
"Ini kesempatan kamu Elsa! Tidak ada yang bisa menghalangi mu untuk mendapatkan William!" Ucap Dafa kepada Elsa.
"Aku tau, tapi aku tidak mau melakukan nya!" Ucap Elsa tak tega.
"Kenapa? Kesempatan ini hanya datang sekali!"
"Cukup Dafa! William sudah punya istri dan calon anak! Aku tidak mau menjadi wanita perebut suami orang! Mau dimana di taruh muka ku nanti?!"
"Kau?! Ah sudahlah, kau bisa memilih apa yang kau suka" Ucap Dafa pasrah.
"Sebenarnya aku sedang menyukai seseorang" Ucap Elsa dengan malu.
"Siapa orang nya?" Tanya Dafa penasaran.
"Aku tidak mau mengatakan nya. Mungkin dia hanya mengganggap ku sebagai teman"
"Kau bisa mencoba untuk mengatakan perasaan mu" Ucap Dafa kepada Elsa.
"Aku takut. Aku takut bukan karena di tolak, tapi,,,"
"Latar kalian tidak sama? Jadi, kamu takut tidak di restui?" Ucap Dafa.
Elsa mengangguk.
"Hei, keluarga mana yang tidak mau menikah dengan kamu? Banyak orang yang berusaha mendapatkan perhatian kamu. Aku heran orang mana yang menolak keluarga Lukman"
"Lho, memang nya kamu menyukai aku ya?" Tanya Elsa.
"Tidak, kamu bukan tipe ku" Jawab Dafa.
"Itu yang aku maksud, mungkin aku juga bukan tipe nya" Ucap Elsa sedih.
"Bodoh, kamu belum mencoba sudah berpikir aneh-aneh"
"Masalah nya, setelah aku mengungkapkan perasaan ku, nanti hubungan kami jadi canggung. Kamu ngerti kan?"
__ADS_1
"Ya, aku mengerti" Jawab Dafa.
"Berarti Luna yang menang dalam permainan ini. Jadi, aku harus menikahi adik Sella? Ck aku menyesal sendiri membuat kesepakatan dengan dia" Batin Dafa.
...***...
Di perusahaan.
"Tuan, Crystal mencari anda, dia memaksa untuk masuk ke ruangan anda" Ucap Haiden kepada William.
"Suruh dia pergi. Kalau dia tidak mau, seret saja" Ucap William yang sibuk pada pekerjaan nya.
"Baik Tuan"
Haiden kembali ke lantai bawah.
"Tuan William sedang sibuk, anda sebaiknya pulang saja" Ucap Haiden.
"Tidak! Aku mau bertemu dengan nya! William! William!" Crystal berteriak seperti orang gila.
"Baik"
"Jangan mendekat! Aku hanya ingin bertemu dengan suami ku. William! William!" Ucap Crystal.
"Bawa saja dia! Tuan William hanya memiliki satu istri, yaitu Nyonya Sella!" Ucap Haiden.
"Tidak! Seharusnya aku yang menikah dengan William. Kemarin aku belum cukup umur, jadi Sella lah yang menggantikan aku sementara" Ucap Crystal dengan mata berkaca-kaca.
"Oh, apa kami bisa mendapatkan bukti?" Ucap Haiden dengan tatapan tajam.
"Sudah aku bilang, aku lah istri sebenarnya!"
"Bawa dia! Jangan biarkan dia masuk ke perusahaan kita lagi!" Tegas Haiden.
"Baik!"
__ADS_1
Mereka membawa Crystal keluar dari perusahaan William.
Haiden kembali ke ruangan William.
"Kenapa wanita itu selalu membuat masalah?!" Ucap William dengan kesal.
"Tidak tau Tuan, mungkin dia mau merusak hubungan anda dan Nyonya Sella" Jawab Haiden.
"Dasar tidak tau malu!" Ucap William.
...***...
Crystal memanggil beberapa wartawan untuk mewawancarai dia.
"Apakah Nona benar, kalau seharusnya Tuan William menikah dengan anda?"
"Be-benar, kemarin kakak ku membuat kesepakatan kalau aku sudah berumur 17 tahun, dia akan menceraikan William dan membiarkan aku menikah dengan William" Jawab Crystal.
"Lagi pula dia bukan anggota keluarga Alexander, dia hanya anak pungut yang tak tau asal nya dari mana" Ucap Crystal.
"Bukan kah seharusnya Tuan William memilih anda?"
"Dia sudah di butakan oleh Sella! Sella itu wanita yang jahat, dia selalu merebut apa yang aku punya" Ucap Crystal.
Haiden dan William menonton televisi bersama-sama di rumah William.
"Tuan, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Haiden.
"Biarkan saja, orang gila seperti dia tidak perlu di layani" Jawab William.
"Tapi dia merusak nama baik Nyonya Sella, Tuan"
"Nama baik Sella tidak akan pernah rusak" Ucap William dengan yakin.
"Ya Tuan"
__ADS_1
"Wanita ini harus mendapatkan karma nya sendiri. Cepat atau lambat keluarga Alexander akan hancur!" Batin William.