
Beberapa bulan kemudian.
"Kamu kapan nikahin aku William? Aku bosan hubungan kita gini-gini aja. Kamu lihat teman aku kan? Mereka udah pada nikah, udah punya anak, udah punya keluarga, William. Kita kapan?" Ucap Crystal yang menyandar di bahu William.
"Nanti" Jawab William yang sedang membaca buku dengan wajah datar.
"Jawaban kamu selalu nanti, aku kesal banget sama kamu" Ucap Crystal.
William menarik nafas nya. Ia menutup buku nya, kemudian berdiri dari atas sofa.
"Hei! Aku bisa jatuh tau!" Ucap Crystal dengan sangat kesal.
William tidak memperdulikan omongan Crystal, ia berjalan ke arah dapur, kemudian mengambil segelas air.
"William!" Crystal mengikuti langkah William.
"William, aku lapar" Ucap Crystal dengan manja.
William meminum air nya.
"Haiden" Panggil William dengan suara kuat.
Dengan cepat Haiden berlari ke tempat William.
"Iya Tuan?" Jawab Haiden.
"Bawa dia keluar, jangan biarkan sembarangan orang masuk ke dalam rumah ini. Satu lagi, ganti sofa yang di duduki tadi" Ucap William sambil meletakkan gelas nya.
"Baik Tuan"
"Apa?! William, aku ini calon istri kamu! Kamu tega banget sama aku William!" Ucap Crystal tak terima.
"Keluar sendiri atau saya seret?" Tanya Haiden dengan tatapan mengerikan.
"Diam kau! Pelayan tidak bisa mengusir ku dari sini!"
"William, aku tidak tau apa kesalahan ku yang membuat mu marah. Kalau pun aku ada salah, aku minta maaf William" Ucap Crystal.
William tidak menjawab Crystal, ia melihat Crystal sekedar, kemudian pergi dari hadapan Crystal.
"Mungkin anda tidak suka cara kelembutan" Ucap Haiden kepada Crystal.
"Aku pergi! Dasar pelayan tidak tau diri" Ucap Crystal, lalu keluar dari rumah William.
Haiden menggeleng-geleng kepala melihat Crystal. Ia benar-benar ingin menertawai sikap konyol dan bodoh Crystal.
Beberapa menit kemudian.
"Dia sudah pergi?" William bertanya kepada Haiden.
"Sudah Tuan" Jawab Haiden.
"Yasudah, ayo berangkat"
__ADS_1
"Baik Tuan"
William dan Haiden masuk ke dalam mobil yang sudah di sediakan. Haiden di tugas kan William untuk mengendarai mobil, sedangkan William duduk tenang saja di bangku nya.
"Selamat Tuan, sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah" Batin Haiden.
Tak berapa lama kemudian.
William dan Haiden sampai di rumah sakit. Mereka berjalan menuju ruangan Sella yang sudah di sediakan.
"William" Ucap Bastian sambil tersenyum.
"Maaf terlambat, tadi macat sedikit" Ucap William.
"Tidak apa-apa, kami senang kamu datang" Jawab Bastian.
Dokter membuka pintu ruangan Sella.
"Tuan William, apakah disini ada Tuan William? Nyonya Sella memanggil dia" Tanya dokter kepada mereka semua.
"Saya William" Jawab William.
"Silakan masuk Tuan" Ucap dokter.
"William masuk dulu Pi" Ucap William kepada Bastian.
"Iya-iya Nak" Jawab Bastian.
William masuk ke dalam ruangan Sella. Ia berjalan ke arah Sella yang sedang berbaring di hospital bed yang di atas tubuh nya terdapat seorang anak bayi.
William mencium kening Sella. "Aku disini" Jawab William.
"Dia laki-laki, cocok di kasih nama apa ya?" Ucap Sella.
"Nanti akan kita pikirkan, sekarang kamu istirahat saja dulu" Jawab William.
Sella menyerahkan si bayi kepada perawat untuk di urus.
Sella di pindahkan ke ruangan yang lebih nyaman dan sejuk. Sella sudah bertemu dan berbicara dengan keluarga nya. Keluarga Sella dan William membiarkan mereka berduaan di dalam ruangan itu, mereka membiarkan mereka berdua untuk berbicara secara terbuka.
"Sella, terimakasih untuk selama ini. Kesalahan yang ku perbuat sangat banyak, beberapa bulan yang lalu, aku lebih memilih wanita itu daripada kamu" Ucap William.
"Tidak apa-apa William, aku senang ingatan mu pulih kembali. Aku tau kita tidak akan bisa di pisahkan dengan cara apapun, kita akan selalu bersama selama nya. Aku yakin beberapa hari lagi kamu akan menyelesaikan urusan atau masalah mu dengan Crystal" Ucap Sella.
"Terimakasih sayang" William mencium kening Sella.
"Maaf Sella, sebenarnya kami semua menyimpan rahasia dari kamu. Sebenarnya aku tidak lupa ingatan, ini semua adalah rencana kami untuk menjatuhkan Crystal dan Tina. Sebenarnya aku tidak tega melihat mu bersedih seperti beberapa bulan yang lalu. Aku benar-benar merasa bersalah, aku ingin membatalkan rencana yang sudah kami susun. Tapi, aku pikir-pikir lagi, kalau kami membatalkan rencana kami, kamu yang akan dalam masalah" Batin William.
"Dulu aku sangat takut kamu akan meninggalkan ku. Tapi siapa sangka, kamu tetap bertahan menunggu ku, bahkan kamu berusaha membuat ingatan ku untuk pulih kembali. Aku benar-benar sangat bersyukur bisa mendapat istri seperti kamu. Kamu tenang saja Sella, setelah masalah ini selesai, tidak akan ada lagi yang mengganggu kita"
Setelah Sella tertidur, William keluar dari ruangan Sella dan menjumpai Dafa di kafe samping rumah sakit.
"Aku benar-benar tidak menyangka rencana kita akan berhasil sesukses ini" Ucap Dafa kepada William.
__ADS_1
"Ya, kita tinggal menyingkirkan dua ekor nyamuk" Ucap William.
"Hahaha mereka itu masalah mudah, kita tinggal menunjukkan video yang menarik, trus mereka akan malu, dan di penjara seumur hidup" Ucap Dafa.
"Mereka akan mendapat balasan dua kali lipat" Ucap William.
"Ya kau benar. Ngomong-ngomong, aku menyukai adik Sella"
"Aku yakin kau dan dia bisa bersama, tidak perlu di ragukan lagi" Ucap William.
"Respon mu tidak sesuai dugaan ku" Ucap Dafa.
"Jadi aku harus bilang bagaimana? Apa aku perlu bilang, selamat akhirnya kamu tidak menyukai pria lagi"
"Terserah kau sajalah" Jawab Dafa.
"Aku dengar Verdianto akan datang kesini" Ucap William.
"Mungkin mau bertemu dengan tunangan nya" Jawab Dafa.
"Pasti dia sangat merindukan tunangan nya" Ucap William yang menahan tawa nya.
"Hahaha, aku heran kenapa dia mau bertunangan dengan Luna si wanita galak itu" Ucap Dafa sambil tertawa.
"Kamu jangan menertawai dia, bagi Sella Luna adalah teman terbaik nya, kita harus menghargai Luna sebagai teman Sella" Ucap William.
"Aku tau, lagi pula Queen sangat menyukai Luna" Ucap Dafa.
"Ya, begitu juga dengan Elsa, mereka berteman dengan baik"
"Bukankah sekarang kalian sedang menunggu pernikahan aku dan Michael?" Tanya Dafa sambil memainkan alisnya.
"Pertanyaan mu bisa membuat orang salah paham" Jawab William.
"Maksud ku, bukan kah kalian sedang menunggu pernikahan aku dan Queen, serta Michael dan Elsa?"
"Ya bisa di bilang begitu" Jawab William.
"Bagaimana kalau pernikahan kami dilaksanakan pada tanggal pernikahan Luna dan Verdianto?" Tanya Dafa.
"Bodoh, aku heran kenapa bisa mendapat teman bodoh seperti diri mu" Jawab William.
"Aku hanya bercanda" Ucap Dafa.
"Sebaiknya Michael dan Elsa yang luan menikah, kamu dan Queen belakangan saja. Mungkin bisa di katakan kalian menikah setelah Luna dan Verdianto menikah"
"Kenapa seperti itu?" Tanya Dafa.
"Karena Queen masih terlalu kecil" Jawab William dengan serius.
"Huff baiklah, aku akan mendengar orang yang sudah berpengalaman"
"Aneh" Ucap William.
__ADS_1
"Cih siapa yang kau panggil aneh?!" Ucap Dafa dengan suara kecil.
Setelah selesai berbicara, Dafa dan William kembali ke rumah sakit dan berkumpul dengan keluarga-keluarga lain nya.