Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
16


__ADS_3

Ddrrrtt, ddrrrtt, ddrrrt


Ponsel Sella berdering berkali-kali. Sella tidak mendengar ada yang menelepon karena dia sibuk bercinta dengan William. Untuk yang ke beberapa kali, akhirnya Sella mendengar ponsel nya bergetar. Ia mengambil ponsel dari dalam tas nya, lalu mengangkat telepon dari Luna.


"Kamu dari mana saja?! Kenapa dari tadi tidak mengangkat telepon?!" Tanya Luna dari seberang sana dengan marah-marah.


"Aku tidak mendengar suara handphone ku" Jawab Sella.


"Huh ya sudah lah! Aku sudah sampai di rumah ku, aku menunggu kedatangan mu!" Ucap Luna lalu mengakhiri percakapan mereka.


"Ckckck dasar pemarah" Ucap Sella dengan suara kecil.


Sella duduk kembali di atas ranjang, lalu mencium kening William. Sella pergi secara diam-diam, soalnya Sella tidak mau membangunkan William dari tidur nyenyak nya.


"Beritahu Tuan mu aku ke rumah Luna" Ucap Sella kepada pengawal yang ada di luar pintu.


"Baik Nyonya"


Sella keluar dari perusahaan dan masuk ke dalam mobil. Sella menyetir sendirian, ia sedang malas di antar oleh supir.


Beberapa saat kemudian Sella sampai di rumah Luna. Sella memarkirkan mobil nya, lalu mengetuk-ngetuk pintu rumah Luna.


Dengan cepat Luna membukakan pintu rumah nya. Luna menyambut kedatangan Sella.


"Kamu makin gemuk aja Sell" Ucap Luna sambil tertawa.


"Gemuk dari mana? Kayaknya mata kamu salah deh" Ucap Sella sambil berjalan masuk ke dalam rumah Luna.


"Pipi kamu makin tembem" Jawab Luna sambil mencubit pipi Sella.


"Aduh sakit Luna"


"Hahaha, aku bawa oleh-oleh, ayo kita makan" Tawar Luna.


"Kamu mau nambah lemak ya?" Tanya Sella bercanda.


"Aku mau nambah daging, bukan lemak" Jawab Luna.


"Tidak pernah serius kamu" Ucap Sella.


"Kamu yang tidak pernah serius!" Ucap Luna lalu menggelitiki perut Sella.


"Lu-Luna geli, hahahah, hahaha, geli!!"


"Hahaha gimana? Enak kan?"


"Geli hahaha. Luna hentikan!"


Drrtt, ddrrtt, ddrrtt


"Sella ada yang nelpon tuh" Ucap Luna.


"Tolong ambilin handphone ku, aku tidak sanggup lagi" Ucap Sella yang berbaring di atas sofa.


"Ini"

__ADS_1


Sella mengangkat telepon.


"Ha-halo?" Ucap Sella dengan lemas.


"Kamu kenapa?" Tanya William dari seberang sana dengan khawatir.


"Aku tidak apa-apa, hanya kelelahan bermain dengan Luna" Jawab Sella.


"Bermain? Kamu main apa sama dia?" Tanya William.


"Kami hanya,,,"


"Ah Lu-Luna jangan!!" Ucap Sella yang masih bertelepon dengan William.


Luna sangat nakal, ia sengaja menggelitiki perut Sella lagi.


"Apa yang kalian lakukan?!!" Tanya William dengan kesal.


Tut, tut, tut


"Cih dia mengakhiri nya!" Ucap William.


...***...


"Kenapa kau mematikan ponsel ku?" Tanya Sella kepada Luna.


"Sssttt kamu diam saja" Jawab Luna lalu melanjutkan menggelitiki Sella.


"Hen-hentikan!!! Lu-Luna!!!"


Sella duduk di atas sofa, lalu meminum bir yang ditawarkan oleh Luna.


Beberapa saat kemudian


"Sudah aku minum sampai habis!" Ucap Sella dengan wajah merah.


"Bagus, bagus" Ucap Luna dengan senang.


"Huh panas" Ucap Sella yang mau membuka baju nya.


"Jangan di buka Sella. Sini ikut aku"


Luna membawa Sella ke kamar tamu.


"Panas!"


Luna mengambil tali, lalu mengikat tangan dan kaki Sella.


"Apa yang kau lakukan? Siapa kau?!" Ucap Sella yang sudah mabuk.


"Maaf Sella" Ucap Luna, lalu menutup mulut Sella dengan kain.


"Uhmm!! Uhmmm!!"


Luna menutup pintu kamar Sella.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian


Tok, tok, tok


"Akhirnya datang juga" Ucap Luna dengan bahagia.


Luna membuka pintu rumah nya.


"Dimana dia?" Tanya William dengan sedikit marah.


"Di dalam kamar" Jawab Luna.


"Bawa aku ke sana" Ucap William.


"Em baiklah" Luna membawa William ke kamar tamu.


Luna membuka pintu itu.


"Silahkan masuk" Ucap Luna.


William masuk ke dalam kamar, lalu melihat Sella berada di atas ranjang dengan wajah meminta tolong.


"Selamat menikmati" Ucap Luna lalu menutup pintu kamar nya.


"Huff orangtua William memang aneh deh. Bisa-bisanya mereka curiga kenapa Sella tidak hamil-hamil. Pokoknya aku sudah membantu mereka. Aku hanya bisa sampai di sini" Batin Luna.


"Kamu mabuk" Ucap William sambil melepas semua ikatan Sella.


"Siapa kamu?! Jangan berani menyentuh ku! Aku sudah menikah!" Ucap Sella waspada.


"Aku suami mu" Jawab William.


"Diam! Kau bukan suami ku! Kau sama sekali tidak mirip dia!"


"Oh kalau begitu siapa nama suami mu?" Tanya William.


"Will-William! Kalau kamu berani menyentuh ku, aku jamin dia tidak akan melepaskan mu!"


"Bahkan suami sendiri kamu tidak mengenali nya sayang" Ucap William.


William memeluk pinggang Sella. Perlahan satu tangan nya mulai meraba tubuh Sella.


"Lepaskan!!" Ucap Sella memberontak.


"Kamu harus di beri obat penawar istri ku" Bisik William.


Kedua tangan William mulai nakal. Ia menjalani seluruh tubuh Sella.


"Ma-maafkan aku Will, aku mengkhianati mu" Ucap Sella dengan suara pelan.


"Saya suami kamu Sella" Ucap William dengan sedikit tertawa.


"Ah! Uhmmm!"


"Cih aku terpaksa harus merekam suara mereka dari belakang pintu. Orangtua William memang meresahkan. Aku sungguh merasa konyol dan malu" Batin Luna.

__ADS_1


__ADS_2