
Besok Ayu sudah harus kembali lagi ke Makasar, dan menangani beberapa berkas belum lagi ada pertemuan dengan klien yang ingin berkunjung melihat prospek di Makasar tersebut. Atasan Ayu ingin ia yang menanganinya sendiri, karena atasannya menilai Ayu mampu untuk mengurus klien mereka. Dan atasannya akan memberikan bonus dan cuti beberapa hari.
Ayu pun menyanggupi tugas yang dari atasannya, sekarang dia sudah dapat mengembangkan kantor cabang di Makasar dengan kerja kerasnya selama ini. Ayu akan di naikan jabatannya karena telah banyak membantu dan selalu menerima tantangan dari bosnya. Seluruh karyawan banyak yang kagum dan juga ada yang ingin sepertinya, yang selalu pandai dalam segala hal dapat Ayu juga bertanggung jawab dengan seluruh pekerjaaan.HBari sudah tinggal beberapa saja akan masuk bulan berikutnya, yang dimana Ayu dan Dion akan meresmikan hubungan mereka.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Hari Pernikahan...
Semua orang sibuk akan persiapan dari mulai kemarin, segala macam di kerjakan karena hari ini sangat spesial dan begitu bermakna dalam hidup Ayu. Wanita ini akan menikah dengan pria yang sudah sangat lama ia cintai, dan baru sekarang mereka akan disatukan dalam ijab kabul.
"Saya terima nikahnya Ayu Syafitri binti Malik Abraham."
"Dengan bla..bla..bla.." terdengar suara sayup-sayup dari luar masjid.
Ternyata Ibam dan Bagas ada disana menghadiri pernikahan Ayu dan Dion, Bagas menangis teringat akan pernikahannya dulu dengan Ayu. Ibam dan Bagas hanya duduk di luar saja dan tidak mau masuk ke dalam, Bagas sudah ikhlas menerima semuanya.
"Semoga kamu bahagia dengan pria itu Ayu, maaf selama ini tak pernah memberi mu cinta dan kasih sayang."
"Sekarang baru menyadarinya apa arti dan betapa berartinya dirimu itu." ungkapnya dari lubuk hati Bagas.
"Bagaimana para saksi apakah sah?!" tanya pak penghulunya.
"Sah!"
"Sah!"
__ADS_1
Semua orang bersyukur dan memanjatkan doa di dalam masjid itu, Dion ingin mereka sah di masjid yang menjadi saksi bisu perjalanan cinta mereka sampai akhirnya mereka pun dapat bersama. Ayu pun bersalaman dan mencium tangan suaminya dan Dion mennyentuh kepala Ayu yang telah sahenjadi istrinya sekarang.
Dua Minggu kemudian...
Ayu dan Dion pun bahagia menjalani rumah tangga mereka, sekarang Ayu sudah di tempatkan di Jakarta lagi dan menempati rumah peninggalan orang tuanya. Rani sudah di luar negri, dia sukses dalam mencapai cita-citanya, semua orang di kampungnya sangat bangga padanya. Terutama ayahnya yang sangat bahagia melihat Rani menjadi orang yang telah sukses saat ini.Â
Ayu menjalani hidupnya seperti istri yang lainnya melayani suami dan sekarang pria yang bersamanya mencukupi semua kebutuhannya. Kini bukan hanya nafkah yang di berikan, rasa sayang dan cinta yang sebelumnya tak pernah ia dapatkan kini Dion mencurahkannya.
"Mama bisa kerja gak sih?!"Â
"Kalau mau tinggal disini ya harus kerjalah!"
"Percuma kami beri tempat tinggal sama orang kalau gak ada keuntungannya!" ucap istri Ferdy.
"Sayang..., Sudah jangan marah lagi ke mama. Nanti juga akan dicuci kok sama mama semuanya. Iya kan ma...?!" Ferdy menatap dengan pandangan tajamnya.
Dan Ferdy tidak memperdulikan nasib mamanya yang selalu setiap hari diomelin oleh istrinya. Kehidupan yang di impikan oleh Wenny kini sirna, tidak ada yang dapat menghargainya dirimah itu. Cucunya sendiri anak dari Ferdy tak menganggapnya sebagai nenek dari mereka. Kepergian Bagas yang telah bekerja di Makasar, membuat Wenny menjadi pelayan di rumahnya sendiri.
Wenny berharap dapat menjadi nyonya besar dan dapat berkuasa, tapi saat ini hanya bisa jadi pengurus mereka semua. Wenny hampir setiap malam menangis dan meratapi nasibnya yang tak seperti ia harapkan.
"Bagas dimana sekarang kamu nak?"
"Mengapa pergi meninggalkan Mama yang sudah tua dan tak ada tumpuan hidup disini."
"Maafkan mama sudah salah menilai kakak mu yang kiranya mau berbakti pada mama." air mata Wenny jatuh ke bantal yang ia sedang tidurkan.
__ADS_1
Menyesal dengan perbuatan sendiri sangatlah sakit sekali, Wenny pun sering datang ke makam suaminya dan menangis meminta ampun mencurahkan segala diatas tanah gundukan yang telah ada batu nisannya.
"Mas, bawa saja lah aku bersama mu."
"Aku rasa tak sanggup lagi bila harus begini terus, dan ini memang semua salah ku."
"Aku sudah menerima semua kesalahan yang telah ku perbuat kepada kamu mas."
"Kepada Bagas dan juga Ayu, maafkan aku mas.., hiks, hiks..." Wenny memeluk batu nisan itu dan meletakkan kepalanya disana.
Hampir setiap hari Wenny datang mengunjungi suaminya dan bercerita tentang hidupnya yang tidak bahagia saat ini. Keadaan Wenny sekarang sangatlah kurus wajahnya pucat dan sering tak di beri makan sama istri Ferdy dirumah. Sungguh Wenny yang malang yang menginginkan hidup mewah dan bahagia malah menjadi sengsarang karena ulahnya sendiri.
Bagas di Makasar sedang terus berusaha untuk mendapatkan uang dan juga jabatan di perusahaannya saat ini. Sudah selama 2 tahun Bagas tidak pulang ataupun melihat kondisi ibunya di rumah Ferdi. Namun Ia terus berdoa agar Allah terus melindungi mamanya di sana, bagus ingin membahagiakan mamanya ketika ia pulang nanti menjemput dan mengajak tinggal bersamanya.
Sama seperti Ayu, apabila kinerja Bagas baik dalam bekerja di perusahaan yang ada di Makassar, iya akan ditempatkan di pusat perusahaan yang ada di Jakarta. Dan ia akan mendapat fasilitas Rumah mobil dan juga yang lainnya, Bagas sudah pernah mendapat beberapa ilmu untuk menjadi pimpinan yang baik dan sekarang ia terapkan semua ilmu yang diberikan oleh Papanya itu di perusahaan yang baru ini.
Dan tidak pakai terlalu lama tahun depan Bagas dipromosikan untuk menjadi manajer lalu kembali ke Jakarta bekerja di kantor pusat perusahaan. Tekadnya sangat kuat dalam keinginan untuk dapat merebut kembali hak yang seharusnya ia dapatkan. Tujuan bagus juga sangat jelas ingin membahagiakan mamanya walaupun mamanya tidak adil kepadanya saat itu.
"Bagas kau sungguh luar biasa bisa dengan cepat dipromosikan langsung."Â
"Memang sangat berbakat dan jangan melupakan ku ya setelah kau sukses nanti." ujar teman sekantornya.
"Saya tak akan melupakan kamu yang sudah menolong saya untuk dapat tempat tinggal disini." Bagas memeluk temannya yang selalu baik kepadanya.
Istrinya juga sangat baik, Bagas di beri tempat tinggal pas di sebelah rumahnya yang dulu untuk anak kos mereka. Dan sekarang kosong karena sudah tidak ada yang menempati lagi disana. Sehingga temannya itu menewarkan tempat itu untuk Bagas tempati olehnya dengan membayar separuh dari harganya. Disana juga mendapat makan pagi dan makan malam yang di masakan oleh istrinya.
__ADS_1
Bersambung....