenek aku, kalung berwarna biru berbentuk bulat seperti yang kamu pakai, hanya ada satu diduia. Kalung itu di pakai oleh keluarga terkenal. Aku lupa nama keluarga nya. Lanjut ya, kalung itu akan di berikan kepada anak tengah mereka" Ucap Luna.
"Jadi, apa aku ini anak tengah?" Tanya Sella.
__ADS_1
"Kemungkinan besar begitu. Oh ya, kalau tidak salah keluarga itu menamakan kalung itu, kalung Saross"
"Alangkah baik nya kalau Nenek kamu masih hidup, kita bisa mencari siapa Ayah dan keluarga ku" Ucap Sella.
"Pasti kita menemukan nya Sella! Tapi aku curiga, mungkin nanti mereka yang mencari kamu, bukan kamu yang mencari mereka" Ucap Luna.
"Kenapa begitu?"
"Soalnya kamu sudah masuk tv, berita, dan lain-lain. Apalagi tadi, kalung kamu kan terekam, pasti mereka mencari keberadaan kamu Sella" Ucap Luna.
"Tapi aku takut mereka akan memperlakukan ku dengan buruk"
"Tidak Sella, Nenek aku pernah berkata, keluarga yang memiliki kalung Saross adalah keluarga yang baik, mereka tidak pernah sombong, kalau kamu bisa, kamu berteman lah dengan anak-anak nya"
"Tapi kan kita tidak tau mereka sayang sama ku atau tidak Luna"
"Mereka sayang sama kamu Sella, Nenek pernah cerita sama aku. Nenek menceritakan keluarga kamu saat aku masih kecil, tidak mungkin aku bisa mengingat semua nya. Yang aku ingat, Nenek pernah bilang kalau mereka sedang mencari putri mereka yang hilang"
"Huh entahlah, semoga saja mereka tidak sejahat Marvin, Tina, dan Crystal" Ucap Sella.
"Cukup Luna, aku tidak mau membahas tentang keluarga atau pun kalung ini"
"Baiklah, aku mengerti" Jawab Luna.
Luna tau Sella sangat sedih. Pertama dia kehilangan ibu nya, kedua dia selalu di siksa oleh keluarga nya, ketiga ternyata dia bukan anak kandung Marvin, keempat dia harus mencari siapa Ayah kandung nya, kelima ia belum tau apa yang akan ia hadapi nanti nya.
"Sella sebentar lagi hamil, apa dia sanggup menghadapi semua nya?" Batin Luna.
"Yang aku takutkan sekarang, keluarga Sella tidak mau merestui hubungan Sella dan William"
"Semoga mereka berdua di beri kemudahan"
"Aku sangat kasihan kepada Sella" Batin Luna.
"Selesai!" Ucap Sella sambil tertawa.
__ADS_1
"Lambat" Jawab Luna.
"Ha? Jadi kau sudah selesai dari tadi?"
"Ya, aku bosan menunggu mu" Jawab Luna.
"Ih cepat banget sih Luna! Mana? Aku mau lihat"
Luna memberikan lukisan nya kepada Sella.
"Mana punya kamu?" Tanya Luna.
"Ini" Jawab Sella sambil memberikan lukisan nya kepada Luna.
Sella sangat terpesona kepada lukisan Luna. Luna memang pelukis yang handal.
"Gila, cantik banget" Ucap Sella.
"Punya kamu juga bagus, sudah ada kemajuan" Ucap Luna.
"Bisa mirip banget sama aku! Gila, aku suka banget Luna"
"Aku juga suka lukisan kamu"
"Aku tau kamu, kamu tetap menghargai jerih payah orang walaupun hasilnya kurang memuaskan" Ucap Sella.
"Ya, apalagi kalau itu dari kamu. Aku akan selalu menyimpan nya dan melihat kembali saat aku ada waktu" Ucap Luna.
"Hahaha kamu memang sahabat aku yang paling baik deh" Ucap Sella yang hampir memeluk Luna.
"Jangan peluk Sella, nanti noda nya lengket"
"Oh iya, bersih-bersih yok"
"Iyaaa"
__ADS_1
Luna ikut bahagia kalau Sella bahagia, Luna ikut sedih kalau Sella sedang sedih. Apapun situasi nya, Luna akan selalu ada di samping Sella. Luna sangat bersyukur bisa mendapat sahabat sebaik Sella. Sella juga bersyukur Luna selalu ada di samping nya. Mereka berdua adalah sahabat yang bahagia dan harmonis.