
"Kematian Tuan Evan sangat membingungkan. Kami tidak dapat menemukan bukti siapa yang telah menembak Tuan Evan. Kami turut berdukacita atas kepergian sang beliau"
Sella, Queen, serta Michael sedang menonton televisi di rumah mereka.
"Evan sudah meninggal?" Tanya Sella dengan suara kecil.
"Kamu kenal sama dia Kak?" Tanya Queen kepada Sella dengan suara kecil.
"Kalian bisik-bisik apa? Jangan buat Kakak penasaran" Ucap Michael.
"Tuan" Panggil seorang pria dari belakang Michael.
Michael menghadap ke belakang.
"Ada apa? Kenapa kamu keluar dari kamar? Apa keadaan mu sudah membaik?" Tanya Michael.
Rav melihat Sella, Sella juga melihat Rav.
"Sella? Bukan nya dia menghilang? Sella salah satu bagian dari keluarga Stapleton? Hm aku dulu sangat bodoh karena meninggalkan dia" Batin Rav.
"Rav?" Ucap Michael.
"Oh, saya sudah membaik Tuan" Jawab Rav.
"Sudah berapa lama tidak ketemu, perut Sella semakin besar saja" Batin Rav.
"Kenapa aku merasa tidak asing kepada pria ini?" Batin Sella.
Drrtt, drrtt, drrt
Ponsel Sella bergetar.
Sella mengambil handphone nya dari atas meja, lalu membuka notifikasi yang masuk.
"Gimana bro? Kabar kamu dan calon anak kamu sehat kan? Kami disini sangat merindukan kamu, apalagi Kinara dan Adrian, serta William. Kamu kapan bisa kembali ke sini? Atau kami saja yang datang ke sana?" Pesan dari Luna.
"Kami baik, aku harap kalian semua kabar nya juga baik. Masalah ketemuan, nanti aku coba ngomong sama Papi deh" Balas Sella.
"Kami baik kok. Baiklah, baiklah, aku menunggu kabar dari kamu" Pesan Luna.
Sella mengirim stiker love kepada Luna.
"Kakak ada urusan, kalian baik-baik di rumah ya" Ucap Michael yang berdiri dari sofa nya.
"Hati-hati Kak" Ucap Queen.
"Sella baik-baik ya, Kakak tinggal dulu" Michael mengelus kepala Sella.
"Iya" Jawab Sella.
Sella dan Queen mengantar Michael dan Rav sampai depan pintu keluar.
"Kamu pengen pulang ya Kak?" Tanya Queen kepada Sella.
"Nanti Kakak bicara sama Papi dulu" Jawab Sella.
"Kakak tidak bosan di rumah aja?"
"Bosan" Jawab Sella.
"Mau keluar tidak Kak?"
"Nanti Papi marah sama kamu"
"Ga kok Kak, Queen udah sering keluar diam-diam"
"Baiklah. Kamu pintar bawa mobil?"
"Queen pintar. Biar Queen saja yang mengendarai"
Queen mengambil kunci mobil yang ada di laci.
__ADS_1
Queen dan Sella pergi ke garasi, lalu menaiki mobil yang lumayan mewah.
"Kita mau kemana?" Tanya Sella.
"Mau ke mall Kak, belanja-belanja" Jawab Queen dengan semangat.
"Kamu semangat sekali"
Sella mengambil handphone nya, lalu mengabari beberapa pengawal.
"Aku dan Queen mau ke mall, beberapa dari kalian tolong awasi kami, jangan sampai salah satu dari kami berdua ada yang terluka" Pesan Sella.
"Baik Nyonya, kami akan mengikuti anda"
Sella menyimpan handphone nya kembali.
Sampai di mall.
Sella dan Queen masuk ke dalam mall. Mereka berdua di lihatin oleh beberapa orang. Sella waspada dan memegang tangan Queen dengan erat. Firasat Sella tidak enak, mungkin ada yang mau mengincar Queen atau menculik nya.
"Waw Kakak, coba lihat baju bayi nya, sangat imut" Ucap Queen yang berlari dan melepas gandengan Sella.
"Queen!" Panggil Sella yang menyusul Queen.
Sella menarik tangan Queen dan menggandeng nya kembali.
"Kamu jangan seperti tadi, Kakak khawatir lho"
"Iya Kak, maaf"
Sella merasakan ada yang mengikuti mereka.
Sella menghubungi pengawal yang mengikuti mereka.
"Aman?" Tanya Sella dengan suara kecil.
"Aman Nyonya, kami sudah membereskan satu orang"
Sella mengakhiri percakapan mereka.
"Kita belum tau jenis kelamin nya Queen" Ucap Sella.
"Kak baju itu cocok untuk di pakai cewek atau cowok"
Dor, dor, dor
Suara tembakan terdengar di mall.
"Aaaa!!!"
Semua orang berteriak berlari keluar.
"Kak, Queen takut" Ucap Queen ketakutan.
"Jangan takut, pegang tangan Kakak erat"
Sella mencari tempat sembunyi yang aman untuk mereka berdua.
"Masuk" Ucap Sella kepada Queen.
Queen dan Sella masuk ke dalam ruangan yang aman.
"Kakak, sebenarnya apa yang terjadi?"
"Kamu tau kenapa Papi tidak membiarkan kamu keluar?"
"Tidak tau"
"Karena musuh ingin menculik kamu. Itu salah satu alasan Papi melarang kamu untuk keluar dari rumah"
"Tapi Papi tidak pernah cerita sama Queen"
__ADS_1
"Dia tidak mau membuat kamu menjadi takut"
"Lihat di sana!" Ucap mereka.
"Kakak, Queen takut" Ucap Queen dengan suara kecil.
"Jangan berisik" Bisik Sella.
"Apa dia ada di dalam?"
"Tidak ada! Disini kosong"
Mereka keluar dari ruangan itu.
"Kakak" Ucap Queen yang mulai sesak.
Queen mau keluar, tapi Sella mencegah nya.
"Kamu jangan bodoh! Salah satu dari mereka masih di sini!" Bisik Sella.
Sella membuka handphone nya dan menghubungkan pengawal mereka.
"Tenang Nyonya, kami sekarang sedang menyamar. Orang yang ada di ruangan anda adalah salah satu pengawal kita. Dia sedang melindungi kalian berdua Nyonya"
Sella melihat Queen yang mulai sesak. Ia membuka pintu lemari, lalu mengeluarkan Queen dari sana.
"Kakak" Ucap Queen dengan kepala pusing.
"Nyonya"
"Siapkan mobil! Kita harus pulang sekarang" Ucap Sella.
"Baik Nyonya"
Di dalam mobil.
"Kenapa kalian sangat lambat? Aku tidak mau melihat kalian bergerak dengan lambat lagi! Mengerti!" Tegas Sella.
"Kami mengerti Nyonya"
"Cepat sedikit! Queen sedang pingsan!"
"Baik Nyonya"
Beberapa menit kemudian, mereka sampai di kediaman. Pengawal menggendong Queen ke kamar nya.
"Bagaimana keadaan nya?" Tanya Bastian dengan khawatir.
"Lumayan baik" Jawab Sella.
"Kenapa kalian keluar tidak pamit sama Papi?" Tanya Bastian dengan nada kesal.
"Ini semua salah Papi juga kan? Kenapa Papi tidak memberitahu semua nya kepada Queen??"
"Dia masih kecil Sella"
"Dia sudah besar Pi! Dia sudah bisa berpikir dewasa!"
"Iya"
"Sebenarnya Sella kesal dengan Papi! Papi tidak memberi izin kepada Sella untuk bertemu dengan suami Sella dan teman-teman Sella! Kalau bisa memilih, Sella akan memilih tidak berjumpa dengan Papi" Ucap Sella, lalu keluar dari kamar Queen.
"Sella" Panggil Michael yang baru saja datang.
"Cih" Sella naik ke lantai atas, lalu masuk ke dalam kamar nya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Michael bingung.
"Sepertinya Sella sedang kesal" Batin Rav.
"Apa yang terjadi?" Tanya Michael kepada Bastian.
__ADS_1
"Kamu sudah pulang? Jaga adik kamu dulu, Papi mau berbicara sama Sella"
"Oh ya baik" Jawab Michael dengan bingung.