
"Mama!! Kenapa William belum jatuh cinta kepada ku?! Aku kurang dimana? Wajah ku cantik, badan ku bagus, latar belakang ku jelas! Kenapa Ma? Apa yang Mama berikan itu tidak bekerja dengan baik?!" Tanya Crystal kepada Tina.
"Kamu terlalu terburu-buru Crystal! Apa kamu tidak menyadari perubahan William? Dia tidak mengenali Sella! Bukan kah begitu saja sudah cukup? Kau bisa merebut hati nya perlahan-lahan" Ucap Tina.
"Yang Mama katakan benar juga. Tapi Ma, aku juga tertarik dengan pria yang dari keluarga Stapleton itu" Ucap Crystal sambil memainkan rambut nya dan senyum-senyum.
"Oh, kamu menyukai nya? Lakukan lah sesuai yang kamu inginkan, Mama disini mendukung mu"
"Wah makasih Ma, Mama memang yang paling baik" Ucap Crystal dengan sangat senang.
Tok, tok, tok.
"Ada yang datang Ma, siapa ya?" Tanya Crystal.
"Mama saja yang buka" Jawab Tina, lalu pergi ke arah pintu, dan membukakan pintu.
"Halo Tante"
"Oh William, masuk Nak" Ucap Tina.
"Crystal nya ada Tante?" Tanya William.
"Ada kok ada. Kamu bawa sesuatu ya?"
"Iya, ini untuk Tante" Jawab William sambil memberikan kantongan kepada Tina.
"Makasih Nak, ayo masuk"
William masuk ke dalam rumah mereka.
"Siapa yang datang Ma?" Tanya Crystal yang sibuk mengotak-atik handphone nya.
"Hai" Ucap William kepada Crystal.
"William?!"
"Aduh dia datang di waktu yang tidak tepat. Aku belum berdandan dan pakaian ku sangat jelek" Batin Crystal.
"Kamu bersiap-siap lah, aku mau membawa mu ke suatu tempat" Ucap William kepada Crystal.
"Baiklah, tunggu sebentar" Jawab Crystal.
Crystal berlari-lari ke kamar nya.
"Duduk dulu Nak" Ucap Tina.
"Iya Tan"
Sambil menunggu Crystal, William duduk di sofa.
"Hm, William pasti sudah menyukai Crystal. Sebentar lagi dia akan menikahi Crystal" Batin Tina.
Beberapa saat menunggu.
"Maaf lama" Ucap Crystal yang turun dari tangga.
"Sudah selesai? Ayo. Kami pergi dulu ya Tante" Ucap William.
"Iya, hati-hati" Ucap Tina.
"William pasti tergoda dengan kecantikan ku!" Batin Crystal.
William membukakan pintu mobil untuk Crystal. Crystal tersenyum, lalu masuk ke dalam mobil. Setelah itu, William menutup pintu mobil sebelah kiri, lalu membuka pintu supir dan masuk ke dalam mobil.
"Kita mau kemana?" Tanya Crystal.
"Ke suatu tempat" Jawab William.
William menghidupkan mobil nya, lalu menyetir dengan kecepatan sedang.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di tempat tujuan.
"Kita ngapain ke hotel Will?" Tanya Crystal pura-pura polos.
"Kamu akan tau nanti" Jawab William.
William dan Crystal turun dari dalam mobil. Mereka masuk ke dalam hotel dan di sambut dengan ramah.
"Tuan, kamar yang anda minta sudah di sediakan" Ucap karyawan wanita kepada William.
"Ya" Jawab William.
"Kamar?" Batin Crystal.
"Ayo" Ucap William kepada Crystal.
__ADS_1
Crystal mengikuti William berjalan ke lantai atas.
"Ayo masuk" Ucap William kepada Crystal.
Crystal mengikuti William masuk ke kamar yang sudah di sediakan.
"Mewah banget" Batin Crystal.
"Kamu suka?" Tanya William sambil menutup pintu kamar mereka.
"Aku sangat suka" Jawab Crystal.
"Minum dulu" William memberikan segelas air kepada Crystal.
Crystal mengambil gelas dari tangan William, lalu meminum nya.
"Pakai ini" Ucap William.
"Penutup mata?" Tanya Crystal.
"Ya"
Crystal memakai penutup mata yang di berikan oleh William.
"Ini untuk apa ya Will?" Tanya Crystal dengan senyuman nya.
"Pakai saja lah sayang" Jawab William.
"Hahaha kesempatan ini hanya datang sekali" Batin Crystal.
William membawa Crystal naik ke atas ranjang.
"Empuk bukan?" Tanya William.
"Ya, sangat nyaman" Jawab Crystal.
William diam-diam keluar dari kamar itu. William menyuruh suruhan nya masuk ke dalam kamar itu sambil membawa alat yang sudah di bicarakan tadi.
Setelah suruhan William masuk, William mengunci mereka didalam.
"Kenapa sangat panas?" Tanya Crystal dengan wajah merah.
Crystal perlahan membuka pakaian nya.
"William" Ucap Crystal.
Pria itu mencium bibir Crystal dengan lembut.
"Mhhhh"
Crystal membalas ciuman pria itu.
Tangan pria itu mulai nakal, dia melakukan sesuatu kepada Crystal. Pria itu membuka seluruh pakaian nya dan Crystal.
"William ahh"
"Will, pelan-pelan"
...***...
Diluar hotel.
"Kamu yakin tidak mau mendengar mereka melakukan itu?" Tanya Dafa kepada William.
"Kau saja yang dengar" Jawab William.
"Hahaha, jadi kau hanya suka mendengar suara Sella?" Tanya Dafa sambil tertawa.
"Jangan membawa-bawa adik ku!" Ucap Michael kepada Dafa.
"Yang aku katakan benar kan? Sella adalah istri William. Sekarang Sella sedang mengandung, pasti dia dan William sudah melakukan sesuatu" Ucap Dafa.
"Uhuk, uhuk" Elsa tersedak mendengar ucapan Dafa.
"Pelan-pelan minum nya" Ucap Michael kepada Elsa.
"Mentang-mentang kalian semua sudah punya!" Ucap Dafa.
"Hm mana ada wanita yang mau berpacaran dengan pria seperti mu" Ucap Michael mengejek Dafa.
"Cih! William, bukan kah dulu banyak sekali cewek yang mengantri untuk menjadi pacar ku?" Ucap Dafa.
"Aku tidak tau" Jawab William yang menahan tawanya.
"Hahaha, sudah aku bilang, mana ada yang tertarik dengan mu" Ucap Michael.
__ADS_1
"Diamlah! Akan aku buktikan, aku akan mendapat pacar yang cantik dan baik. Setelah berpacaran dan di restui keluarga, aku akan menikahi dia!" Ucap Dafa.
"Bukan kah Elsa juga cantik dan baik? Kenapa kau tidak berpacaran dengan nya?" Tanya William.
"Karena dia bukan tipe ku" Jawab Dafa.
"Bukan kah Sella juga cantik dan baik? Kenapa kau tidak berpacaran dengan nya?" Tanya Michael membalas perkataan William.
"Sella terlalu sempurna untuk ku" Jawab Dafa.
"Apa maksud mu?" Tanya William.
"Kamu tidak tau ya? Dulu aku pernah menyukai Sella" Ucap Dafa bercanda.
"Tidak dapat di percaya" Jawab William dan Michael serentak.
"Elsa, kamu kenapa mau berpacaran dengan pria jelek seperti Michael?" Tanya Dafa.
"Karena aku menyukai nya" Jawab Elsa dengan penuh kebingungan.
"Sudah cukup Dafa! Sebaiknya kita melihat sudah sampai tahap mana mereka melakukan nya" Ucap Michael.
"Em ya" Jawab William.
"Ya sudah, ayo" Ucap Dafa.
"Apa aku juga ikut?" Tanya Elsa.
"Pacar ku harus ikut" Jawab Michael.
Michael merangkul Elsa.
Mereka berempat berjalan ke arah kamar tadi.
"Will, William!!!!"
"Ngghhh, sakit!!"
"Pfftt, dia mengira itu benar-benar William" Ucap Dafa.
"Murahan" Ucap William.
"Hm, suara nya enak juga di dengar" Ucap Michael.
Wajah Elsa memerah, ia benar-benar malu mendengar suara Crystal.
"Kamu juga mau sayang?" Tanya Michael kepada Elsa.
"Tidak, sangat menjijikkan!" Jawab Elsa.
Michael tersenyum. Ia menggendong Elsa, lalu masuk ke kamar yang sudah di pesan Michael dari tadi. Michael memesan kamar tanpa sepengetahuan Elsa.
Michael menutup pintu kamar mereka.
"Turunkan aku!" Ucap Elsa memberontak.
Michael menurunkan Elsa di atas kasur dengan lembut.
"Kau tidak boleh melakukan nya! Kita belum menikah!" Ucap Elsa.
Michael mengelus kepala Elsa.
"Aku tidak akan melakukan hal yang membuat mu benci kepada ku" Ucap Michael, lalu mencium kening Elsa.
...***...
Di luar kamar.
"Mereka asik dengan kegiatan masing-masing" Ucap Dafa.
"Kalau kau iri, carilah wanita yang sesuai tipe mu" Ucap William, lalu meninggalkan Dafa sendirian.
"Hei jangan tinggalkan aku!" Ucap Dafa yang menyusul William.
"Aku mau pulang" Ucap William.
"Kenapa buru-buru?" Tanya Dafa.
"Orangtua ku sudah sampai di depan rumah" Jawab William.
"Apa?! Aku ikut ke rumah mu, aku yakin mereka akan memarahi kamu" Ucap Dafa.
"Ya terserah" Jawab William.
Wiliam dan Dafa masuk ke dalam mobil, lalu berjalan menuju rumah William.
__ADS_1