Menikah Dengan Pria Lumpuh

Menikah Dengan Pria Lumpuh
33


__ADS_3

"Bagaimana, apa sudah ketemu?" Tanya William kepada Dafa.


Sudah satu harian mereka berempat mencari tempat keberadaan Sella.


"Belum" Jawab Dafa yang sudah lelah.


"Kita tidak perlu mencari keberadaan Sella. Dia baik-baik saja di sana" Ucap Luna yang sudah malas mengikuti perintah William.


"Bagaimana kau tau dia baik-baik saja? Kita tidak tau apa yang mereka lakukan kepada Sella dan calon anak kami" Ucap William.


"Beberapa hari ini kita semua beristirahat saja atau kembali bekerja seperti semula, aku jamin paling lama 3 hari, Sella akan memberi kabar kepada kita" Ucap Luna.


"Kepada kita empat?" Ucap William.


"Tidak, salah satu dari kita. Tidak mungkin dia bisa menghubungi kita sekaligus" Jawab Luna.


"Yang dikatakan Luna benar, kita juga perlu beristirahat" Ucap Dafa.


"Aku ngikut saja" Ucap Elsa.


"Baiklah" Ucap William.


William mengambil ponsel nya, kemudian mentransfer uang ke rekening mereka bertiga.


"Sudah bisa pulang" Ucap William lalu meninggalkan mereka.


"Hm hanya kerja begini saja bisa mendapat banyak uang" Ucap Luna.


"Itu karena kau sahabat istri nya" Ucap Dafa.


"Elsa, ayo pulang" Ajak Dafa.


"Baik. Duluan ya" Ucap Elsa kepada Luna.

__ADS_1


"Iya hati-hati"


"Aku sangat bahagia Sella bertemu dengan keluarganya. Ngomong-ngomong dia sedang melakukan apa ya? Pengen nanya deh, tapi handphone Sella tidak di bawa"


Tiga hari kemudian.


Rumor tentang Sella yang menghilang telah tersebar kemana-mana. Para wartawan datang ke perusahaan William untuk mewawancarai William. William menolak mereka untuk di wawancarai. William menyuruh asisten nya untuk mengusir semua wartawan dari perusahaan mereka.


"Kami ingin bertemu dengan Tuan William!"


"Tuan William! Tuan William! Keluarlah Tuan William!"


"Apa kalian belum cukup untuk mengacau?" Tanya Luna.


Luna kebetulan lewat dari perusahaan William, Ia melihat banyak wartawan yang bersorak-sorai dan memanggil-manggil nama William. Karena penasaran, Luna turun dari mobil nya dan menghampiri mereka.


"Anda sahabat Nyonya Sella, bukan? Kami mendengar kalau Nyonya Sella menghilang, apakah benar?"


"Dia tidak menghilang" Ucap Luna.


"Kau masih bertanya? Siapa lagi yang mau bertanya?" Ucap Luna dengan tegas.


"Kalau tidak ada, kalian pergi lah dari sini! Kalau kalian tidak pergi, aku akan membuat kalian menghilang dari dunia ini!" Ucap Luna.


"Apa kita kembali?" Bisik mereka.


"Aku tidak mau menghilang dari dunia ini, soalnya aku belum pernah merasakan kemesraan antara aku dan pacar ku"


"Ya sudah, ayo kembali"


Para wartawan pergi dari perusahaan William.


"Nona Luna, Tuan William menyuruh anda untuk masuk"

__ADS_1


"Aku? Ya baiklah"


Karena sudah terlanjur berhenti di perusahaan, sebaiknya Luna menyapa William.


"Terimakasih" Ucap William kepada Luna yang baru saja masuk ke dalam ruangan nya.


"Tidak perlu berterimakasih, aku melakukan nya untuk sahabat ku" Ucap Luna.


Luna menarik kursi yang ada di depan meja William, kemudian ia duduk.


"Baru saja aku mendapat sebuah pesan dari Sella" Ucap Luna.


"Dia berkata apa?"


"Halo Luna, ini aku Sella. Bagaimana kabar kamu? Aku baik-baik saja disini. Kalian tidak perlu khawatir kepada ku, keluarga ku merawat aku dan calon anak ku dengan baik. Aku tidak boleh menghubungi orang sembarangan, nanti Papi marah, padahal aku pengen menghubungi William. Jangan lupa sampaikan salam ku kepada William"


"Apa suami sendiri termasuk orang sembarangan?" Tanya William tak senang.


"Kamu tidak usah marah, aku saja sebagai sahabat Sella di anggap orang sembarangan. Mengambil hati Papi Sella memang sulit. Kamu harus berjuang dengan keras untuk mendapatkan hati Papi nya. Sekali dapat rasanya sangat menyenangkan" Ucap Luna.


"Tch"


"Aku memperingati mu, berhati-hati lah kepada musuh mu, terutama Crystal. Kita tidak tau apa yang sudah di rencanakan nya" Ucap Luna.


"Bagaimana dengan Elsa? Bukan nya dia suka aku dan Sella berpisah seperti ini?" Tanya William.


"Kau bisa melihat nya sendiri, dia tidak terlalu menyukai mu lagi. Mungkin dia sedang menyukai seseorang" Jawab Luna.


"Terimakasih atas informasi nya. Sampaikan salam ku kepada Sella. Kamu jangan jauh-jauh dari kami, kami membutuhkan bantuan mu. Pulang lah, urusan mu sudah selesai" Ucap Wiliam.


"Baiklah Tuan, saya pulang dulu" Jawab Luna.


Luna meninggalkan ruangan Wiliam.

__ADS_1


"Aku pasti bisa mendapatkan hati Papi Sella" Ucap William pada dirinya sendiri.


__ADS_2