
Tin....Tin.... Tin....
suara klakson mobil mengejutkan elena yang baru saja turun dari mobil angkutan saat elena sedikit melamun karena rasanya hari ini akan merasa sepi tanpa ada kehadiran mery di sekolah
Tin... tin... tin
suara klakson mobil lagi yang tak sabar agar elena segera minggir
"minggir gak! apa ingin mati gue tabrak?" teriak vera yang mengendarai mobil itu yang tidak menyukai el karena el bisa dekat dengan radit cowok terpopuler nomer dua disekolah yang sangat disukai vera sedangkan radit selalu acuh terhadap vera setiap dia mencoba mendekatinya
Karena bagi radit vera seperti ondel-ndel yang make up nya sangat tebal sehingga radit ifil berdekatan dengannya
"iya iya nih gue minggir, udah denger kali ga usah teriak teriak" gerutu el yang sudah sangat jerah berurusan dengan vera
"kalau gue gak teriak lu gak akan minggir" kata vera dengan nada tinggi
Setelah vera mengatakan seperti itu dia segera memakirkan mobilnya diparkiran sekolah sedangkan elena segera melangkah menuju ruang kelas dengan wajah yang murung karena sahabatnya tidak masuk
Tetapi walau dengan wajah yang mendung kecantikan alami yang dimiki elena tak pernah pudar dan itu yang membuat para lelaki di sekolah ingin bisa mendekati elena
"hai el" sapa salah satu seseorang yang mengagumi elena dan elena hanya tersenyum untuk menanggapi sapaan temannya
"ih sok kecantikan" sindir vera yang jalan cepat dari belakang elena dan menabrak tibuhnya dibahu tiara dengan keras sehingha membuat elena tersungkur kedepan dan jidatnya sampai kebetuk tiang tempok yang kebetulan ada didekatnya
"heran gue sama elena, pake guna apa sih dia sampai gak radit gak reza dan yang lainnya suka sama dia, cantik juga cantikan gue, baik juga baikan gue apalagi dia anak yg sangat miskin, bisa bisanya semua takjub sama dia, jangan jangan elena pakai susuk pemikat semua lelaki"
dan kelakuan vera seperti itu diketahui oleh radit sehingga membuat radit sedikit emosi terhadap vera
"apa apaan sih lo ver" bentak radit terhadap vera saat radit sudah berada dideket vera, karena tadi dari kejauhan radit melihat ada vera dibelakang elena yang membuat radit langsung mendekati elena tetapi ternyata saat radit belom sampai vera sudah bertindak terhadap elena
" dit, itu bukan salah gue dit, percaya deh itu karena anak tolol ini yang...." belom selesai melanjutkan kata-katanya sudah dipotong radit
"gue gak akan percaya ma lu" bentak adit didepan muka vera dan setelah itu radit langsung membantu elena berdiri
"awas aja lu anak sialan, yang ngebuat cowok gebetan gue selalu ngenjauhin gue" gumam vera pelan yang tak ada seorangpun yang dengar apa kata vera
__ADS_1
"kamu gak apa-apakan el" tanya radit yang begitu kwatir
"iya gue gak papa kok dit, makasih ya"
"gak usah makasih gitu kan kita sahabat yang selalu ada, ya uda yuk kita ke kelas
"assalamualaikum selamat pagi anak anak" salam guru saat radit dan el yang baru masuk dan belum sampai ditempat duduknya sehingga membuat mereka buru buru duduk dibangkunya yang dimana radit duduk dibelakang elena
"waalaikum salam, pagi bu" jawab murit-murit kelas 3A ipa serempak
"baik anak-anak sekarang buka buku kalian halaman 19"
beberapa saat kemudian bel istirahat sudah berbunyi dan semua murid-muurid SMA Anak bangsa pada berhamburan menuju kekantin, ada yang hanya untuk nongkrong dan ada juga karena memang lapar
"kamu gak kekantin el" tanya radit dari belakangnya elena saat melihat elena tetap duduk dan tak berniat untuk beranjak dari tempat duduknya
"gak dit gue bawa bekal tadi"
"tapikan biasanya walaupun kamu bawa bekal masih tetap kekantin beli minumannya el?. hmmm... tumben sih kamu males gini, apa gara-gara mery gak masuk?,gak biasanya kamu kayak gini" tanta adit sambil langsung duduk dibangku sebelah elena yang tadi sebelumnya masih duduk dibangku belakangnya elena
"terus lu ndiri gak kekantin?" tanya elena ke radit
"gak males gak da temennya"
"kan ada temennya yang lain"
"ya uda deh ku tinggal bentar ya"
"iy sono katae laper" kata elena dan radit langsung beranjak berdiri keluar kelas
tilulit... tilulit..
anggap aja suara hp elena yang berbunyi yang menandakan ada pesan masuk
no tak dikenal: "hai cantik.. tumben gak kekantin, gue gak bisa melihat wajah cantik ayu elena"
__ADS_1
"siapa sih, kok bisa tau no aku?, kaya kurang kerjaan kirim pesan gak penting"batin elena tanpa membalas pesan
beberapa saat kemudian elena sudah menghabiskan bekalnya bertepatan dengan radit yang sudah datang dari kantin
"nih minum" kata radit sambil menaruh es jeruk cup di mejanya elena
"nih untuk gue"
"emang untuk sapa lagi?"
"tapikan gue gak minta dibeliin"
" emang gak minta beliin cuma aku mau kasih kamu aja, biar seger"
"tanks ya"
dan dari tadi vera cemburu melihat radit begitu perhtian ke elena tanpa ia tau apa yang dibicarakan oleh radit dan elena
"manja banget sih jadi cewek minta dibeliin minuman segala, jadi cewek itu jangan manja dan jangan suka nyuruh-nyuruh cowok" sindiran vera pelan yang masih didenger elena dan yang radit sendiri gak dengar karena lagi ngobol dengan teman sebangkunya
"tapi soswet" kata lani temennya vera dengan senyum takjub
"apaan sih lo belain cewek sialan itu" kata vera dan ani temen yang satunya
"syirik aja loh, kalau iri bilang"
"siapa yang iri ma cewek manja dan ganjen kaya lu"
setelah itu guru mata pelajaran terakhir sudah masuk sehinga membuat perdebatan yang g guna itu berakhir
...jangan lupa ya reader beri dukungannya pada author dengan cara jempolnya klik tombol like, dan juga jangan lupa komentar dan vote agar author tambah semangat untuk lanjutin cerita ini...
...sekali lagi jangan lupa klik tombol like like like...
...🌸🌸trimakasih🌸🌸...
__ADS_1