Menikah Karena Amanah

Menikah Karena Amanah
Bab 46


__ADS_3

"Kamu kenapa mas? Apakah aku ada salah bicara?" Dina berdiri dan berjalan menghampiri Bagas.


"Tidak, tak ada yang salah, em.. mas hanya ingin ke dapur dan mengambil air untuk minum saat ini." Bagas berjalan dengan cepat menghindari Dina yang terus mendekati dirinya.


Dina hanya diam dan tak mengikuti Bagas yang pergi ke dapur, setelah itu Bagas pun pergi mematikan tv nya dan masuk ke dalam kamarnya untuk segera tidur. Niat hati ingin tidur, tapi ia tak dapat tidur dan malah mengingat perkataan dari Dina tadi kepadanya.


Bagas malam itu sangat gelisah, ia juga mengingat Ayu dan sudah beberapa hari ini Bagas belum melihatnya lagi. Bagas sangat merindukan Ayu dan Sabrina saat ini, pria itu berharap besok dapat bertemu dengan Ayu dan Sabrina. Malam itu Bagas pun mencoba tidur di atas kasurnya dan menutup kedua kelopak matanya. Bagas berharap dapat memimpikan Ayu dan Sabrina bersama dengannya dan menjadi seperti yang ia mau.


****


Yeni pulang membawa anaknya yang telah sembuh dari rumah sakit, ia pulang dengan naik taksi hari itu. Terlihat seorang pria yang ada di tepi jalan sedang bersama wanita, Yeni sangat penasaran dengan pria tersebut, sebab sangat familiar di matanya.


"Berhenti sebentar pak, saya mau keluar sebentar saja ada yang mau saya pastikan." ujar Yeni.


Dengan cepat supir itu menginjak rem dan menghentikan mobil tersebut, dan Yeni pun turun segera. Namun anaknya tidak ikut dan masih di dalam taksi itu, Yeni berjalan dan menghampiri mereka di tepian. Yeni melihat mobil itu milik suaminya dan semakin kuat hatinya bahwa itu suaminya yang ia lihat.


"Sudahlah mas, aku bilang lupakan saja aku, dan tinggal lah bersama istri mu baik-baik." suara Donita di dengar oleh Yeni.


"Janganlah kau teruskan ucapan mu itu, aku akan meninggalkan dia demi kamu saat ini juga. Sudah lama kita bersama dan aku sangat nyaman bersama mu, aku tak mau kau bersama pria lain selain aku." Ferdy berbicara dengan Donita dan menyentuh tangannya.


"Mas Ferdy?" Yeni tiba-tiba memanggil dari arah belakang.

__ADS_1


Ferdy dan Donita menoleh ke arah sumber suara yang memanggil nama pria itu. Alangkah terkejutnya Ferdy melihat istrinya ada di belakangnya dari tadi. Ferdy sempat mengelak dan pura-pura tak mengenali Yeni istrinya sendiri. Pria itu menjadi gelisah dan sedikit panik ketika Donita melihat kearahnya dan matanya seakan memberi pertanyaan kepada Ferdy.


"Maaf mbak siapa ya? kenapa mengenali Ferdy." Donita langsung bertanya kepada Yeni, karena tak dapat jawaban dari Ferdy sendiri.


"Saya istrinya, dan mengapa kamu bisa bersamanya disini? apa hubungan kalian sebenarnya?" Yeni langsung bertanya.


"Mengapa kamu tak pulang ke rumah selama ini mas? Apa wanita ini penyebabnya?! Sampai kau tak pulang dan anak kecelakaan kau pun tak mengetahuinya." Yeni mengeraskan suaranya.


"Oh, ternyata kamu istrinya ya? mas, katakan padanya kalau kamu memang ingin bersama ku sekarang juga. Bukannya kau tadi mengatakan akan menceraikannya dan kita akan menikah dan hidup bersama." Donita langsung menyerang Yeni dengan ucapan Ferdy tadi kepadanya.


Donita sangat kesal dengan pernyataan Yeni yang sangat membuatnya malu di muka umum. Kali ini ia membalasnya dengan ucapan Ferdy dan mendesak pria itu agar segera menceraikan Yeni di jalanan tersebut. Yeni terkejut saat Donita dengan sengaja membuat Ferdy harus memilih antara dirinya dan Donita. Wajah Yeni sangat gugup dan ada rasa ketakutan disaat Ferdy menatapnya dengan matanya yang tajam.


"Baiklah mas, aku gak bisa menunggu lama disini. Bila kau masih ingin balikan padanya dan aku bisa berbuat apa? Heh!" Donita berjalan menjauhi mereka.


"Yeni, kau jangan ikut campur urusan ku. Aku tak akan pulang selamanya ke pelukan mu, mulai saat ini kau bukan istri ku lagi. Dan kita bercerai sekarang juga, akan ku urus surat perceraian kita besok di pengadilan agama." Ferdy langsung mengatakan hal itu dan pergi meninggalkan Yeni mengikuti langkah kaki Donita yang pergi begitu saja.


Tanpa Ferdy sadari Donita melambaikan tangannya ke atas dan mengarahkan ke arah Yeni saat itu. Dengan sengaja ia mengejek Yeni dari jauh saat Ferdy malah memilih Donita dari pada dirinya. Yeni kesal dan menangis, ia pergi kembali menaiki taksi yang dari tadi sudah menunggunya.


Dalam perjalanan pulang kerumahnya Yeni masih terus menangis, anaknya merasa bingung saat melihat mamanya yang kembali ke dalam taksi berderai air mata. Anak itu ingin bertanya tapi takut akan tambah menyakiti mamanya, sehingga ia hanya diam saja dan memperhatikan. Supir taksi itu pun ikut bingung dan tak mau ikut mencampuri urusan Yeni yang menangis dari tadi sampai ke depan rumahnya.


"Terima kasih ya pak, bugh!" Yeni menutup pintu taksi tersebut setelah turun dan membayar ongkosnya.

__ADS_1


"Sama-sama Bu." taksi itu pun segera pergi begitu saja.


Yeni dan anaknya masuk ke dalam rumah, ia terduduk di Sofanya dan kembali mengingat ucapan Ferdy yang benar-benar membuatnya terpukul dan sangat menyakitkan. Anaknya pergi ke kamar untuk beristirahat, Yeni jadi hilang semangatnya dan lemas di sofa itu. Selama ini ia tak tahu kalau suaminya ada wanita lain bersamanya.


Hati Yeni sangat sakit dan hancur, selama ini ia begitu mencintai suaminya Ferdy sampai saat ini.


"Mengapa kau berbuat seperti ini pada ku mas? Sejak awal kita merintis sama-sama dan aku setia bersama mu." Yeni merasa kecewa.


****


Paginya Dion mengantar Ayu dan Sabrina ke sekolah, baru Dion pergi ke kantornya. Bagas yang sudah lama menunggu di sana langsung memanggil Ayu setelah Dion pergi saat itu.


"Ayu?!" Bagas berlari mengejar Ayu ke dalam gerbang.


Ayu menoleh, ia berpikir suaminya yang memanggilnya karena ada tertinggal sesuatu di mobil itu. Ayu sedikit terkejut saat ia menoleh ke belakang ternyata Bagas yang menghampirinya, Ayu dengan cepat jalan dan ingin menghindarinya. Namun Bagas semakin cepat berlarinya mengejar Ayu dan menghadang Ayu dari depan.


"Ayu tunggu sebentar, ada yang mau mas katakan kepada mu. Dan tolong dengarkan hanya beberapa menit saja, mas mohon." ujarnya Bagas yang terus menghalangi.


"Mas hari ini aku ada rapat, tolong jangan mengganggu aku di sini. Bila ada sesuatu nanti saja di bicarakan dan itu pun lebih baik jangan menemui Ayu." Ia pergi meninggalkan Bagas begitu saja.


Lalu Bagas berjalan lagi ke arah Ayu dan memohon kembali, Bagas meminta Ayu menemuinya di cafe depan sekolahnya saja besok ketika jam makan siang bersama Sabrina. Pria itu mengatakan bahwa itu adalah pembicaraan yang sangat penting, dan menyangkut hidup dan matinya.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2