Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
18


__ADS_3

"Tuan, kita kedatangan tamu" Ucap Haiden kepada William.


William yang sedang membaca di ruang baca merasa terganggu.


"Siapa?" Tanya William yang menutup buku bacaan nya.


"Sepertinya Tuan Dafa, Tuan" Jawab Haiden.


"Ada keperluan apa dia datang?"


"Katanya mau bertemu dengan anda Tuan" Jawab Haiden.


"Biarkan saja dia menunggu" Ucap William, kemudian membuka buku bacaan nya.


30 menit kemudian.


"William lama banget, udah 30 menit ini" Ucap Dafa yang mulai bosan.


"Selamat datang Nyonya"


Dafa melihat seorang wanita yang baru saja masuk dari pintu. Dafa terpesona melihat wanita itu, wanita itu benar-benar sangat cantik.


"Waw siapa dia?" Tanya Dafa kepada dirinya sendiri.


Sella melihat ada seorang pria duduk di sofa ruang tamu. Sella penasaran siapa pria itu, ia mendekati pria itu dan bertanya.


"Kamu siapa?" Tanya Sella.


"Saya teman nya William, Dafa Frey" Jawab Dafa yang berdiri dari tempat duduk nya.


"Mau ketemu sama William ya?" Tanya Sella.


"Ya, saya sudah lama menunggu dia. Ngomong-ngomong anda istri nya William ya?"


"Ya saya istri nya, Abigail Grisella Alexander. Panggil Sella aja"


"Salam kenal" Ucap Dafa yang menjulurkan tangan kanan nya.


Dengan ragu, Sella ikut menjulurkan tangannya dan hendak menyalam Dafa.


"Hentikan!" Terdengar suara William mendekat ke mereka.

__ADS_1


Sella menarik tangan nya kembali.


"Akhirnya muncul juga" Ucap Dafa yang ikut menarik tangan nya kembali.


"Masuk" Ucap William kepada Sella, yang dapat di artikan kalau William menyuruh Sella masuk ke dalam kamar.


Tanpa menjawab William, Sella pergi ke kamar.


"Ternyata istri mu lebih cantik dari mantan mu. Pantas saja kau dapat berpindah hati" Ucap Dafa yang kembali duduk di sofa.


"Itu hanya masa lalu! Aku sekarang hanya mencintai istri ku" Jawab William.


"Oh baiklah. Aku dengar wanita itu akan pulang sebentar lagi. Dari info yang aku tau, wanita itu masih jomblo sampai sekarang" Ucap Dafa.


"Apa urusan nya dengan saya?" Tanya William.


"Siapa tau kamu mau menjemputnya ke bandara, trus kalian makan di restoran mewah, trus kalian berbelanja bersama" Jawab Dafa.


"Perhatian itu hanya istri ku yang bisa mendapatkan nya. Semua itu hanya masa lalu Dafa. Biarpun kamu mengingatkan ku tentang masa-masa kami yang indah, aku tidak akan mau mengulangi nya" Ucap William.


"Hahaha kamu sudah di butakan oleh cinta" Ucap Dafa dengan tertawa.


"Semua orang akan menemukan seseorang yang tepat untuk dirinya Dafa. Suatu saat kamu akan menarik kata-kata bodoh mu yang kau ucapkan saat ini. Ingatlah itu"


Dafa di antar oleh Haiden sampai ke depan mobil nya.


"Hati-hati di jalan Tuan" Ucap Haiden.


...***...


"Keluarlah. Tidak perlu bersembunyi begitu" Ucap William.


Sella dari tadi tidak masuk ke dalam kamar. Ia bersembunyi di belakang tembok dan mendengar percakapan William dan Dafa.


Sella berjalan mendekati William dan berdiri di belakang kursi roda William.


"Will" Panggil Sella.


"Aku tidak dapat mendengar mu" Ucap William.


Sella mengerti maksud William. Sella berdiri di depan William, lalu duduk di atas paha William.

__ADS_1


"Will" Ucap Sella.


"Aku dapat mendengar mu" Jawab William.


"Omongan kamu dan Dafa tadi??"


"Ya??"


"Pokoknya kamu jangan selingkuh! Kamu harus ingat janji kamu!" Ucap Sella dengan mata berkaca-kaca.


"Sayang, itu hanya masa lalu. Wanita yang aku cintai itu hanya kamu"


"Pokoknya kamu jangan tinggalin aku! Aku tidak mau kejadian dulu terulang lagi! Di dunia ini hanya Mama yang menyayangi ku, tapi dia pergi meninggalkan ku sendirian. Aku tidak mau hal itu terjadi untuk yang kedua kalinya Will" Ucap Sella sambil meneteskan air mata.


William menghapus air mata Sella.


"Saya tidak akan meninggalkan kamu. Kamu percaya kan sama saya?"


"Aku tidak tau, kita hanya bisa melihat apa yang terjadi nanti" Ucap Sella yang bersandar di dada William.


William mengelus kepala Sella.


"Aku tidak akan mengecewakan mu"


"William" Ucap Sella dengan suara lemas.


William tetap mengelus kepala Sella.


Beberapa saat kemudian, Sella tertidur di dada William. William memanggil Haiden untuk mendorong kursi rodanya ke dalam kamar mereka.


Setelah sampai di kamar, William menyuruh Haiden keluar dan menutup pintu. Perlahan William memindahkan Sella ke atas ranjang. Setelah itu William ikut naik ke atas ranjang.


"Ja-jangan pergi"


"Aku disini sayang" Jawab William.


"Emmm William"


"Di samping kamu" Ucap William.


William menarik selimut untuk mereka berdua. William berbaring di samping Sella, lalu memeluk Sella.

__ADS_1


"Saya tidak akan mengecewakan kamu Sella" Ucap William, kemudian mencium kening Sella.


__ADS_2