
Sekarang sudah jatuh miskin ya mas..?"
"Kerja lebih giat lagi mas, agar ada wanita yang mau sama kamu lagi." Dina mengolok dan langsung pergi begitu saja.
Bagas sangat kesal dengannya, tapi tidak bisa berbuat apa-apa, Bagas hanya menguatkan tekadnya agar dapat merebut kembali perusahaan milik papanya itu dari tangan Ferdy. Sekarang Bagas melanjutkan perjalanannya dengan motor itu, dan ingin pergi ke suatu tempat untuk menenangkan dirinya. Bagas masih belum bisa melupakan Ayu dan ingin sekali kembali menjadi suaminya lagi.
Tanggal pernikahan sudah di tentukan yaitu tepat pada bulan depan, dan mereka sudah mulai menyiapkan perlengkapan. Ayu masih balik ke Makasar dan mulai sibuk dengan pekerjaan yang tak dapat di tinggalkan, tetapi bila ada waktu ia sempatkan untuk pulang ke Jakarta.
Ayu dan Dion hanya menikah di masjid saja tanpa mengadakan party, hanya sekedar syukuran dan makan bersama sanak keluarga saja yang di inginkan Ayu di rumahnya. Ayu kembali teringat ke dua orang tuanya saat ini, dimana hari spesial nan bahagia, orang tuanya sudah tidak ada bersamanya.
Di pantai...
Angin pantai bertiup semilir, membuat hati menjadi sedikit tenang dan nyaman. Bagas mengingat semua masa lalunya yang sebenarnya menyenangkan tapi saat itu baginya sangat menyeramkan.
"Pak Bagas? Apa kabar?!"
"Apa ke pantai ini juga untuk menenangkan diri dari lamaran Ayu?" Ibam mantan atasan Ayu menerkanya.
__ADS_1
"Mengapa pak Ibam bisa mengetahuinya?"
"Apa pak Ibam kamu bisa membaca pikiran orang lain?!" Bagas sedikit kesal.
"Hahahaha..., Sangat lucu sekali. Kalau aku bisa membaca pikiran seseorang, pasti dulu Ayu sudah bersama dengan ku. Dan mewujudkan semua yang ada di hatinya." Pria itu tersenyum.
Ibam adalah teman Ayu saat di universitas, dan teman Dion juga saat itu. Ibam adalah sepupu Aisyah, yang sempat memiliki perasaan ke Ayu, tapi sayang ia pria yang tidak peka dengan seorang wanita. Sehingga Ayu lebih memendam rasa dengan Dion semenjak dari bangku kuliahnya. Ibam yang banyak tahu tentang Ayu menceritakan semuanya kepada Bagas yang tidak tahu apa pun tentang wanita itu.
"Ternyata Dion adalah pria pujaannya yang sudah cukup lama ia menyukainya."
"Begitu banyak pria yang mencintai Ayu, hanya aku saja dulu yang tak menyadari mutiara cantik yang sudah ada di tangan ku." Bagas sekarang menyadari ternyata begitu banyak pria yang menginginkan mutiara miliknya itu dahulu.
"Kau sangat rugi setelah mendapatkannya lalu kau lepas."
"Sementara aku amat sangat ingin memiliki istri seperti dirinya."
"Tetapi sayang semua itu hanya impian, dan aku belum juga menemukan seorang wanita yang seperti dirinya." ujar Ibam.
__ADS_1
Kedua lelaki itu telah sama-sama patah hati, walau janur kuning belum melengkung, tapi sudah di pastikan Ayu tak akan mau kembali lagi kepada Bagas. Kini pria itu harus berjuang untuk yang lain, dan mengingat akan pentingnya keikhlasan dan juga menerima apa yang sudah di gariskan oleh Allah untuk dirinya.
"Mungkin ini hasil dari buah yang aku tanam dan sekarang sudah aku tuai."
"Dulu aku tak pernah menafkahi Ayu dengan layak, padahal ia merupakan tanggung jawabku.
"Sekarang kesulitan hidup ini adalah hasil dari aku yang suka mempersulit istri di masa lampau." Pikirnya Bagas yang telah menyadari.
******
Ayu kali ini sangat senang dan dapat tersenyum lepas kembali, selama ini doanya sudah di dengar, namun baru sekarang saat yang tepat di kabulkan. Dion juga sangat bersyukur, ternyata dirinya ditakdirkan berjodoh dengan Ayu dengan jalan Lika-liku hidup begitu banyak yang harus ditempuh.
Dion pun selesai bermunajat di sepertiga malam, dia selalu tak putus untuk di beri kemudahan dalam menjalankan hidup dan segala urusan baik pekerjaan dan perjodohan. Jodoh tak akan tertukar dan tak akan kemana-mana, semua itu sudah di tentukan.
Besok Ayu sudah harus kembali lagi ke Makasar, dan menangani beberapa berkas belum lagi ada pertemuan dengan klien yang ingin berkunjung melihat prospek di Makasar tersebut. Atasan Ayu ingin ia yang menanganinya sendiri, karena atasannya menilai Ayu mampu untuk mengurus klien mereka. Dan atasannya akan memberikan bonus dan cuti beberapa hari.
Ayu pun menyanggupi tugas yang dari atasannya, sekarang dia sudah dapat mengembangkan kantor cabang di Makasar dengan kerja kerasnya selama ini. Ayu akan di naikan jabatannya karena telah banyak membantu dan selalu menerima tantangan dari bosnya. Seluruh karyawan banyak yang kagum dan juga ada yang ingin sepertinya, yang selalu pandai dalam segala hal dapat Ayu juga bertanggung jawab dengan seluruh pekerjaaan.HBari sudah tinggal beberapa saja akan masuk bulan berikutnya, yang dimana Ayu dan Dion akan meresmikan hubungan mereka.
__ADS_1
BERSAMBUNG....