
Bagas kau sungguh luar biasa bisa dengan cepat dipromosikan langsung."
"Memang sangat berbakat dan jangan melupakan ku ya setelah kau sukses nanti." ujar teman sekantornya.
"Saya tak akan melupakan kamu yang sudah menolong saya untuk dapat tempat tinggal disini." Bagas memeluk temannya yang selalu baik kepadanya.
Istrinya juga sangat baik, Bagas di beri tempat tinggal pas di sebelah rumahnya yang dulu untuk anak kos mereka. Dan sekarang kosong karena sudah tidak ada yang menempati lagi disana. Sehingga temannya itu menawarkan tempat itu untuk Bagas tempati olehnya dengan membayar separuh dari harganya. Disana juga mendapat makan pagi dan makan malam yang di masakan oleh istrinya.
🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼
Malam ini Ayu dan Dion berencana makan diluar bersama, Ayu telah membekali gaunnya yang indah. Dan bersiap akan pergi setelah Dion selesai berpakaian.
Hoek!
Hoek!
"Sayang mas sudah siap, yuk!" Ajak Dion.
Hoek!"
Drap...
Drap...
Ayu berlari menuju kamar mandi, Dion bingung melihat istrinya yang sedikit aneh dan muntah-muntah di toilet.
__ADS_1
"Sayang, kamu kenapa?"
Tok, tok, tok...
"Sayang..., Apa perlu kita batalkan makan malam di luarnya?" Tak ada jawaban dari dalam sedikit pun.
Dion pun tetap bersabar menunggu Ayu keluar dari kamar mandi itu. Tak beberapa lama Ayu pun keluar dengan keadaan lemas dan wajah yang pucat. Dion pun memeluk istrinya. Tiba-tiba Ayu jatuh pingsan di pelukan Dion, dengan panik Dion memanggil art mereka yang sedang sibuk di depan.
"Mbak...!
"Mbak...! Tolong saya bukakan pintu mobil, ibu pingsan dan akan saya bawa ke rumah sakit." ujar pria itu.
" Baik pak!" Art dengan cepat membukakan pintu mobil dan ikut bersama mereka ke rumah sakit.
"Apa apa sama kamu Ayu...?!"
"Sebenarnya pak, ibu itu sudah beberapa hari ini pusing dan mual-mual."
"Semalam juga ibu bersikap aneh yang ingin masak camilan sendiri dan sering minum jus buah kalau di rumah." art itu menjelaskan kepada Dion.
Cit...
Mobil pun sampai di depan rumah sakit dan segera Dion keluar menggendong istrinya untuk segera di tangani. Dion masuk ke UGD dan mencari suster dan dokternya, Ayu di bawa ke ruangan untuk disadarkan terlebih dahulu saat itu. Baru dokter datang dan memeriksa kondisi Ayu yang telah sadar dari pingsannya.
Dion sangat cemas menantikan di luar ruangan, Dion belum boleh di masuk ke dalam ruangan tersebut, beberapa menit kemudian pintu ruangan itu terbuka dan dia dipersilahkan untuk masuk ke dalam. Terlihat di sana Ayu telah duduk di kursi depan meja dokter, dia langsung menghampiri dan duduk tepat di sebelah Ayu menggenggam tangan wanita itu.
__ADS_1
Wajah diam sedikit panik namun Ia tetap bersyukur setelah melihat Ayu sudah sadarkan diri, Dion pun mulai bertanya kepada dokter ketika dokter itu sedang menulis beberapa resep untuk diberikan kepada Ayu.
"Bagaimana dengan kondisi istri saya dok?!"
"Apakah istri saya sakit?"
"Mengapa dia tiba-tiba pingsan dan wajahnya terlalu pucat untuk manusia normal seperti kita?" Dion terlalu banyak bertanya mengenai.
Dokter hanya diam saja dan tersenyum, Ia pun mengerti bahwa Dion sangat panik ketika istrinya pingsan. Namun dengan cepat dokter mengatakan bahwa Ayu baik-baik saja dan dia hanya telah mengandung janin di dalam rahimnya, sehingga membuat dirinya lemas lelah pucat lalu pingsan.
Mendengar perkataan dari dokter Dion pun merasa tidak percaya bahwa selama ini yang mereka tumbuh telah hadir di dalam rahim istrinya. Selama 2 tahun mereka menanti dan juga meminta kali ini doa mereka dikabulkan untuk dapat memiliki buah hati. Dion pun memeluk istrinya dan memberi kecupan di dahi saat itu juga. Dokter dan juga suster tersenyum melihat mereka bahagia, saat itu juga suster memberikan kertas yang berisi resep vitamin serta obat yang harus diminum oleh Ayu setiap hari.
Dokter juga memberi nasehat agar Ayu tidak terlalu kelelahan menjalani aktivitas sehari-harinya, karena kondisi janin masih terlalu muda dan dapat terjadi sesuatu hal yang sangat fatal apabila tidak cukup istirahat dan meminum vitaminnya. Semua perkataan Dokter tadi diperhatikan oleh Dion, dan dia juga mengatakan kepada dokter tersebut berjanji agar selalu menjaga Ayu dan juga kandungannya.
Dion benar-benar bahagia mendengar berita itu seketika kecemasan kepanikan dan ketakutannya sirna tangannya selalu mengelus perut Ayu dan merasa tidak sabar untuk menjadi seorang ayah. Ayu tersenyum geli melihat tingkah laku Dion yang seperti anak kecil, pria itu semakin memanjakan Ayu dan tidak mengizinkan air melakukan aktivitas di rumah. Dion juga menelpon atasan Ayu untuk memberi izin 2 bulan agar istrinya tidak masuk kerja seperti biasa.
Namun masih dapat bekerja dari rumah apabila ada berkas atau kepentingan di kantor. Semua dilakukan oleh Dion untuk menjaga istri dan juga calon anaknya. Kali ini Dion benar-benar menjadi suami dan calon ayah yang siaga, bahkan art mereka juga mendukung semua yang dikatakan oleh Dion.
Segala urusan rumah tangga seperti memasak dan yang lainnya tetap dikerjakan oleh art, Dian juga dapat mengurus dirinya sendiri apabila Ayu tidak dapat mengurusnya. Pria itu sangat terlalu menyayangi istrinya apalagi sekarang sudah ada calon buah hati di dalam rahim wanita yang sangat ia cintai.
Mama dan papa Dion juga sangat senang mendapat kabar tersebut, sehingga keesokan harinya mereka berdua datang berkunjung ke rumah Ayu. Begitu banyak barang yang dibawa oleh Ibu mertuanya, dari mulai buah-buahan susu dan juga segala vitamin yang mertuanya ketahui untuk menjaga kandungan di semester awal. Mereka berdua terlalu bahagia karena mendengar Ayu tengah hamil calon cucu mereka, nantinya akan memanggil mereka nenek dan kakek.
Kebahagiaan selalu menyelimuti hidup Ayu saat ini, Ayu juga sudah memberitahu kepada Rani tentang kehamilannya itu. Rani sangat begitu senyum mendengar bahwa dirinya akan menjadi seorang tante yang memiliki kemenakan dari sepupunya. Hidup ayu benar-benar berubah penderitaan yang dulu pernah ia alami, kini sudah dapat dilupakannya. Sekarang Ayu hanya memandang ke arah depan dan meniti rencana bahagia bersama keluarga kecilnya nanti.
Hampir setiap hari Mama mertuanya datang ke rumah untuk menjaga Ayu karena masih dalam keadaan lemah, kedua orang tua Dion sangat menyayangi Ayu. Bahkan mereka berdua menganggap Ayu sebagai Putri kandung mereka, Ayu Tini memiliki keluarga kecil yang bahagia, dan memiliki kedua orang tua yang sangat menyayanginya. Kali ini semua doa dan perjuangan Ayu telah terbayar dengan kehadirannya Dion pria yang ia cintai kini telah bersatu dalam ikatan cinta yang sah. Ayu benar-benar bersyukur dan lebih mendekatkan dirinya lagi kepada Sang Pencipta.
__ADS_1
Bersambung....