Menikah Karena Amanah

Menikah Karena Amanah
Bab 26


__ADS_3

Malamnya Ayu pun ditelepon oleh dia untuk memenuhi janjinya tepat pukul 19.30 menelpon Ayu. Kedua orang tua diam juga berada bersamanya sedang duduk di ruang tamu. Jujur tak mudah bagi Allah untuk mengatakan ataupun bertanya secara langsung kepada kedua orang tuanya Dion malam itu. Tetapi demi kebaikan, Ayu pun membicarakan semuanya dengan orang tuanya Dion.


Pembicaraan pun telah panjang dan semua sudah jelas, dari keluarga Aisyah juga sudah dari lama merestui karena memang sebuah wasiat dari Aisyah sendiri. Akhirnya Ayu membuka hati dan menerima lamaran Dion untuk melanjutkan hubungan mereka ke arah yang lebih serius lagi.


******************


Dion sudah berjanji kepada Ayu, ketika wanita itu setuju untuk menerimanya, Dion akan hadir di Makasar. Dan itu akan dilakukan olehnya, Minggu depan Dion pun berangkat lagi ke Makasar. Namun kali ini ia berangkat bersama Rani dan menuju ke alamat yang jelas. Rani sangat senang dapat ikut kesana, dan Ayu tidak tahu akan hal itu.


Disaat mereka datang, Ayu terkejut melihat Rani juga ikut dengan Dion. Kali ini Ayu benar-benar sangat senang, kebahagian yang tertunda kini sudah mendekat dan tak akan terbagi kemana-mana.


"Rani?!" 


"Kamu ikut juga?!" tanya Ayu yang tidak mengetahuinya.


"Iya kak, karena kebetulan aku ada kerjaan di Makasar untuk bertemu dengan klien atasan ku."


"Dan mas Dion menyarankan untuk aku ikut bersamanya saja."


"Kak! Ternyata mas Dion baik banget dan wangi lagi. Kalau di perhatikan-perhatikan juga terlihat sangat tampan." Rani menggigit bibirnya.


"Hem.., kamu jangan genit ya..?"

__ADS_1


"Mas Dion itu calon suami kakak?!" Ketus Ayu ke Rani.


"Iya loh kak.., tapi jangan ketus juga ngomongnya!" Rani cemberut.


"Hahahaha..., Kamu marah ya...?!"


"Uhhhh...!" Ayu mencubit pipi sepupunya itu.


Dari pagi Bagas sudah pergi dari kamarnya, dan ia tidak membawa apa pun selain sebuah map di tangannya. Bagas melihat ada peluang untuk menjadi karyawan di perusahaan xxx, dan Bagas ingin melamar pekerjaan itu tapi melalui daerah Makasar yang membuka cabang baru. Setelah datang ke sana Bagas pun melamar dan masuk ke ruangan untuk bertemu dengan staf yang bertugas untuk para pelamar.


"Selanjutnya pak Bagas, silahkan..." suara seseorang yang memanggil.


Tok, tok, tok..!


"Silahkan masuk dan duduklah disini pak Bagas." seorang wanita yang sedang menulis di atas kertas sambil menundukkan kepalanya.


"Baiklah sudah bisa kita mulai sekarang, maaf saya sedikit ada yang diselesaikan."


"Pak Bagas, bagaimana..." Rani terbengong ketika melihat wajah pria yang ada di hadapannya.


"Mas Bagas?"

__ADS_1


"Mas, kamu mau melamar kerja disini?" tanya Rani yang merasa heran.


"Iya Rani, mas mau bekerja di sini."


"Dan itu tak ada masalahkan?" Bagas bertanya kepada Rani.


"Eh, gak ada masalah kok mas." 


"Baiklah kalau begitu kita lanjutkan." Rani pun melanjutkan.


Semua sudah berjalan dengan lancar dan hari sudah siang, waktunya istirahat serta makan siang sejenak. Saat Rani keluar dari gedung itu untuk menemui Ayu sepupunya, Bagas menghadangnya saat ingin pergi. Bagas bertanya kepada Rani tentang dirinya dan juga Ayu sekarang ini, akhirnya Rani pun mengajak Bagas untuk ikut dengannya makan siang.


Bagas pun ikut dengan Rani menuju sebuah cafe untuk makan siang dan pria itu tak tahu kalau disana Rani dan Ayu sudah sepakat akan makan siang bersama. Disaat Rani menghampiri meja Ayu yang sudah tiba disana, Bagas terkejut dan merasa tak percaya bahwa Rani mengajaknya untuk bertemu dengan Ayu disana. 


"Kak Ayu?!" Rani memanggil dan langsung duduk di hadapan Ayu.


Ayu menoleh dan mengangkat kepalanya seketika wanita itu terdiam saat melihat Bagas ada di hadapannya bersama Rani. Ayu pun berdiri dari tempat duduknya, dia sedikit terkejut karena melihat Bagas ada di Makassar juga. Bagas pun menyapa Ayu dengan sopan dan ia berjabat tangan dengan wanita Mantan istrinya dahulu.


Ayo mempersilahkan Bagas untuk duduk tepat di sampingnya dan Ayu pun juga ikut duduk karena mereka akan makan siang. Pelayan Cafe itu sudah datang dengan menunya hanya berapa menit mereka memilih dan setelah 10 menit menu makanan mereka pun sampai di depan mata. Mereka bertiga pun menikmati makan siang itu sambil mengobrol membicarakan yang seharusnya sudah sejak lama Bagas mengatakannya kepada Ayu.


Saat itu Bagas minta maaf pada Ayu, dan ia sudah menyadari bahwa ia sangat bersalah dan tidak bertanggung jawab menjadi suaminya saat itu. Bagus juga memberitahukan kepada Ayu bahwa Papanya yang bernama Pak Rahmat sudah meninggal dunia. Ayu sangat sok mendengar berita duka itu dari Bagas, Bagas pun menceritakan semuanya kepada Ayu dan perihal yang terjadi padanya saat ini.

__ADS_1


Bagas merasa menyesal dan dari pembicaraan yang sekarang ini Ia menginginkan untuk kembali kepada Ayu sekali lagi. Bahkan Bagas berjanji akan membahagiakan Ayu dan tidak akan mengulangi kesalahan di saat ia dahulu pernah menjadi suami. Namun Ayu dengan tegas dan secara cepat ia mengatakan tidak dapat menerima Bagas kembali di dalam kehidupannya. Ayu juga memberitahu bahwa dirinya akan dilamar dan dijadikan istri oleh seorang pria yang ingin bertanggung jawab dan meraih kebahagiaan bersamanya. Bagas pun terdiam di hatinya ada sedikit rasa sedih karena ditolak langsung oleh Ayu saat itu juga, tetapi biar bagaimanapun itu merupakan hak Ayu untuk tidak kembali lagi bersamanya.


BERSAMBUNG...


__ADS_2