
"daren, papanya tiara saat kecelakaan dan sebelum dia meninggal, dia berpesan ketika tiara sudah lulus kulia beliau menginginkan kamu dan tiara menikah" kata alysson sambil menghadap ke anaknya
"apa?"
''gak pa, daren gak bisa nikah sama dia'' dengan sorot mata yang tajam melihat kearah tiara
''ini amanah dar, dan kamu harus nuruti''
''daren gak mau pa''
''kalau kamu gak mau nuruti jangan anggap mamy sama daddy orang tua kamu''
karena itu amanah, orang tua tiara memberi amanah itu berarti dia sudah begitu percaya kepada keluarga alyson dan percaya kepada daren yang pasti akan bisa membahagiakan dan melindungi tiara
''aaah....'' sambil mengacak acak rambutnya
''kalau ini bukan amanah terakhir papa aku juga gak bakalan mau nikah sama kak daren" batin tiara
"turuti ya nak, mereka memberi amanah ke mammy berarti mereka percaya menitipkan kepada mammy and dady dan mereka juga sudah percaya kalau kamu bakalan bisa melindungi dan menyayangi tiara, jangan kecewakan mami ya, mamy sedih kalau mammy gak bis ngabulin permintaan terakhir papanya tiara untuk menikahkahkan kamu dan tiara, jangan kecewakan mamy ya dar'' kata mammy imelda ke daren sambil mengusap tangannya dibahu daren
''iya mam''
''gitu donk, jadi tiga hari setelah tiara wisuda adalah pernikahan kalian'' kata alysson tegas
"kenapa buru buru sih ma"
"lebih cepat lebih baik nak" kata mammy imelda
๐๐๐๐
pagi harinya tiara sudah berada dikampus bersama clara, mereka berjalan menyusuri lorong kampus dan mereka akan menuju ke perpustakaan kampus setelah mereka memasuki kelas pagi tadi
tiara berjalan seperti patung jalan ataupun robot karna tanpa banyak bicara yang seperti biasanya membuat clara bingung kenapa temannya ini yang biasanya ceria banyak bicara bisa berubah menjadi pendiam seperti banyak pikiran
''tia, dari tadi kamu diam aja kenapa?'' tanya clara penuh slidik
''gak kenapa-kenapa ra, gue cuma masih kepikiran aja tentang kematian bokap dan nyokap gue, ada yang janggal, seperti ada yang ngerencanain kematiannya, tapi sampai sekarang berita kecelakaan orang tua gue belom ada kejelasan yang pasti dan siapa kira-kira yang tega ngerencanain semua itu ke ortu gue''
''kejam bener orang yang sudah merencanakan semua itu''
''dan gue juga masih kepikiran dengan pernikahan gue dan ma'af karena gue blom bisa cerita ke lu saat ini'' batin tiara
''dan gue akan selidiki kasus ini sampai tuntas'' kata tiara
'' ya udah doain aja semoga nyokap bokap lo tenang dialam sana''
''amin...''
''andai bukan karena rencana seseorang yang menyebabkan bokap nyokap gue kecelakaan pasti gue sama elena masih merasakan bahagia kasih sayang orang tua yang lengkap''
''yang sabar ya'' kata clara sambil memeluk tiara dan mengusap punggungnya berniat memberi kekuatan dan ketenangan terhadap tiara
__ADS_1
''makasih ya''
''gak usah bilang makasih, kita kan sahabat''
flashback
"wah.... papa sama mama sudah pulang dari amrik" kata tiara saat sudah diluar rumah setelah mendengar suara mobil yang terpakir dihalaman rumah
"iya dong sayang, kan mama sama papa selalu merindukan kalian berdua , jadi gak bisa lama-lama ninggalin kalian berdua, kalian berdua adalah kesayangan mama dan papa'' kata mama nia sambil memeluk anak-anaknya seperti teletubbies
''oh iya nih ada boneka untuk kalian, yang ini untuk tia dan yang satunya punya el'' kata mama nia sambil menyodorkan boneka lucu dihadapan anak-anaknya
untuk tia
untu elena
"wah... boneka kucingnya lucu banget ma!, tia sangat suka''
''iya kak bonekanya memang sangat lucu''
''el juga sangat suka ma, suka banget malahan''
''syukurlah kalau memang kalian suka''
''kami sayang sama mama''
''kami juga sayang sama papa'' kata el dan tia barengan sambil beranjak memeluk papa
''mama gak sayang juga sama papa''
''udah besar deh gak usah kaya anak kecil, malu ma anak anak'' kata mama nia sambil geleng-geleng kepala
ha ha ha ha ha ha...
tawa tiara dan elena pecah
setiap papa adelio ataupun mama nia keluar kota ataupun keluar negri selalu gak pernah ketinggalan membeli oleh-oleh untuk anak kesayangannya
saat itu canda tawa yang dirasakan keluarga kecil mereka selalu mewarnai kehidupan mereka
flashback of
sesampainya diperpustakaan kampus clara hanya membaca buku cerita sedangkan tiara kali ini mencari buku pengetahuan tentang data-data komputer dan tiara berniat untuk meminjamnya karena tak akan cukup waktunya hanya untuk membaca diperpustakaan
"ra kamu sudah selesai belum milih buku?, nih gue da dapet yang gue cari"
"gak ada yang mau dipinjam ra?" tanya tiara saat melihat clara langsung berdiri dan mengembalikn buku yang dipegangnya tadi
__ADS_1
"gak tia, memang gak ada yang mau gue pinjam"
"ya udah yuk kalau gitu kita pulang"
sesampainya diluar kampus langit mendung menandakan seperti akan hujan turun dan ternyata benar tak lama kemudian hujan deras mengguyur kota A beserta angin kencang dan tiara yang membawa pinjaman buku perpustakaan tak memungkinkan dia menerjang hujan lebat hanya untuk menuju kedepan gerbang kampus untuk mencegah taxi lewat
"tia maafin gue ya karna gue gak bisa nemenin lo sampai hujan reda, karena barusan gue dapet pesan dari nyokap kalau gue harus cepet cepet sampai rumah"
"iy gak papa kok"
"apa mau gue anterin" tanya adi setelah kepergian clara
"gak usah di"
"ini hujan lebat loh"
"gak apa-apa di, gak usah lagian arah rumah kita kan berlawanan " karena tiara tak enak hati dan gak mau merepotkan temannya
"iya ku tau, tapi beneran deh gak papa kali, santai aja tia ma aku, mumpung habis ini memang waktuku kosong"
"ya udah deh kalau lu maksa"
"gitu dong, yuk"
didalam mobil adi hanya ada kesunyian karena mereka sama-sama diam tidak ada yang mengawali obrolan dan tak tau apa yang sedang ada dipikiran mereka masing-masing
"oh iya ti rumah kamu di jln apa?" tanya adi memecahkan kesunyian itu padahal adi sudah tau tempat tinggal tia dari teman-temannya jadi pertanyaan itu hanya untuk mengawali kecanggungan yang ada
"dijln Xxy gang no 5"
"oh ya ti apa nanti malem ada waktu luang?''
'' aku kerja masuk sift siang ini jadi ya pulang entar malam, emang knapa?''
"gak papa kok"
adi nanya seperti itu berniat mengajak jalan-jalan tiara tapi sepertinya memang waktunya yang gak memungkinkan
asal adi tau walaupun ada waktupun mungkin tia juga gak bakalan mau tapi ya hanya tia yang tau sebenarnya
tak berapa lama mereka sudah sampai di depan rumah tiara
''assalamualaikum'' salam tia saat membuka pintu rumah
eh ada temen temen el ya
''iya kak'' jawab mery dan adit barengan
ya udah kalau gitu kakak masuk dulu ya soalnya sebentar lagi waktu kakak kerja di caffe'' pamit tia untuk masuk ke kamarnya untuk segera siap siap kerja karena 2 jam lagi waktu tiara kerja
*
__ADS_1
...jangan lupa beri dukungannya dengan cara beri like, komen dan vote agar author tambah semangat untuk lanjutin cerita ini...
...๐ธ๐ธtrimakasih๐ธ๐ธ...