Menikah Karena Amanah

Menikah Karena Amanah
Bab 23


__ADS_3

Bagas papamu telah meninggalkan Mama, sekarang mama sendiri, bagaimana dengan hidup Mama nanti."


"Mama tinggal dengan siapa Bagas Mama tidak ingin hidup lagi Mama ingin ikut dengan papa..., hiks, hiks..." Weni memainkan perannya begitu sempurna.


Padahal di dalam hatinya ia sedang tertawa dan merasa puas telah mendapatkan surat yang dicap jempol oleh Rahmat suaminya tersebut. Namun dirinya harus tetap berpura-pura sedih agar tidak ada yang curiga terutama Bagas anaknya. Ferdi pun hadir di sana namun Ia hanya memantau dari jauh dan tidak mendekat sama sekali, kali ini akting Weni di depan jenazah Pak Rahmat dan di depan seluruh para pelayan sangat luar biasa. Begitu banyak pelayan yang merasa sedih dan juga simpati kepada dirinya, balas pun menangis dan merasa tak percaya namun setelah melihat jenazah apanya Ia pun yakin ternyata Papanya sudah tiada.


Pada hari itu juga Papanya Bagas dimakamkan acara pemakaman pun berjalan dengan lancar, setelah pemakaman selesai, semua para pelayat sudah pulang mama pun ikut pulang dengan begitu santainya. Ferdy datang menghampiri Wenny mamanya, dan mengajak untuk segera pulang ke rumah milik pak Rahmat. Bagas masih merasa heran dengan kelembutan mamanya menyambut pria yang belum di kenalnya itu.


"Ma, baru saja papa di makamkan, Mama sudah menyambut dan berlembut hati dengan pria ini?!" pertanyaan tegas dari Bagas ke mamanya.


"Jaga ucapan mu Bagas, ini adalah Ferdy anak kandung ku."


"Dan asal kau tahu dia sekarang pemegang dan pemilik perusahaan milik papa mu!"

__ADS_1


"Papa mu sendiri yang telah menyetujuinya karena Ferdy telah menikah dan memiliki anak saat ini, bukan seperti mu yang tidak memiliki apa pun sekarang." Wenny pergi meninggalkan Bagas yang masih meratapi papanya yang ada di dalam gundukan tanah merah.


Ferdy dan Wenny pun pulang kerumah dengan sangat senang, bahkan di dalam rumah itu ada yang pergi meninggalkan mereka. Bagas tak habis pikir ternyata selama ini mamanya sudah lama merencanakan semua ini. Kini Bagas sudah tak memiliki harapan, dan mamanya lebih memilih serta mendukung Ferdy, anak kandung dari suaminya yang terdahulu.


Kini hidup bagus benar-benar hancur, dan yang membuatnya seperti itu bukanlah orang lain melainkan mamanya sendiri yang lebih perhatian dan mendukung Ferdi kakak tirinya. Ferdi sama senang ketika menerima dan melihat surat pernyataan yang telah memiliki bukti bahwa di atas kertas itu tertera sebuah cap jempol dari Rahmat.


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


Bulan ini Ayu pulang ke Jakarta, dan Rani sudah mengetahuinya setelah Ayu menelpon Rani sepupunya tersebut. Ayu sengaja pulang dari Makassar tanpa menunggu hari esok, sore itu juga setelah pulang dari kantornya Ia pun sudah memesan tiket perjalanan untuk secepatnya kembali ke Jakarta. Iya sangat ingin beristirahat di rumah Alm. kedua orang tuanya, Wanita itu sudah sangat merindukan rumah kampung halamannya.


Dion tak ingin menunda dan sampai tak terlaksanakan niat baiknya itu, orang tua Bagas pun merestuinya. Bagas tak mau kehilangan Ayu lagi dan menyiksa hatinya sendiri seperti dahulu sehingga wanita lain berkorban. Bagas sudah mempersiapkan semuanya, dari bahkan menyiapkan diri bila Ayu mencoba lagi untuk menghindar atau menolak dirinya dengan berbagai alasan.


Keesokan Paginya...

__ADS_1


"Pak, ini berkas saya dan segala perinciannya."


"Saya harap bapak dapat puas dengan kantor cabang di Makasar itu." Ayu tersenyum sambil menyerahkan sebuah map ke tangan atasannya.


Srek...


Srek..


Berkas dibuka dan dilihat satu persatu oleh atasannya, dan ia mengangguk-anggukkan kepalanya dengan wajah serius. Rapat pun pagi itu di mulai dan semua yang memimpin kantor cabang dari berbagai daerah telah ada di sana semua. Ayu mendapat prestasi karena ia dapat mengelola kantor cabang itu dengan baik, dan dapat naik lebih cepat dari dugaan atasannya itu.


Prok, prok, prok..


Semua orang bertepuk tangan untuknya, dan Ayu berdiri berjalan ke arah depan saat atasannya memanggil dirinya untuk menerima penghargaan dari kerja kerasnya. Kini Ayu pun menjadi banyak teman dan mereka semua bertanya tentang bagaimana cara dapat melakukannya bisa optimal.

__ADS_1


Setelah sore hari Ayu pun pulang ke rumahnya dan menikmati suasana sore itu bersama Rani dinteras rumah. Tak beberapa lama sebuah mobil malah berhenti dan parkir di depan rumahnya, Ayu pun penasaran awalnya, tapi setelah memperhatikannya Ayu pun mengerti siapa yg datang sore itu ke rumahnya.


BERSAMBUNG....


__ADS_2