Menikah Karena Amanah

Menikah Karena Amanah
Bab 24


__ADS_3

Prok, prok, prok..


Semua orang bertepuk tangan untuknya, dan Ayu berdiri berjalan ke arah depan saat atasannya memanggil dirinya untuk menerima penghargaan dari kerja kerasnya. Kini Ayu pun menjadi banyak teman dan mereka semua bertanya tentang bagaimana cara dapat melakukannya bisa optimal.


Setelah sore hari Ayu pun pulang ke rumahnya dan menikmati suasana sore itu bersama Rani di teras rumah. Tak beberapa lama sebuah mobil malah berhenti dan parkir di depan rumahnya, Ayu pun penasaran awalnya, tapi setelah memperhatikannya Ayu pun mengerti siapa yg datang sore itu ke rumahnya.


Ayu tak dapat melarikan diri saat dia keluar dari mobil tersebut, Ayu pun membenarkan posisi duduknya di atas kursi itu, Rani dengan cepat berlari ke belakang untuk mengambil camilan dan juga teh untuk mereka nikmati. 


"Assalamualaikum Ayu."


"Bolehkah saya bertemu denganmu dan membicarakan sesuatu bersama di sini?" Dion bertanya dengan lembut dan meminta izin terlebih dahulu.


"Jika kamu tidak berkenan Aku pun tidak akan melakukannya, hal ini sangat penting bagiku yang harus ku katakan kepadamu." ujar diam kembali.


"Baiklah Mas Dion silakan duduk, dan apa yang ingin kamu sampaikan sehingga mencari ku sampai ke rumah?" Akhirnya Dion pun duduk dan bercerita tentang apa yang ingin Ia sampaikan, karena Ayu menghormati dirinya sebagai tamu yang datang ke rumahnya saat itu.

__ADS_1


"Sudah beberapa kali Mas datang ke rumahmu kamu tidak ada di rumah."


"Kali ini Mas datang karena Rani yang memberitahu bahwa kamu sedang ada di rumah. Mohon jangan memarahi Rani karena telah memberitahunya, karena Rani memenuhi pemintaan mas saat itu."


"Mas sudah mencari mu ke Makasar tanpa alamat, mencoba dan berharap takdir mempertemukan kita." ucap Dion yang begitu polos menceritakan semuanya.


"Ternyata pria yang kulihat di Makassar itu memang adalah mas Dion yang mencari ku."


"Tapi maaf mas, Ayu gak menghampiri dan bahkan malah menghindari mu saat itu."


Rani datang dengan dua cangkir teh di nampannya serta sepiring cemilan biskuit dan beberapa kue di sana. Rani meletakkan teh itu dan kembali lagi ke belakang, Rani sengaja pergi agar tidak dapat mengganggu mereka berdua suami menginginkan Ayu benar-benar memilih untuk bersama dengan Dion.


Dion pun mengutarakan maksud dirinya datang untuk bertemu dengan ayah yang tak lain adalah ingin melamar Ayu segera untuk menjadi istrinya. Mendengar perkataan itu Ayu pun sedikit terkejut dia dengan berani langsung melamar tanpa mengetahui Apa jawaban dari Ayu saat ini.


Dion telah menyampaikan maksudnya, ia pun terdiam sambil menunggu jawaban dari Ayu, namun gadis itu juga terdiam sambil berpikir jawaban apa yang akan ia beri pada pria yang ada di hadapannya. Selama 15 menit mereka berdua pun hanya diam saja duduk sambil menikmati teh yang disuguhkan oleh Rani. Ayu masih terus berpikir ia tidak mau mengambil keputusan terlalu terburu-buru dan nantinya akan ia sesali sendiri.

__ADS_1


"Mas Dion izinkanlah saya untuk berpikir terlebih dahulu, Ayu ada di Jakarta selama 2 hari."


"Ini sudah hari yang pertama dan esok adalah hari yang kedua, di saat Ayu kembali ke Makassar, minggu berikutnya Ayu akan beri jawaban kepada mas saat itu." Ucap Ayu membuka pembicaraan lagi mengenai pembahasan yang mereka lakukan.


"Jika Ayu setuju dengan keputusan Mas dan menerimanya, mas akan menemui kamu ke Makasar." Dion berjanji kepada Ayu.


Ayu hanya diam saja, tak menjawab apa pun sama sekali. Ayu sedikit ragu dan bingung akan perkataan orang yang akan mengatakan dirinya wanita tak baik dengan sahabatnya.


Dion langsung berpamitan pergi dari rumah Ayu, mereka sekarang terikat janji dan terjalin kembali. Apalagi kali ini Dion yang secara berterus terang kepada Ayu, dan mama papa Dion juga sudah memberi restunya. 


*****


Kali ini Bagas tak tahu harus tinggal dimana lagi, karena rumah miliknya itu akan di sita dan ia harus pindah Minggu depan. Bagas mau tak mau meminta izin kepada mamanya agar dapat tinggal bersamanya nanti. Namun Ferdy dan istrinya tidak mengizinkan Bagas tinggal bersama mereka, Sherly istri dari Ferdy sudah pindah ke rumah itu beserta anaknya Minggu kemarin. 


Kali ini Bagas benar-benar tidak di pedulikan oleh mamanya sendiri. Ternyata mamanya takut dengan Ferdy, pernah mengancam akan memberitahukan kedoknya ke Rahmat dan menginginkan harta yang di milikinya. Perkiraan mamanya akan dapat hidup nyaman dan menyenangkan bila mengikuti keinginan dan permainan mereka. Mamanya hanya ingin aman dan hidup enak, karena hanya Ferdy yang dapat menolong hidupnya, karena bila dengan Bagas akan hidup susah dan mamanya tak menginginkan itu.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2