
Keesokan hari, para dokter mulai mengobati kaki William. Mereka sekeluarga berdoa agar William bisa sembuh dan berjalan kembali.
Pengobatan kaki William di sembunyikan dari semua orang. Hanya keluarga lah yang tau tentang pengobatan kaki William.
Luna dan Dafa tau kalau kaki William akan di obati. Mereka berdua adalah sahabat dari Sella dan William, jadi tidak masalah memberi tahu mereka.
"Jadi kamu Luna, sahabat Sella?" Tanya Dafa.
"Ya. Kamu Dafa teman William kan?"
"Ya, senang berkenalan dengan mu" Ucap Dafa.
"Aku juga" Ucap Luna.
Mereka berdua bersalaman.
"Kamu punya pacar?" Tanya Dafa kepada Luna.
"Kita ngomong di tempat lain aja, tidak enakan nanti sama mereka" Ucap Luna.
"Boleh"
Mereka berdua pamit kepada Sella untuk ke cafe sebentar.
"Kopi dua" Ucap Dafa kepada karyawan.
"Tadi kamu bertanya aku sudah punya pacar kan?" Ucap Luna.
"Ya" Jawab Dafa.
"Bukan pacar, lebih tepatnya tunangan" Ucap Luna.
"Verdianto Volker?" Tanya Dafa dengan yakin.
"Ya kamu benar. Ehem, Kita disini tidak perlu saling menyembunyikan rahasia Dafa Frey" Ucap Luna dengan senyuman miring nya.
"Baiklah Nona Luna Roux" Jawab Dafa.
"Aku pikir anda tidak punya waktu untuk melihat William, ternyata aku salah" Ucap Luna.
__ADS_1
"Maaf menganggu, silahkan kopi nya Tuan dan Nona"
"Baik, terimakasih" Jawab Luna dan Dafa.
"Jadi, anda mengenal Elsa Shaqueena Lukman?" Tanya Dafa, lalu meminum kopi nya.
"Tentu saja. Mantan William bukan?" Jawab Luna.
"Em ya"
"Satu atau dua hari yang lalu, dia sudah pulang kesini, tapi anda tidak memberitahu Wiliam"
"Tidak ada gunanya memberitahu William" Ucap Dafa.
"Hahahaha, anda berbohong, anda sengaja tidak memberitahu Wiliam karena anda mau memberi kejutan kepada William. Anda pikir masa lalu masih bisa kembali? William itu sudah punya istri, dia tidak mungkin tergoda dengan mantan nya lagi" Ucap Luna.
"Kita tidak tau dia tergoda atau tidak" Ucap Dafa tak terima.
"Huh! Ternyata anda belum kenal dengan William lebih dalam" Ucap Luna.
"Mau buat kesepakatan?" Tanya Dafa.
"Kesepakatan apa?"
"Oh, baik aku setuju" Ucap Luna.
"Saya harap anda tidak menyesal" Ucap Dafa.
"Saya tidak akan menyesal Tuan Dafa"
"Ya, mari bertaruh" Ucap Dafa.
"Kalau William tertarik dengan Elsa, Sella harus bercerai dengan William" Ucap Dafa.
"Giliran ku?" Tanya Luna.
"Ya"
"Kalau William tidak tertarik dengan Elsa, anda harus menikahi adik perempuan Sella" Ucap Luna.
__ADS_1
"Adik perempuan? Maksud kamu Crystal?"
"Tidak, yang satu lagi"
"Tunggu, em, jadi kamu sudah tau siapa keluarga Sella yang sebenarnya?!" Tanya Dafa.
"Ya, aku tau. Tapi aku tidak akan memberitahu kepada siapapun!" Jawab Luna.
"Kenapa aku harus menikahi adik nya?"
"Karena kalian sudah di jodohkan oleh Tuhan" Jawab Luna.
"Hah? Hahaha omong kosong apa kamu?"
"Terserah mau percaya atau tidak"
"Kalau aku tidak bisa menikahi adik nya, bagaimana?"
"Tidak mungkin tidak bisa! Sudah aku bilang kalian itu memang jodoh!" Ucap Luna dengan menaikkan sedikit suara nya.
"Sepertinya wanita ini tidak biasa" Batin Dafa.
"Baiklah" Jawab Dafa.
"Oh ya, satu lagi, kamu jangan sesekali berani menyakiti Sella! Kalau tidak, kamu akan menerima akibat nya!" Ancam Luna.
"Kamu tau saja aku mau menyakiti dia. Apa kamu bisa membaca pikiran orang?"
"Huh! Aku hanya asal bicara saja. Sudahlah, Elsa bosan menunggu kamu di rumah. Kamu pulanglah, bawa dia makanan"
"Baiklah wanita aneh, aku pulang dulu. Titip salam untuk William"
"Ya"
Dafa keluar dari cafe.
Kini tinggallah Luna sendirian di tempat duduk nya.
"Sebenarnya Dafa itu pria yang baik, hanya saja dia sangat mudah di manfaatkan oleh Elsa. Ngomong-ngomong aku sudah lama tidak jumpa dengan Elsa, semoga saja dia sudah berubah dari yang dulu, meskipun perubahan nya sedikit" Batin Luna.
__ADS_1
"Dari informasi yang aku tau, Elsa sedang menyukai seseorang. Orang itu bukan William dan Dafa, aku benar-benar tidak tau siapa orang itu"
"Semoga saja wanita itu tidak tertarik lagi dengan William" Batin Luna.