
Akhirnya pengobatan kaki William selesai di lakukan. William hanya perlu sering latihan berjalan, setelah itu ia akan berjalan seperti sebelum nya.
Sella, Kinara, dan Adrian, senang melihat William bisa pulih kembali. Kinara mengajukan untuk merayakan pengobatan kaki William. Acara nya sederhana, mereka cukup makan-makan bersama di rumah Sella dan William.
Saat sudah berada di rumah, William menyuruh Sella untuk mengabari Dafa tentang pengobatan nya. Sella mengambil handphone William, lalu membuka WhatsApp, dan mencari kontak Dafa.
"Pesan ketik aja ya" Ucap Sella.
"Iya" Jawab William.
"Pengobatan nya berjalan dengan lancar, sebentar lagi aku akan berjalan seperti biasanya."
Cekling.
Sebuah pesan masuk dari handphone Dafa.
Dafa tidak langsung membaca pesan William, dia sedang berada di kamar mandi.
Elsa yang sedang merapikan meja, melihat sebuah pesan masuk ke handphone Dafa. Ia melihat pesan itu di kirim oleh William. Elsa melihat sekitar dan membaca pesan dari William di layar utama.
"Pengobatan? Jadi William sudah bisa jalan? Kenapa tidak di publik?" Batin Elsa.
"Kamu sedang apa?" Tanya Dafa yang baru saja keluar dari kamar mandi.
"Sedang merapikan meja" Jawab Elsa seperti biasa.
"Tolong ambil handphone ku"
"Oh, ini" Ucap Elsa sambil memberikan handphone Dafa.
Dafa menghidupkan handphone nya, lalu melihat pesan dari William.
"Bagus kawan, aku ikut bahagia. Aku pasti akan datang menjenguk mu" Balas Dafa.
Cekling, Sella melihat pesan dari Dafa.
"Will, Dafa udah balas" Ucap Sella.
William sedang berlatih berjalan bersama Haiden di dalam rumah. Kalau Sella, ia mengikuti mereka berdua dari belakang.
"Sini lihat" Jawab William.
Sella memberikan handphone kepada William.
"Ketik, besok malam" Ucap William.
"Oke"
Sella mengambil handphone William kembali.
"Besok malam"
Dafa langsung membaca pesan dari William.
__ADS_1
"Baik" Balas Dafa.
"Dia bilang, baik" Ucap Sella.
"Biarkan saja" Jawab William.
William melanjutkan berlatih berjalan nya.
"Mereka sangat romantis" Ucap Kinara yang melihat mereka dari lantai atas.
"Dulu kita juga begitu Ma" Ucap Adrian.
"Andai mereka sudah punya anak"
"Anak? Luna ada kabar bahagia lho Tante dan Om" Ucap Luna dengan semangat.
"Kabar bahagia apa Luna?" Tanya Kinara penasaran.
"Sella sebentar lagi hamil, bisa di bilang besok atau lusa" Ucap Luna.
"Kamu bercanda ya?" Tanya Adrian sambil tertawa.
"Tidak Om, Luna tidak bercanda dan tidak berbohong. Antara besok atau lusa Sella sudah hamil"
"Kamu tau dari mana sayang?" Tanya Kinara.
"Aduh Tante, tandai aja besok atau lusa" Ucap Luna.
"Anak-anak zaman sekarang memang aneh" Ucap Adrian.
"Terserah om deh" Ucap Luna.
"Ih sudah, sudah, siapa tau omongan Luna benar" Ucap Kinara.
"Iya Ma" Jawab Adrian.
"Pasti besok Dafa membawa Elsa" Batin Luna dengan yakin.
...***...
"Will, kamu tidak istirahat dulu? Jangan di paksakan sayang" Ucap Sella.
"Baiklah, saya istirahat dulu" Jawab William.
Haiden membawa William duduk di atas sofa. Sella mengambil air putih untuk William.
"Minum dulu" Ucap Sella sambil memberikan teh kepada William.
William menghabiskan segelas teh itu sekaligus. Sella yang duduk di samping William tertawa melihat William.
"Kamu sangat cantik" Ucap William, lalu mencium bibir Sella.
"Pura-pura tidak lihat saja" Batin Haiden.
__ADS_1
William melepas ciuman nya, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Sella. William mengelus-elus perut Sella.
"Kamu kenapa?" Tanya Sella.
"Aku mau bayi" Jawab William dengan suara manja.
"Malu banget, ada Haiden di sini pula" Batin Sella.
Haiden menyadari kalau Sella malu. Ia pamit keluar sebentar untuk mencari udara segar.
"Iya, nanti juga ada kok" Ucap Sella.
"Nanti nya kapan? Aku bosan menunggu" Ucap William.
William menjatuhkan badan Sella ke atas sofa. Jantung Sella berdetak dengan kencang, wajah nya memerah.
"Sudah lama tidak melakukan nya" Ucap William, lalu mencium bibir Sella kembali.
Di atas sana, Kinara menutup mata Adrian dengan kedua tangan nya.
"Jangan lihat sayang" Ucap Kinara.
"Kamu juga jangan lihat" Ucap Adrian.
"Apa mereka sering seperti itu Luna?" Tanya Kinara kepada Luna.
"Aku tidak tau, tapi ini adalah tontonan terbaik" Jawab Luna.
"Aduh, kamu ini" Ucap Kinara.
"Kami ke kamar dulu ya Luna, kamu jangan menonton mereka" Ucap Kinara lalu masuk ke kamar mereka.
"Iya"
"Hm, mana mungkin William tertarik lagi dengan Elsa. Hati William sudah diberi kehangatan oleh Sella. Kemungkinan besar 98% William sudah melupakan Elsa" Batin Luna.
"Rumah William sangat besar, jadi mereka bebas melakukan di mana saja. Padahal melakukan itu lebih cocok di kamar" Batin Luna, lalu pergi ke kamar tamu yang sudah di sediakan untuk nya.
"Jangan disini, malu" Ucap Sella kepada William.
"Aku tidak akan melakukan apa-apa. Aku hanya ingin tidur di atas tubuh istri ku" Jawab William.
William meletakkan kepalanya di dada Sella.
"Ya, tidurlah" Ucap Sella sambil mengelus kepala William.
"William sangat berat" Batin Luna.
"Istri ku memang pengertian" Batin William.
"Huff, hubungan Tuan dan Nyonya sangat romantis" Ucap Haiden dengan suara kecil.
Haiden sangat senang, akhirnya ada seseorang yang berhasil memberi kehangatan di hati William.
__ADS_1