
"Kak Lun, kapan kita bisa bertemu lagi dengan Papi dan Kakak? Queen rindu sama mereka, Queen mau ketemu sama mereka" Ucap Queen dengan ekspresi sedih.
"Sebentar lagi mereka pulang kok, Kak Michael sudah mengabari Kakak" Jawab Luna.
"Aku belum dapat kabar apa-apa, bagaimana aku tau kapan mereka pulang" Batin Luna.
"Queen mau telponan sama mereka, tapi jaringan disini tidak ada. Queen heran kenapa tidak ada jaringan di rumah ini" Ucap Queen.
"Mungkin sedang di perbaiki" Ucap Luna.
"Biasanya Queen tidak suka main handphone, dia hanya suka membaca novel dan buku-buku lain nya, tapi kenapa sekarang lebih suka buka handphone? Bisa gawat kalau begini terus, nanti dia diam-diam keluar rumah untuk mencari jaringan" Batin Luna.
"Queen jangan main handphone terus, nanti mata nya rusak lho" Ucap Sella.
"Habisnya Queen kesal Kak! Jaringan tiba-tiba tidak ada, padahal Queen mau memesan novel" Ucap Queen yang meletakkan handphone nya di atas meja.
"Iya sih, sudah beberapa hari jaringan tidak ada, aku jadi tidak bisa menghubungi Papi atau Kakak. Atau, harus keluar dulu untuk mencari jaringan ya?" Batin Sella.
"Kalau tidak, kita keluar untuk mencari jaringan?" Ucap Sella.
"Eh jangan, tidak boleh!" Ucap Luna.
"Kenapa? Kan hanya mencari jaringan" Ucap Sella.
"Aku harus kasih alasan apa lagi? Capek deh lama-lama gini terus. Tidak mungkin kan aku memberitahu mereka yang sebenarnya" Batin Luna.
"Di luar tidak aman Nyonya. Saya mendengar belakangan ini ada banyak pembunuhan" Ucap Rav seketika.
"Iya, banyak pembunuhan, aku takut kalian akan menjadi korban selanjutnya" Ucap Luna.
"Mana ada pembunuhan, alasan Rav terlalu berlebihan" Batin Luna.
"Ah Queen malas deh! Queen mau tidur aja!" Ucap Queen.
"Mimpi indah Queen" Ucap Luna.
"Bentar ya Sell" Ucap Luna kepada Sella.
Luna pergi dari samping Sella. Ia mengajak Rav untuk berbicara di tempat yang sepi.
"Ada apa Nona?" Tanya Rav.
"Aku mau keluar, kamu atur jadwal nya" Suruh Luna kepada Rav.
"Bukan nya saya melarang Nona, tapi di luar banyak orang yang terbunuh. Saya tidak mau anda menjadi salah satu korban nya" Ucap Rav.
"Kamu tidak bercanda?" Tanya Luna.
__ADS_1
"Saya tidak bercanda Nona. Saya sudah menyelidiki asal pembunuhan itu, mungkin target selanjutnya adalah rumah ini"
"Apa?! Kenapa kau tidak mengatakan nya dari kemarin?!"
"Saya baru mendapat informasi Nona" Jawab Rav.
"Kita harus pergi dari rumah ini. Siapkan tiket pesawat!" Suruh Luna.
"Saya sudah menyiapkan helikopter untuk kita. Tadi saya sudah menyuruh semua pelayan untuk meninggalkan kediaman ini sementara. Beberapa pengawal yang sedang sakit saya suruh pulang, beberapa pengawal lagi saya suruh untuk melindungi anda, Nyonya Sella, dan Nona Queen"
"Aku akan memanggil mereka" Ucap Luna.
"Aaaaa!!!!!"
Terdengar suara teriakan Queen dari dalam kamar nya.
"Queen!" Ucap Luna.
"Saya akan membawa Nyonya Sella, anda tolong selamatkan Nona Queen" Ucap Rav, lalu berlari ke ruang tamu.
"Mereka sangat cepat bergerak" Ucap Luna sambil berlari ke kamar Queen.
"Nyonya Sella" Ucap Rav.
"Apa yang terjadi?" Tanya Sella yang sudah menaiki tangga.
"Bagaimana dengan mereka?" Tanya Sella khawatir.
"Anda tenang saja, saya dan Nona Luna sudah mengatur nya"
Dor, dor, dor
"Jangan takut Nyonya" Ucap Rav.
Rav membawa Sella ke ruangan helikopter.
...***...
"Kak Luna" Ucap Queen ketakutan.
"Ssstttt, pegang aku erat-erat" Ucap Luna, lalu menggendong Queen.
Luna membawa Queen keluar dari kamar nya.
"Dimana dia?"
"Cari sampai dapat!"
__ADS_1
"Mereka terlalu banyak! Ternyata target nya adalah Queen" Batin Luna.
"Tutup mata kamu" Bisik Luna kepada Queen.
"Iya" Jawab Queen dengan penuh ketakutan.
Luna berlari dengan kencang. Ia mengambil jalan pintas untuk menuju ruangan helikopter. Luna sangat lega karena para pembunuh itu tidak mengikuti mereka.
Beberapa saat kemudian.
"Jalan" Ucap Luna yang baru saja masuk ke dalam helikopter.
"Queen" Ucap Sella dengan khawatir.
"Kamu duduk saja Sella! Keadaan sedang berbahaya!" Ucap Luna.
"Oh, baik" Jawab Sella.
Rav mulai menerbangkan helikopter mereka.
"Suara apa itu?" Tanya para pembunuh itu.
"Mereka kabur! Mereka melarikan diri!"
"Ikuti mereka!"
"Baik!"
Di atas sana.
"Sepertinya mereka mengikuti kita Rav" Ucap Luna.
"Sudah pasti Nona" Jawab Rav.
"Kita harus mencari tempat yang aman" Ucap Luna.
"Nyonya Sella dan Nona Queen sebaiknya istirahat terlebih dahulu. Kalian tidak perlu memikirkan masalah ini" Ucap Rav.
"Aku membawa minum, minum lah terlebih dahulu" Ucap Luna.
Luna memberikan minuman kepada Sella dan Queen.
Sella dan Queen meminum air yang di berikan Luna. Lalu, beberapa saat kemudian mereka tertidur.
"Ada apa Rav? Sepertinya kamu ingin menyampaikan informasi penting" Ucap Luna.
"Sebentar Nona. Kita mendarat dulu" Ucap Rav.
__ADS_1
"Baik"