
Sella, Luna, Queen, dan Rav akhirnya sampai di bandara. Mereka menaiki pesawat yang sudah di sediakan. Tak lama menunggu, pesawat mereka lepas landas.
Beberapa jam kemudian, mereka turun dari pesawat dan menaiki taxi yang sudah di sediakan. Mereka merasa lega, karena para orang asing tadi tidak mengetahui keberadaan mereka ada dimana.
"Kak Lun, apa kita akan bertemu dengan Papi dan Kakak?" Tanya Queen kepada Luna dengan suara kecil.
"Iya, kita akan sampai sebentar lagi" Jawab Luna sambil mengelus kepala Queen.
"Queen minta maaf untuk kejadian tadi" Ucap Queen berulang kali.
Dari tadi Luna sudah memaafkan Queen saat di pesawat, tapi Queen tetap saja meminta maaf kepada Luna.
"Sudahlah, jangan meminta maaf lagi" Ucap Luna kepada Queen.
Queen tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Luna.
2 jam di perjalanan, mereka berempat sampai di rumah Bastian. Rav dan Luna sangat yakin kalau rumah itu di tempati oleh Bastian. Mereka turun dari taxi, lalu berjalan ke gerbang rumah Bastian.
Kebetulan gerbang rumah Bastian sedang terbuka, mereka menerobos masuk saja, kemudian berjalan ke depan pintu rumah Bastian. Rav menekan bel yang ada di samping pintu.
Di dalam rumah.
"Siapa yang datang?" Tanya Bastian pada dirinya sendiri.
"Kayaknya ada orang di luar deh Pi, coba Papi lihat" Ucap Michael yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Bastian berdiri dari sofa nya, lalu berjalan ke arah pintu.
Bastian membuka pintu rumah nya.
"Halo Tuan" Ucap Rav.
Bastian terkejut melihat kedatangan mereka. Bastian melihat pakaian mereka agak berantakan, Bastian menyuruh mereka masuk dan membersihkan diri terlebih dahulu.
"Ada apa Pi? Kenapa mereka tiba-tiba datang kesini?" Tanya Michael dengan penuh kebingungan.
"Papi juga tidak tau, nanti kita tanya bersama-sama" Jawab Bastian.
"Apa aku perlu menghubungi William?" Tanya Michael dengan suara kecil.
"Terserah kau saja" Jawab Bastian.
Michael membuka handphone nya, lalu memberi tahu William tentang kedatangan Sella, Queen, dan Luna.
__ADS_1
"Kau sudah menghubungi dia?" Tanya Bastian kepada Michael.
"Sudah Pi, katanya kita mulai saja rencana yang sudah di sepakati. Semakin cepat di lakukan, semakin cepat selesai" Jawab Michael.
"Ya bagus, bagus"
"Papi, Kakak!!!" Ucap Queen sambil berlari dari kamar mandi ke ruang tamu.
"Iya Putri Papi?" Ucap Bastian.
Queen duduk di samping Bastian, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Bastian.
"Queen rindu" Ucap Queen.
"Papi juga rindu sama Queen" Jawab Bastian sambil mengelus kepala putri nya.
"Papi, hiks, Queen takut" Ucap Queen dengan mata berkaca-kaca, kemudian memeluk Bastian.
"Ada apa sayang?" Tanya Bastian.
"Ada yang mau melukai Queen. Queen takut" Jawab Queen.
"Maksud kamu?" Ucap Bastian yang masih bingung.
"Kamu duduk saja" Ucap Bastian.
"Baik Tuan"
"Jadi begini Tuan,,"
Rav menceritakan semua kejadian kepada Bastian dan Michael. Saat mendengar cerita dari Rav, Bastian sangat geram kepada orang asing itu. Dari dulu sampai sekarang mereka ingin mencelakai Queen. Dulu Bastian ingin membunuh mereka semua dan atasan nya, tapi orang asing itu meminta maaf dan tidak pernah melakukan penyerangan lagi. Tapi sekarang mereka mulai melakukan penyerangan lagi, hal ini tentu saja harus di hindari.
Bastian menyuruh Rav untuk memberitahu kepada mata-mata mereka supaya orang-orang asing itu di bunuh. Mereka semua harus mati, tidak boleh ada yang tersisa sedikitpun.
"Baik Tuan, akan saya laksanakan!" Jawab Rav.
"Tidak usah terburu-buru, hari ini kamu istirahat saja, kesehatan itu perlu" Ucap Bastian.
"Baik Tuan, terimakasih atas kebaikan anda" Jawab Rav.
"Kamar kamu di lantai 3 paling ujung" Ucap Michael kepada Rav.
"Baik Tuan, terimakasih" Ucap Rav.
__ADS_1
"Saya istirahat dulu Tuan dan Nona" Rav pamit, lalu pergi untuk masuk ke kamar nya.
"Putri Papi tenang aja, semua sudah Papi bereskan" Ucap Bastian sambil mencium kening Putri nya.
"Iya. Queen juga mau istirahat Pi, bolehkan?" Ucap Queen dengan wajah kelelahan.
"Iya sayang" Jawab Bastian.
"Kakak tidak antar kamu ke kamar ya. Kamar kamu di lantai 2, pintu nomor 1" Ucap Michael.
"Iya. Queen tidur dulu" Ucap Queen.
Tak berapa lama kemudian, Sella dan Luna duduk di ruang tamu bersama dengan Bastian dan Michael.
"Bagaimana kandungan kamu?" Tanya Michael kepada adik nya.
"Baik kok" Jawab Sella.
"Kalian jaga kesehatan, masalah tadi Papi sudah urus kok, kalian tidak perlu memikirkan nya" Ucap Bastian.
"Iya Pi" Jawab Sella.
"Iya om" Ucap Luna.
"Ngomong-ngomong kalian lelah kan? Istirahat lah, kamar sudah di sediakan" Ucap Bastian.
"Kamar kalian ada di lantai 1, pintu ke 4. Kalian tidur berdua saja ya, soalnya kasur di kamar itu besar" Ucap Michael.
"Iya, Papi dan Kakak kami istirahat dulu" Ucap Sella.
"Pamit dulu om, Kak" Ucap Luna.
Luna dan Sella berjalan ke arah kamar mereka.
Mereka berdua masuk ke dalam kamar. Luna mengunci pintu kamar, lalu menyusul Sella berbaring di kasur.
Luna dan Sella menarik selimut mereka masing-masing.
"Selamat beristirahat Sella" Ucap Luna.
"Selamat istirahat Luna" Jawab Sella.
Luna dan Sella menutup matanya. Mereka benar-benar mengantuk.
__ADS_1
"Kapan kehidupan ini bisa berjalan seperti biasanya?" Batin Sella.