Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
7


__ADS_3

Sella terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin yang digunakan nya. Dia berkaca dan terpesona kepada dirinya sendiri. Jangan kan pria, wanita saja terpesona melihat kecantikan Sella.


"Waw kamu sangat cantik sahabat ku" Ucap Luna yang terpesona kepada Sella.


"Terimakasih, kamu juga cantik" Ucap Sella memuji sahabatnya kembali.


"Hahaha aku tidak sabar ingin melihat suami mu. Pasti dia tampan" Ucap Luna dengan yakin.


Sella tersenyum. "Mau tampan atau tidak, yang penting hati nya bersih"


"Zaman sekarang itu harus tampan Sella. Kalau tidak tampan yah minimal kaya" Ucap Luna bercanda.


"Bercanda kamu kelewatan Luna, tidak boleh gitu ya"


"Siap Nyonya"


Sella dan Luna tertawa bersama.


Kinara membuka pintu ruang hias, lalu memanggil Sella.


"Sella sudah selesai? Ayo turun" Ajak Kinara.


"Sudah Ma" Jawab Sella sambil tersenyum.


"Kamu cantik banget sayang" Ucap Kinara kepada Sella.


Sella tertawa. "Mama juga kok"


Kinara dan Luna menggandeng tangan Sella. Mereka bertiga seperti kakak, adik, padahal Kinara sudah orangtua.


Sampai di bawah, Kinara dan Luna melepaskan gandengan mereka. Kini Sella di gandeng oleh Marvin dan di bawa ke altar.


Sella melihat seorang pria yang duduk di kursi roda sudah menunggu kedatangan nya. Jantung Sella berdetak kencang. Ia berusaha untuk tidak gugup.


Akhirnya Sella berhadapan dengan William. Mata mereka saling bertatapan. Sella memberi senyuman kepada William. William sama sekali tidak membalas senyuman Sella, ia hanya menunjukkan wajah datar nya.


Sella kesal karena senyuman nya tidak di balas William, ia kembali menunjukkan wajah datar nya kepada William.


Evan yang duduk bersama Crystal selalu melihat Sella tanpa berkedip. Ia benar-benar terpesona kepada kecantikan Sella. Entah kenapa, ia merasa tidak rela membiarkan Sella menikah dengan pria lain.


"Ih Evan! Jangan bilang kalau kamu tertarik sama dia!" Ucap Crystal kepada Evan dengan sangat kesal.


"Aku tidak tertarik!" Jawab Evan dengan tegas.


Evan melirik ke arah samping kiri. Ia melihat wanita yang di temui nya kemarin. Jantung nya berdetak kencang, ia merapikan rambut nya dan memakan permen pengharum nafas.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" Tanya Crystal.


"Hanya merapikan rambut"


"Kamu jangan terlalu tampan, nanti di ambil wanita lain" Ucap Crystal dengan manja.


"Iya sayang"


"Cih kenapa Sella bisa secantik itu?! Gara-gara dia aku jadi tidak di perhatikan orang lagi! Aku harus mempermalukan nya!" Batin Crystal.


"Baiklah kita mulai" Ucap pendeta.


Acara yang pertama ialah pembekalan pernikahan atau yang biasa disebut dengan katekisasi pranikah. Kedua mempelai diharuskan mengikuti sebuah bimbingan khusus berupa bimbingan konseling pranikah yang dilakukan di Gereja. Tujuannya untuk menunjang penyelenggaraan acara berikutnya agar lebih sesuai dan bertanggung jawab.


Selain itu, dalam pembekalan ini kedua mempelai akan diberikan berbagai ilmu pernikahan untuk lebih meyakinkan dan memantapkan niat serta hati mereka. Berbagai ilmu mengenai pernikahan akan disampaikan dan diberikan secara khusus untuk kedua calon pengantin tersebut. Harapannya pernikahan mereka akan berjalan sesuai ketentuan dan aturan yang seharusnya.


Acara berikutnya ini dinamakan dengan Bidston yaitu kegiatan doa yang dilangsungkan di sebuah Gereja.


Selanjutnya adalah acara pemberkatan.


Setelah pemberkatan selesai, berikutnya terdapat prosesi pengucapan janji pernikahan. Janji ini berisi pernyataan kesanggupan kedua mempelai untuk menjadi pasangan suami istri yang bertanggung jawab untuk seumur hidup.


Selanjutnya adalah pengucapan janji pernikahan antara mempelai pria dan wanita.


"Abigail Grisella Alexander, aku mengambil engkau menjadi seorang istriku untuk saling memiliki dan juga menjaga dari sekarang sampai selama-lamanya. Pada waktu susah maupun senang, pada waktu kelimpahan maupun kekurangan, dan pada waktu sehat maupun sakit. Untuk selalu saling mengasihi dan menghargai, sampai maut memisahkan kita, sesuai dengan hukum Allah yang kudus, dan inilah janji setiaku yang sangat tulus" Ucap William dengan wajah datar.


Susunan acara pernikahan berikutnya ialah pemasangan cincin pernikahan yang sudah disediakan sebelumnya. Cincin tersebut akan dipasang pada jari manis masing-masing mempelai tepatnya pada tangan kanan. Prosesi ini juga termasuk sebuah pernyataan bahwa kedua pasangan tersebut sudah sah secara agama dan negara sebagai suami istri.


Acara terakhir adalah penutup dan resepsi.


Akhirnya acara pernikahan sudah selesai. Sella kembali kepada Luna, sedangkan William menyuruh Haiden untuk membawa nya ke ruang para tamu.


"Kamu dan William tidak seperti saling mencintai" Ucap Luna.


"Ssstt diamlah" Ucap Sella karena masih banyak orang di tempat itu.


"Selamat ya sayang" Ucap Kinara, lalu mencium pipi Sella.


"Iya Ma"


"Selamat Nak" Ucap Adrian.


"Iya Pa"


"Aduh Putri kami sudah menikah saja. Baik-baik disana ya sayang, kalau ada waktu main ke rumah" Ucap Tina kepada Sella.

__ADS_1


"Iya Ma" Jawab Sella.


Tina dan Marvin tersenyum, lalu pamit untuk pergi ke tempat lain.


Evan dari tadi memperhatikan Luna, ia tidak bisa mengalihkan pandangannya dari wajah Luna.


"Sayang ayo pergi" Ucap Crystal kepada Evan untuk kesekian kalinya.


"Sayang!!"


Evan kembali tersadar. "Oh maaf, maaf, kamu luan saja, aku ada urusan sebentar"


"Ih nyebelin! Jangan lama! Awas aja kalau ketahuan selingkuh!" Ucap Crystal lalu pergi menyusul kedua orangtua nya.


Luna izin sebentar ingin ke toilet. Ini kesempatan bagus bagi Evan untuk menemui Luna.


Evan berlari-lari mengejar Luna. Ia menarik tangan Luna, lalu menyandarkan Luna ke dinding.


"Siapa kau?" Tanya Luna dengan tidak suka.


"Kita bertemu lagi Sela" Ucap Evan sambil mengelus pipi Luna.


"Pria ini! Padahal pacar nya ada disini. Dasar bodoh!" Batin Luna.


"Sela? Mungkin anda salah orang, nama saya Luna" Ucap Luna yang menahan tawanya.


"Tidak, aku tidak salah orang sayang. Ini aku yang di toko pakaian semalam"


"Toko pakaian? Maaf Pak, mungkin anda salah orang" Ucap Luna, lalu mendorong Evan dengan kuat.


Luna sengaja kabur dari tempat itu, karena ia melihat Crystal berjalan mendekati mereka.


Crystal memukul Evan dari belakang.


"Kamu! Siapa dia?! Sudah aku bilang jangan selingkuh!" Ucap Crystal dengan marah.


"Diam! Ikut aku" Ucap Evan sambil menarik tangan Crystal dengan kuat.


"Kamu mau bawa aku kemana?!"


"Kita pulang! Kau harus membayar pukulan mu!"


"Apa maksudmu?"


"Kamu sudah cukup umur untuk mengetahui nya!" Ucap Evan kepada Crystal.

__ADS_1


Evan membawa Crystal pulang ke rumah dia.


__ADS_2