Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
49


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


"Ayo, jangan lama-lama, biasakan tepat waktu" Ucap Bastian kepada anak-anak nya.


"Iya Pi, udah siap ini, tinggal nunggu Queen" Ucap Michael.


"Papi taulah si Queen, lama dalam semua hal" Ucap Sella.


"Kalau ada perang, mungkin dia sudah mati duluan" Ucap Luna.


"Panggil lah Lun, nanti kita terlambat" Suruh Bastian.


"Bentar om"


Luna berlari ke kamar Queen.


Tok, tok, tok.


"Ayo Queen, nanti telat" Ucap Luna.


"Iya sebentar" Jawab Queen.


Queen membukakan pintu untuk Luna.


"Lho? Kamu kan udah siap Queen, apa lagi?" Ucap Luna.


"Baterai handphone Queen belum penuh Kak" Jawab Queen.


"Astaga, kamu harus merubah cara berpikir kamu. Ayo pergi, cabut saja handphone kamu" Ucap Luna dengan agak kesal.


"Iya ih" Queen mengambil handphone nya, lalu mengikuti Luna turun ke lantai bawah.


"Ayo berangkat" Ucap Bastian.


Mereka berlima masuk ke dalam mobil.


Bastian di undang teman nya untuk menghadiri sebuah pesta. Kebetulan teman Bastian ini menyuruh dia untuk membawa anak-anak nya.


Tak berapa lama kemudian, mereka sampai di tempat tujuan.


Bastian, dan anak-anak nya, serta Luna, turun dari dalam mobil. Mereka di sapa dan di sambut dengan baik.


"Kalian bermain lah, Papi ada urusan sama teman Papi" Ucap Bastian.


"Iya" Jawab Michael.


Bastian pergi dari hadapan mereka.


"Ramai ya Kak" Ucap Queen.


"Ehem ya" Jawab Michael.

__ADS_1


Michael melihat sekeliling nya, ia melihat ada seorang wanita mirip dengan Elsa. Ia menelepon Elsa, lalu wanita itu mengangkat telepon dari Michael. Michael berpamitan kepada adik-adik nya untuk bertemu dengan Elsa.


"Mentang-mentang sudah punya pacar" Ucap Queen.


Luna dan Sella menatap Queen. Mereka benar-benar tidak habis pikir dengan Queen, padahal Sella kakak nya sendiri sudah punya suami dan calon anak, sedangkan Luna sudah bertunangan.


"Hm kamu saja yang jomblo" Ucap Luna.


"Aku tidak jomblo, aku hanya menunggu pria yang sesuai tipe ku!" Ucap Queen.


"Dari pada ribut, mending makan kue" Ucap Sella.


"Ya, kuenya sangat banyak, bentuk nya juga lucu-lucu, pasti enak" Ucap Queen.


Mereka memotong dan mengambil kue yang ada di meja.


"Aaaa tampan sekali!"


Orang-orang berteriak dan memotret sesuatu.


"Ada apa Lun?" Tanya Sella kepada Luna.


"Tidak tau" Jawab Luna.


"Wah kayak nya ada yang seru, kita lihat yok Kak" Ucap Queen dengan mata bersinar.


"Yasudah, ayolah" Ucap Sella.


"Permisi, itu ada apa ya?" Tanya Sella kepada seorang wanita.


"Mungkin para Tuan-tuan besar" Jawab nya.


"Siapa Tuan-tuan besar Kak?" Tanya Queen kepada Luna dan Sella.


"Entahlah" Jawab Luna dan Sella serentak.


Luna melompat untuk melihat siapa yang di maksud orang-orang tersebut.


"Itu bukan nya?" Batin Luna.


"Disana kosong, sebaiknya kita kesana saja" Ucap Luna.


Luna membawa Sella dan Queen ke sebelah orang-orang ramai.


"Kita nunggu disini?" Tanya Queen.


"Iya, mereka pasti lewat dari sini" Jawab Luna.


Sella melihat dua orang pria berjalan mendekat ke arah mereka. Kalau tidak salah, Sella melihat satu orang pria tangan nya di gandeng oleh wanita. Sella merasa tidak asing dengan orang-orang itu.


"Yang di belakang tampan banget" Batin Queen.

__ADS_1


"Tuan William, Tuan William" Ucap para orang-orang.


"William?" Tanya Sella dengan suara kecil.


"Kenapa dia bersama wanita lain?" Batin Sella.


William dan kedua teman nya berjalan dengan cepat di hadapan Sella.


"Crystal?" Batin Sella.


"Tuan William, bagaimana hubungan anda dengan Nona Crystal?" Tanya mereka yang mengikuti William.


"Hubungan?" Tanya Sella yang menatap Luna.


Luna menatap Sella kembali.


"Aku juga tidak tau" Ucap Luna.


"Heh!"


Sella berjalan menyusul William dan Crystal. Ia berdiri di depan mereka.


"Waw selamat" Ucap Sella sambil bertepuk tangan.


"Suami aku dan adik aku?" Ucap Sella dengan senyuman yang sulit diartikan.


"Aku benar-benar tidak menyangka, kamu sangat menyukai bekas ku" Ucap Sella kepada Crystal.


"Diam! Kau adalah orang lain, yang seharusnya menikah dengan William adalah aku! Kau hanya pengganti sementara" Ucap Crystal.


"Oh, benarkah William?" Ucap Sella yang menatap Wiliam dengan tatapan aneh.


"Siapa wanita ini, aku tidak mengenal nya" Ucap William sambil membuang muka.


"Kau tidak mengenal istri mu sendiri? Oh ya, kamu kan pelupa, lagi pula kita sudah lama tidak ketemu, mana mungkin kamu mengingat istri mu ini. Atau sebelum nya kamu sudah punya istri dan melupakan nya?" Ucap Sella.


"Diam kau!" Ucap Crystal.


"Kamu yang harus diam dan harus berhati-hati, soalnya aku juga takut kamu yang selanjutnya akan di lupakan" Ucap Sella.


"Terimakasih untuk selama ini William, aku akan melupakan masa-masa kita, termasuk anak ini" Ucap Sella dengan senyuman dan tatapan tajam.


William langsung melotot ke arah Sella.


"Jangan di gugurkan! Anak itu berharga!" Ucap William sambil memegang pundak Sella.


"Cukup William!" Ucap Luna yang melepaskan tangan William dari pundak Sella.


"Ayo pergi Sella" Ucap Luna sambil menarik tangan Sella.


"Kamu jahat! Kamu tega menyakiti Kakak Sella!" Ucap Queen lalu menyusul Luna dan Sella.

__ADS_1


__ADS_2