
"Ih sial!!! Mama!! Mama!!!" Teriak Crystal dengan nada marah.
Tina turun dari lantai atas, kemudian menjumpai putri nya.
"Ada apa?" Tanya Tina.
"Wanita jelek ini Ma!! Dia jadi terkenal!! Aaa kenapa kehidupan nya jadi sebagus itu?!! Seharusnya dia tersiksa dan hanya bisa menangis!!" Ucap Crystal seperti orang gila.
"Kamu kenapa marah-marah sayang? Dia masih jauh di bawah kita" Ucap Tina.
"Ih! Mama bodoh deh! Gara-gara dia aku jadi hamil!!! Sikap Evan juga berubah sama aku Ma!! Dia selalu melihat foto wanita jelek itu!!!"
"Hamil?" Tanya Tina heran.
"Aku hamil anak Evan Ma. Kemarin dia mabuk, trus dia melampiaskan kepada ku. Saat sedang melakukan hubungan itu, dia selalu menyebut nama Sella!! Aku mau wanita jelek itu mati Ma! Dia itu hanya pembawa sial!"
"Kamu belum cukup umur untuk melahirkan! Gugur kan saja anak yang ada di kandungan kamu itu! Jangan membuat Mama dan Papa malu!" Ucap Tina tak senang.
"Cih aku akan menggugurkan nya! Lihat saja, setelah ini aku akan mempermalukan wanita jelek itu!" Ucap Crystal.
"Kamu sebaiknya jangan gegabah. Hati-hati, ada William di samping nya"
"William, William, William! Emang dia bisa apa sih?! Dia hanya pria yang tidak bisa jalan! Selalu mengandalkan orang lain!"
Plak
"Jaga mulut kamu!" Ucap Tina yang menampar Crystal.
Crystal memegang pipi nya yang di tampar.
"Mama kenapa nampar aku?! Mama lebih memilih orang sana dari pada aku?! Oke, aku akan mempermalukan mereka! Aku akan membalas tamparan ini ke pipi mereka! Mama lihat saja nanti!" Ucap Crystal, lalu pergi.
"Ihhh!! Ini semua gara-gara wanita jelek itu!!! Aku akan mempermalukan dia! Aku akan membuat semua orang tidak menyukai dia!" Ucap Crystal sambil menyetir mobil ke rumah sakit.
Akhirnya anak di kandungan Crystal sudah berhasil di gugurkan. Dia merasa lebih tenang, tidak ada lagi beban di tubuh nya.
"Ah untung saja perut ku belum besar" Ucap Crystal lalu masuk ke dalam mobil.
"Hm sekarang kita akan melihat wanita jelek itu! Aku benar-benar tidak sabar ingin mempermalukan dia"
Crystal menyetir mobil nya menuju tempat toko kue Sella.
Beberapa saat kemudian, Crystal sampai di toko kue Sella. Semua orang terpesona melihat mobil mewah parkir di toko kue Sella.
Saat Crystal keluar dari mobil, semua orang langsung bersorak-sorai dan memotret Crystal.
Karena penasaran, Sella berlari ke depan pintu toko kue nya.
"Crystal?" Tanya Sella dengan heran.
Crystal tersenyum miring kepada Sella.
__ADS_1
Plak
Satu tamparan mendarat di pipi Sella secara tiba-tiba.
Sella memegang pipi nya yang di tampar.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Sella dengan baik-baik.
"Tidak perlu berpura-pura!!! Kau sudah menikah, tapi masih menggoda pacar ku!!" Ucap Crystal dengan mata yang berkaca-kaca.
"Maksud kamu? Aku tidak menggoda siapapun" Ucap Sella bingung.
"Huhuhu, hiks, kamu jahat kak, aku tau kamu punya dendam kepada ku, tapi kenapa kamu harus menggoda pacar ku?"
Orang-orang yang ada di toko kue Sella melihati perdebatan mereka. Ada beberapa orang yang merekam dan ada pula yang membuat siaran langsung.
"Ada apa ini?" Bisik mereka.
"Aku tidak percaya! Tidak mungkin Sella menggoda pacar adik nya"
"Ya kamu benar. Sella itu tetangga ku, dia selalu di rumah bersama suami nya"
"Tidak mungkin dia selingkuh kan?"
Sella tertawa jahat.
"Aku? Menggoda pacar mu? Adik ku, kamu itu masih berumur 16 tahun, apa sudah pantas untuk berpacaran? Kamu itu seharusnya belajar di sekolah, bukan berkeliaran di luar seperti ini. Kamu jangan menyia-nyiakan uang Papa dan Mama. Mereka kerja mati-matian lho supaya kamu bisa sekolah" Ucap Sella.
"Wanita ini semakin berani saja!" Batin Crystal.
"Crystal, kita ini sudah dewasa! Kamu bisa berpikir luas kan? Kamu jangan menjadi bodoh karena cinta! Kamu itu sekarang belajar, bukan berpacaran! Lagian aku tidak tau siapa pacar mu. Biarpun aku tau, aku tidak akan menggoda dia!"
"Kamu bohong kak, huhuhu"
"Bohong? Kamu pikir aku ini wanita murahan? Aku sudah punya suami Crystal! Aku tidak akan berpaling dari dia! Mau pacar kamu lebih tampan dari suami aku, aku tidak akan tergoda! Kamu pergi sana, bersekolah yang bagus! Jangan pacaran aja! Hargai orang tua kamu" Ucap Sella yang membuat Crystal malu.
Crystal mengepal kedua tangan nya.
"Brengsek! Wanita jelek, berhati busuk!" Ucap Crystal yang hampir menumbuk Sella.
"Tangan anda tidak berhak menyentuh Nyonya kami!" Ucap Haiden yang memegang tangan Crystal dengan kuat.
"Aww sakit! Lepaskan, lepaskan!" Ucap Crystal memberontak.
William dan pengawal nya masuk ke dalam toko kue Sella. Para pengawal mengarahkan pembeli untuk keluar dahulu. Untuk hari ini toko akan di tutup sementara.
"Kau lihat suami mu kan?! Tugas mu mengurus suami mu yang lumpuh ini! Bukan menggoda pacar ku! Hubungan mu dan Evan sudah berakhir! Sadari posisi mu!" Bentak Crystal kepada Sella.
"Tuan?" Ucap Haiden.
"Bawa dia dan batalkan kerja sama antara perusahaan kita dan Alexander!" Ucap William dengan tegas.
__ADS_1
"Batalkan! Kami tidak perlu bekerja sama dengan perusahaan mu! Kau hanya pria jelek dengan kaki yang tidak bisa berjalan!" Ucap Crystal.
Karena sudah sangat kesal, Haiden membawa paksa Crystal pulang ke kediaman Alexander.
Sella mendekati William, ia takut perkataan Crystal di masukkan William ke dalam hati nya.
"Will?" Panggil Sella.
"Em kamu tidak apa-apa kan?" Tanya Sella kepada William.
"Saya baik-baik saja" Jawab William.
"Sini" Ucap William kepada Sella yang menepuk paha nya.
Sella duduk di atas paha William.
William mengangkat tangan nya, lalu memegang pipi Sella yang di tampar.
"Kamu ceroboh" Ucap William.
"Ah aku kurang memperhatikan nya tadi" Jawab Sella.
"Hari ini sampai di sini saja. Biarkan toko kue nya tutup hari ini, kamu ikut sama saya ke perusahaan"
"Syukurlah kau tidak menyuruh ku menetap di rumah" Ucap Sella.
"Kamu tidak suka di rumah?"
"Suka, tapi kadang bosan kalau sendirian"
William tersenyum, lalu mencubit hidung Sella.
"Uhhmmm Will"
"Tuan dan Nyonya, mobil sudah di siapkan" Ucap supir.
"Kami datang" Jawab Sella, lalu turun dari paha William, kemudian ia mendorong kursi roda William.
"Obati dulu luka mu" Ucap William lalu memberikan es batu kepada Sella.
"Mau nya kamu yang buat" Ucap Sella manja.
William memegang pinggang Sella, kemudian menarik nya ke atas pangkuan nya.
William menaruh es batu ke pipi Sella yang di tampar.
"Dingin" Ucap Sella sambil menutup satu matanya.
"Nama nya juga es batu" Ucap William.
"Tidak bisakah mereka menghargai aku yang jomblo ini? Hanya mengoles es batu saja sudah membuat ku iri" Batin supir.
__ADS_1
Sella mengelus bibir William, kemudian mencium nya.
"Anggap saja mereka tidak melakukan apa-apa" Batin supir yang iri akan keuwuan mereka.