
"Sella, Papi masuk ya"
Bastian masuk ke kamar Sella. Ia melihat Sella berbaring di atas kasur sambil memeluk boneka besar nya. Bastian tersenyum dan menghampiri Sella.
"Sella" Panggil Bastian yang duduk di samping Sella.
"Hm" Jawab Sella yang membelakangi Bastian dan masih memeluk boneka besar nya.
"Kamu jangan marah sama Papi, Papi tau Papi salah, tapi Papi lakuin ini untuk kebaikan kamu sayang"
Sella tidak menjawab perkataan Bastian.
"Setelah kamu melahirkan, Papi akan membiarkan kamu bertemu dengan mereka"
"Serius Pi?" Tanya Sella yang langsung duduk di samping Bastian.
"Tapi dengan syarat, Papi harus menemani kamu kesana. Kalau urusan bayi, kamu tenang saja, Papi akan atur semua nya"
"Tapi 6 bulan lagi masih lama Pi"
"Tidak sayang, semua akan berlalu dengan cepat" Ucap Bastian.
Sella tersenyum, lalu memeluk Bastian. Bastian memeluk Sella kembali, lalu mengelus kepala Sella.
"Pi, boleh tidak Luna aku undang main kesini?" Tanya Sella yang melepas pelukan nya.
"Luna Roux? Apa dia dari keluarga Roux?" Tanya Bastian.
"I-iya" Jawab Sella heran.
__ADS_1
"Undang saja. Ingat, cuman dia yang boleh!"
"Kenapa cuman dia Pi?"
"Karena kita tidak berteman dengan sembarang orang Nak. Papi takut nanti kalian bertiga di beri obat dan jadi orang bodoh-bodoh"
"Kalau begitu, kenapa Papi tidak takut sama Luna?"
"Karena dulu Nenek nya berteman dengan keluarga kita. Sebenarnya keluarga Roux itu teman kita. Mereka selalu membantu kita dalam masalah apapun, kita juga membantu mereka dalam situasi apapun"
"Jadi hubungan kita dan keluarga Roux sedekat itu Pi?"
"Iya"
"Lalu kenapa Kak Michael tidak di jodohkan dengan Luna?"
"Jadi Papi kenal sama keluarga Volker?"
"Kenal, keluarga mereka juga baik sama kita. Kita harus menjalin hubungan baik sama mereka"
"Oh, urutan keluarga kita yang paling atas kan Pi? Yang pertama keluarga Stapleton, kedua Dirgantara, eh tapi kenapa Papi tidak menjalin hubungan dengan keluarga Dirgantara?" Tanya Sella penasaran.
"Tidak ada alasan" Jawab Bastian.
"Ha?"
Tok, tok, tok
"Papi, Sella, Queen sudah baikan, dia mencari kalian" Ucap Michael.
__ADS_1
"Ayo kita lihat adik kamu dulu"
"Iyaa"
Sella dan Bastian keluar dari kamar, kemudian masuk ke kamar Queen.
"Sudah mendingan?" Tanya Bastian kepada Queen.
"Papi, Papi jangan marahi Kak Sella. Yang ngajak keluar itu Queen, bukan Kak Sella. Kak Sella tidak tau apa-apa Pi" Ucap Queen.
"Sudah berapa kali Papi bilang, kamu kalau mau keluar, ngomong dulu sama Papi"
"Iya Pi, Queen salah"
"Untung saja Kakak kamu pintar, dia bawa pengawal untuk melindungi kalian"
"Bagaimana keadaan Kakak? Kamu baik-baik saja kan?" Tanya Queen.
"Aku baik-baik saja" Jawab Sella.
"Queen minta maaf udah buat kalian repot"
"Tidak apa-apa Queen, tapi lain kali kamu harus dengerin omongan Papi. Ini semua untuk keselamatan kamu, di luar sana banyak orang jahat yang mau melukai kita" Ucap Sella.
"Iya kak" Jawab Queen.
"Sella membuat ku semakin terpesona saja. Tapi aku tidak boleh mencintai Sella lagi, dia sudah punya suami dan anak. Aku harus bisa merelakan nya" Batin Rav.
"Mungkin aku dan Sella memang tidak di takdirkan bersama" Batin Rav.
__ADS_1