Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
46


__ADS_3

Rav mendaratkan helikopter mereka di tempat tersembunyi. Rav dan Luna keluar dari helikopter itu, lalu mereka duduk di samping helikopter.


"Apa yang ingin kau katakan?" Tanya Luna.


"Sepertinya mereka menginginkan Queen atau Queen pernah menyindir seseorang" Ucap Rav.


"Salah satu dari perkataan mu pasti benar. Tapi Queen tidak pernah keluar rumah, bagaimana dia menyindir seseorang?" Ucap Luna heran.


"Mungkin waktu sekolah?" Ucap Rav.


"Mungkin. Jadi, apa rencana mu?"


"Rencana ku, seminggu lagi aku akan membawa kalian pergi dari sini dan bertemu dengan Tuan besar dan Tuan muda" Jawab Rav.


"Apa tidak berbahaya?" Tanya Luna.


"Pastinya berbahaya, makanya kita perlu ide yang bagus. Mereka tidak akan membiarkan kita pergi dari sini, mereka pasti menjaga ketat wilayah ini" Ucap Rav.


"Apa kita pergi menaiki helikopter?" Tanya Luna.


"Tidak, kita menaiki pesawat saja. Mungkin kita harus menyamar, bagaimana menurut mu?"


"Menyamar? Bukan nya nanti jadi ketahuan? Sella sedang hamil, bagaimana menyembunyikan nya?" Tanya Luna.


"Sangat mudah, kita membuat kau dan Nona Queen pura-pura hamil. Bagaimana?"


"Jadi maksud mu, aku, Sella, dan Queen hamil? Dan kau??"


"Aku suami kalian" Jawab Rav.


"Apa?! Gila!"


"Mereka tidak akan mengetahui identitas asli kita, kamu tenang aja. Tapi, antara kau dan Nona Queen, perut mu yang harus lebih besar, kalau Nyonya Sella sedang-sedang saja, kalau Nona Queen kecil saja" Ucap Rav.


"Bagaimana dengan wajah kita? Postur tubuh?" Tanya Luna.


"Kita akan mengatur nya nanti. Tapi, jangan beritahu Nyonya Sella dan Nona Queen kalau kita mau bertemu dengan Tuan Bastian dan Tuan Michael, aku takut rencana kita akan gagal"


"Baik. Apa kita tidak bisa menghubungi Bastian, Michael, ataupun William?" Tanya Luna.


"Tidak, mereka sedang melacak ponsel kita. Berhati-hati lah!" Jawab Rav.


"Huff, aku hanya ingin mereka bisa menjemput kita di bandara" Ucap Luna.


"Jangan Luna! Setau ku kau memiliki pemikiran yang luas, tapi sekarang pemikiran mu menjadi sempit"


"Aku hanya bercanda. Baiklah, mari sekarang serius" Ucap Luna yang menunjukkan keseriusan nya.


Luna dan Rav menyusun rencana mereka. Mereka berpikir dengan sangat matang. Jika mereka melakukan rencana a, maka mereka harus menerima resiko a, jika mereka melakukan rencana b, mereka harus menerima resiko b, jika rencana c, jika rencana d, dan rencana banyak lagi, Luna dan Rav berfikir dengan matang.


3 jam berlalu


"Baiklah, sudah di putuskan!" Ucap Luna.


"Kita melakukan rencana c!" Sambung Rav.


"Ya, rencana c sangat bagus" Ucap Luna dengan bangga.


Luna melihat raut wajah Rav berubah.


"Ada apa?" Tanya Luna kepada Rav.


"Kau mendengar sesuatu?" Tanya Rav kembali.


Luna mendengar dengan seksama.


"Suara langkah kaki?" Bisik Luna.


"Sepertinya mereka menemukan kita! Setau ku tidak ada yang mengetahui tempat ini, kecuali mereka benar-benar melacak handphone kita"


"Apa jangan-jangan?" Ucap Luna.


"Nona Queen. Kita harus membawa nya!" Ucap Rav.

__ADS_1


"Seharusnya kita tidak meninggalkan mereka di sana" Ucap Luna.


Luna dan Rav berlari sekencang mungkin ke arah helikopter. Mereka melihat beberapa orang asing telah masuk dan ingin mendekati helikopter. Luna melihat Queen sedang membangunkan Sella. Sepertinya Queen sedang menangis ketakutan.


"Aku akan membawa Nyonya Sella. Tolong selamatkan Nona Queen" Ucap Rav yang melanjutkan lari nya.


"Kami sangat ceroboh" Ucap Luna pada dirinya sendiri.


"Mereka mendekat! Tembak!"


Dor, dor, dor, dor, dor


"Sial!" Batin Rav.


Luna dan Rav sudah berada di helikopter, tapi mereka tidak bisa bergerak. Luna melihat ada sebuah tas di kursi belakang, ia membuka tas itu, lalu menemukan barang yang berguna.


"Cepat bawa mereka! Aku akan mengulur waktu" Ucap Luna.


"Hati-hati"


Rav menggendong Sella.


"Ayo Nona Queen" Ucap Rav.


"Kak Luna" Ucap Queen dengan mata berkaca-kaca.


"Pergilah! Jangan menyusahkan ku!" Ucap Luna agar Queen sakit hati dan pergi mengikuti Rav.


"Ta-tapi" Ucap Queen.


"Kau?!! Ini semua salah mu! Kalau kau tidak ada, kita tidak akan seperti ini!" Ucap Luna dengan tatapan mengerikan.


"Ya benar, ini semua salah ku. Kak Luna berhak untuk marah dan membenci ku" Batin Queen, lalu berlari.


"Bagus" Batin Luna.


Rav mengarahkan arah kepada Queen.


"Hei kalian! Apa tujuan kalian menganggu kami?" Tanya Luna tanpa membawa senjata.


"Oh benarkah?" Ucap Luna.


"Tembak saja dia! Tidak ada gunanya berbicara lama-lama"


Dor, dor, dor


Mereka mulai menembak ke arah Luna.


Luna yang pintar, langsung bersembunyi dan melemparkan sesuatu kepada orang-orang asing itu.


"Apa ini?" Tanya mereka.


Ciuuuss


Asap kabut keluar dari benda yang di lemparkan Luna.


"Sial! Uhuk, uhuk!"


"Bagus, untung aku pelari yang cepat" Batin Luna.


Luna berlari dengan cepat menuju tempat rahasia mereka.


Beberapa saat kemudian.


Luna sampai di tempat tujuan, ia masuk, lalu menutup pintu dengan bagus. Tidak ada yang mengetahui ruangan itu, kecuali Rav dan tidak ada yang bisa masuk ke ruangan itu tanpa sidik jari Rav.


"Bagaimana keadaan Sella?" Tanya Luna.


"Dia baik-baik saja" Jawab Rav.


"Queen dimana?" Tanya Luna yang melihat ke sekeliling arah.


"Tadi, eh tadi aku melihat nya sudah masuk kesini" Jawab Rav dengan bingung.

__ADS_1


"Ruangan ini kosong, tidak mungkin dia sedang bersembunyi!" Ucap Luna dengan khawatir.


"Wangi Nona Queen berbeda, mungkin dia masih ada di luar" Ucap Rav.


"Sial! Aku akan mencari nya, kamu tunggu disini!" Ucap Luna.


"Biar saya saja yang cari" Ucap Rav.


"Aku saja! Kalau mereka menemukan kita, aku tidak bisa menggendong Sella dan membawa nya kabur" Ucap Luna.


"Baiklah, anda berhati-hati, jangan sampai terluka"


"Jaga Sella dengan baik!" Perintah Luna kepada Rav.


"Baik Nona"


Luna membuka pintu rahasia itu, lalu berlari ke arah kiri. Luna sangat yakin kalau Queen berlari ke arah sebelah kiri.


"Kamu tidak boleh kenapa-kenapa Queen!" Batin Luna.


...***...


"Kak Luna tidak menyukai ku, dia membenci ku, hiks, aku harus melakukan apa?" Tanya Queen pada dirinya sendiri.


"Aku memang pembawa sial, selalu saja membuat masalah datang"


"Aku terpisah dari mereka, pasti mereka sedang kesal dan mencari ku kemana-mana"


"Disini sangat gelap, aku takut"


Seseorang memegang pundak Queen.


"Aaa!!!" Teriak Queen terkejut.


"Ssstttt, ini aku" Bisik Luna.


"Kak Luna?"


Teriakan Queen sangat kuat, para orang asing itu langsung berlari ke arah suara Queen.


"Kita mau kemana?" Tanya Queen.


"Diam lah"


Luna membawa Queen berlari ke tempat yang aman. Saat mereka mau masuk ke dalam tempat rahasia, para orang asing mendekat ke arah mereka. Luna langsung menutup mulut Queen dan melemparkan sesuatu kepada orang-orang asing itu.


"Asap ini lagi!" Ucap mereka.


Luna menarik tangan Queen dengan kuat, lalu masuk ke dalam tempat rahasia.


"Aku sangat mengkhawatirkan kalian" Ucap Rav.


"Kami baik-baik saja" Jawab Luna, lalu duduk di samping Sella.


"Kemarilah Nona Queen" Ucap Rav.


Queen duduk di samping Rav.


"Maaf kan aku" Ucap Queen.


"Kamu jangan ceroboh Queen! Situasi sedang begini, kita harus serius, bukan main-main" Ucap Luna.


"Aku tidak main-main! Kalau kalian tidak mau menyelamatkan aku, yah tidak usah! Aku tidak mau merepotkan kalian terus" Ucap Queen.


"Kalau kamu tidak mau merepotkan kami, sebaiknya kamu mendengar ucapan kami! Jangan keras kepala!" Ucap Luna dengan tegas.


"Sudah lah, tidak ada gunanya berbicara seperti itu. Sekarang kita harus fokus untuk pergi dari sini" Ucap Rav.


"Jangan lakukan rencana c" Ucap Luna.


"Kenapa?" Tanya Rav.


"Kita meninggalkan semua rencana yang sudah kita tulis di tempat tadi. Kemungkinan besar mereka sudah membaca nya" Ucap Luna.

__ADS_1


"Kita sangat ceroboh" Ucap Rav merasa bersalah.


Mereka bertiga saling berdiaman di tempat.


__ADS_2