Menikah Karena Amanah

Menikah Karena Amanah
Bab 51


__ADS_3

Sedangkan Bagas perlu mengobati mamanya sampai berbulan untuk dapat bisa normal kembali, kondisi mamanya saat dulu Bagas temukan sungguh menyayat hati pria tersebut. karena kondisinya itu membuat Bagas menjadi sangat dendam kepada Ferdi dan juga Yeni. Sampai-sampai Bagas berjanji dalam hatinya akan membalas semuanya yang telah mereka lakukan kepada mamanya.


Bagas pun sudah menyusun rencana untuk membuka kembali perusahaannya tersebut, namun ia menutup untuk sementara mengumpulkan modal dan mencari investasi di luar sana agar dapat menjalankan perusahaannya kembali. Bagas pun mulai memutar otaknya dan mencari perusahaan lain yang ingin bekerjasama dan memberi investasinya untuk dapat menjalankan perusahaan seperti dahulu. Untuk sementara waktu gedung itu harus dikunci dan seluruh karyawan harus di rumah makan di rumah mereka masing-masing. Bagas juga sudah memberi informasi kepada mereka apabila perusahaan itu jalan kembali mereka akan ditarik untuk bekerja di dalam kantor tersebut.


****


Ferdy...


"Aku seperti mengenal gadis itu? tapi mengapa ia berjalan dengan seorang pria dan malah menolak ku kemarin untuk melakukannya." Ferdy terus mengintai dari belakang.


Pria itu terus memperhatikan mengikuti sepasang kekasih yang tengah asik berjalan menghampiri sebuah restoran. Ferdy langsung mengenalinya setelah wanita itu berpaling mengibaskan rambutnya yang tergerai. Sontak membuat Ferdy membulatkan matanya sedikit terkejut, dengan cepat Ferdy masuk ke dalam restoran itu.


"Wanita kurang ajar, dan sangat rendahan. Menolak bersama ku kemarin malam, kini malah pergi dengan pria lain dan bermesraan di depan umum begini." Ferdy menghampiri dan ingin membuat perhitungan.


"Donita!" Ferdy telah siap mengangkat tangannya untuk memukul wajah wanita yang ternyata adalah Donita mantan selingkuhannya dulu.


"Agh!" Donita membuang wajahnya ke samping untuk melindungi diri dari Ferdy.


Seketika tangan Ferdy di hentikan oleh Boby suami Donita yang sekarang ini. Ferdy menolehkan wajahnya ke arah Boby, tangannya tak bisa bergerak tertahan oleh genggaman Boby. Donita berdiri dan berlindung di balik tubuh Boby dengan cepat, Boby mencampakkan tangan Ferdy dengan kasar.


"Siapa kau beraninya mencegah aku?! pasti kau juga korban nya dan selingkuh dengannya!" Ferdy sangat kesal dengan Boby yang menghalanginya.

__ADS_1


Donita masih bersembunyi dan Boby diam saja menatap Ferdy dengan kesal. Ferdy terus mengoceh mempermalukan Donita, semua orang yang ada di sana menatap ke arah mereka, membuat Boby kesal dan menarik tangan Ferdy membawanya keluar dari cafe itu ke arah parkiran.


"Bugh!


"Bugh!


Boby memukul beberapa kali bagian perut Ferdy, pria itu terjatuh ke tanah. Dan Boby sangat puas dapat memukulnya, Ferdy pun dengan cepat berdiri ingin membalas pukulan dari Boby. Akhirnya mereka berdua pun berkelahi habis-habisan disana, bugh! bugh! Donita datang untuk melerai.


"Sudah mas aku bilang sudah cukup, stop!" wanita itu berteriak.


"Semua ini karena kesalahan mu! pergi meninggalkan ku demi pria yang ini? Heh Cui! Ferdy meremehkan.


"Sedari tadi kau sudah terlalu banyak bicara, biar aku beri tahu ke kamu. Aku adalah suami Donita saat ini, maka aku berhak untuk melindungi dia dari pria seperti mu!" ujar Boby.


"Iya mas, aku dan mas Boby sudah menikah. Kamu hanya masa lalu ku, dan kita tidak pernah ada hubungan lebih dari kesalahan. Kau kembalilah bersama istri mu, berselingkuh itu tidak baik kasihan keluarga mu." Donita membawa Boby masuk ke dalam cafe itu dan melanjutkan makan mereka.


*****


Keesokan harinya Ayu dan Dion pun kembali ke Jakarta, di dalam perjalanan Ayu hanya diam saja lebih banyak tidur di dalam mobil. Sesekali ia mual dan muntah, Dion pun merasa heran melihat kondisi istrinya dengan cepat Dion menyetir dan membawanya sampai ke rumah mereka di Jakarta.


segera Dion menyuruh Ayu untuk beristirahat di dalam kamarnya, Sabrina yang sudah tertidur digendong oleh Dion dan di bawa masuk ke dalam kamar untuk diletakkan di atas tempat tidur. Hari itu semua sangat kelelahan, mama juga pergi tidur bersama Sabrina, seluruh keluarga terlelap dalam mimpi yang indah.

__ADS_1


Ayu tidur sambil di peluk oleh Dion, pria itu sedikit khawatir akan istrinya tersebut. Ia berencana akan melihat kondisi Ayu besok pagi dengan membawanya ke dokter tempat biasa mereka memeriksa bila ada anggota keluarga yang sakit.


Keesokan paginya....


"Bagaimana kondisi Ayu dok?" Dion merasa sedikit resah.


"Selamat ya pak Dion, istri bapak positif hamil. Dan sekarang sudah memasuki 4 Minggu, saya sarankan Bu Ayu harus banyak istirahat sebab yang seperti kita tahu kondisi Bu Ayu saat hamil anak pertama mudah kelelahan." Dokter itu berbicara sambil menjelaskan dan mengingatkan kembali fisik Ayu yang lemah.


"Kalau bisa Bu Ayu tidak beraktifitas di luar selama 4 bulan ini, dan nanti kita lihat perkembangannya ke depan. Saya sarankan rajin minum vitamin dan banyak makan buah dan protein, agar tetap vit walau sedang hamil." dokter itu tersenyum kepada Ayu.


"Terima kasih dokter, saya akan ingat semua itu. Baiklah kami pamit pulang, sekali lagi terima kasih." Dion pun berpamitan dan berjabat tangan dengan dokter tersebut.


Ayu sedari tadi hanya diam saja, ia terlihat lemas dan sedikit pucat. Nafsu makannya pun berkurang dan harus banyak istirahat di rumahnya. Dion pun mengantar Ayu pulang setelah mengambil resep obat dan vitamin untuk Ayu minum dirumah. Dion juga tak memberi izin Ayu untuk masuk ke sekolah selama 4 bulan ini, semua demi kesehatan dan keselamatan bayi yang ada dalam kandungannya.


"Sayang, kenapa dari tadi kamu diam saja? Kalau kamu tak menginginkannya karena takut akan trauma seperti dulu, mas juga tidak masalah untuk lebih memilih bersama mu. Dan kesehatan kamu lebih penting sayang..." Dion mengelus pipi istrinya.


Ayu tersenyum dan menggenggam tangan suaminya, namun ia masih tetap diam duduk di samping Dion di dalam mobil tersebut. Sesampainya di rumah bingung pun membawa Ayu untuk segera beristirahat di dalam kamarnya, kabar gembira itu pun belum disampaikannya ke mamanya dan juga Sabrina.


Dion ingin memastikan Ayu yang akan memberitahu kabar tersebut kepada mamanya dan juga Putri kecil mereka. Lebih memilih kenyamanan untuk istrinya tersebut dan apapun pilihan hidup Ayu Dion tidak ingin terlalu mencampuri keputusan yang Ayu ambil untuk dirinya sendiri.


Di saat Dion ingin keluar dari kamar tersebut Ayu menarik tangan suaminya itu, Ayu mengajak suaminya untuk duduk di sampingnya dan mendengarkan apa yang ingin Ia sampaikan. Perlahan air menggenggam kedua tangan suaminya dan mencoba untuk berbicara agar suaminya mengerti dan tidak menyalahkannya suatu saat nanti. Ayu tak ingin membuat suaminya kecewa atas keputusan yang saat ini ingin Ayu utarakan. Diamnya Ayu sedari tadi sebab Ia sedang berpikir dan mencari cara bagaimana agar seluruh keluarganya tidak kecewa dengan dirinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2