
Papanya Bagas mengerti, Bahkan ia mendengar bahwa pesan terakhir dari Aisyah, menginginkan Ayu dan Dion menikah bersatu untuk hidup bahagia bersama. Papanya Bagas berencana akan menjadi perwakilan dalam menerima apabila Dion melamar Ayu saat itu. Namun semua itu tergantung dari Ayu iya ingin bersama Dion atau tidak.
Kehidupan Ayu sangat berubah drastis, ia sudah tidak memiliki suami, kedua orang tua dan juga sahabatnya sudah meninggal dunia meninggalkan dirinya. Namun Ayu masih terus berusaha dan ia ingin melamar pekerjaan di sebuah instansi kantor masih dalam jurusan yang sesuai dengan pendidikannya.
****************
Lima tahun kemudian...
Rani telah bekerja di sebuah perusahaan besar dan begitu juga dengan Ayu, yang sudah melamar di kantor baru, ia meninggalkan Madrasah itu dan mencoba untuk melupakan Dion. Karena Dion kembali menjabat menjadi pemilik Madrasah tersebut ia telah membeli tanah dan bangunan Madrasah itu. Sampai saat ini Ayu masih sendiri dan belum membuka hati, semua yang ia lakukan hanya untuk dirinya saja.
Ayu sudah bekerja lama di kantor itu, dan akan di promosikan menjadi jabatan yang lebih tinggi. Namun Ayu akan di pindahkan ke Makasar untuk pembukaan cabang kantor baru. Sehingga Ayu harus meninggalkan Rani dan menitipkan rumah orang tuanya kepadanya. Wanita itu ingin pergi kesana agar dapat melupakan beberapa hal yang memang harus di lupakan.
"Rani jagalah diri mu baik-baik, bila papa mu pulang suruhlah kesini saja untuk bersama mu."
"Kakak akan sangat lama baru bisa kembali lagi, disana akan bekerja selama 5 tahun lagi baru akan kembali untuk di tempatkan di kantor pusat kembali." Ayu meminta Rani untuk menjaga rumah orang tuanya.
"Kak Ayu juga jaga diri baik-baik di sana ya?"
__ADS_1
"Rani akan ingat semua pesan kak Ayu." Rani memeluk Ayu seketika.
Rani sangat mengagumi Ayu, karena menurut Rani, Ayu wanita yang kuat dan pekerja keras serta mandiri. Dan sore itu juga Ayu berangkat ke Makasar dan segera pergi dari Jakarta. Rani kembali ke rumah, ia melihat sebuah mobil berhenti di i depan rumahnya Ayu. Rani pun tak menghiraukan, ia terus berjalan dan ingin masuk ke dalam rumah.
"Assalamualaikum, maaf saya mengganggu. Apakah Ayu ada di rumah?"
"Saya hanya ingin bertemunya sebentar dan menyampaikan sesuatu padanya." Dion pun memberi tahu maksud dan tujuannya datang ke rumah Ayu.
"Oh maaf Mas Dion, kak Ayu saat ini tidak ada di rumah ia sedang bertugas di kantornya." Rani memberitahu kepada Dion.
"Oh begitu ya kalau begitu, bolehkah nanti ketika Ayu pulang beritahu kepada saya, agar saya dapat datang kembali untuk menemuinya." Pinta Dion kepada Rani agar memberitahu dirinya ketika Ayu sudah berada di rumah.
Dion yang mengetahui akan hal itu dari Rani pun sedikit terkejut, hatinya menjadi sedih, sebab sebelum ia bertemu dengan nya, ternyata Ayu telah pergi. Dion pun merasa selama ini Ayu menghindari dirinya, tidak ingin membuat orang lain tidak senang, akan kehadirannya di sisi Dion.
Setelah beberapa lama Rani menjelaskan kepada Dion, pria itu pun berpamitan kepada Rani dia masuk kembali ke dalam mobilnya lalu pergi dengan begitu saja Rani masih terus menatap mobil itu dari jauh bahkan hatinya sedikit merasa sedih melihat hubungan Ayu dengan Dion yang begitu sangat sulit.
"Ternyata setelah menjadi dewasa begitu banyak ujian dan juga upaya untuk meraih kebahagiaan."
__ADS_1
"Yang kukira dahulu menjadi dewasa itu lebih menarik dan juga menyenangkan, ternyata semua itu salah di saat penuh dengan ujian di situlah, kedewasaan kita akan muncul dengan sendirinya."
"Aku sangat salut dengan kak Ayu bahkan kesedihan yang selalu ditutupinnya di hadapanku kebahagiaannya sedang menanti namun harus tetap berusaha untuk meraih kebahagiaan tersebut walau telah dijanjikan semuanya itu oleh Allah." Rani berkata dalam hatinya ia menjadi lebih mengerti ketika memperhatikan semua jalan hidup dari sepupunya.
*****
Dalam perjalanan Dion terus berpikir hatinya begitu gelisah karena belum bertemu dengan Ayu. Sampai saat ini dia masih terus menyimpan rasa kepada Ayu namun ia tidak kuasa di saat mengetahui bahwa ayu terus menghindar darinya. Sekarang setelah Aisyah meninggal dunia, Dion tinggal kembali di rumah orang tuanya, namun masih sering mengunjungi kedua orang tuanya Aisyah hanya sekedar silaturahmi, dan juga menghormati kedua orang tuanya Aisyah yang pernah menjadi mertuanya dahulu.
Dengan cepat Dion membuat sebuah rencana agar semuanya tidak menjadi terlalu lama untuk dipendam. Akhir semester ini ketika anak-anak berlibur, Dion akan segera pergi menyusul Ayu di sana, walaupun ia sendiri tidak mengetahui kepastian alamat Ayu yang berada di Makassar. Kali ini Dion tidak akan tinggal diam terus berusaha untuk bisa mendapatkan Ayu dengan rencana Allah kepadanya.
Tak lupa juga Dion terus berdoa agar diberi kemudahan untuk dapat mencari Ayu dan menjemput kebahagiaan mereka berdua selama ini. Dion juga baru mengetahui bahwa bukan hanya dirinya yang mencintai Ayu Bahkan sebaliknya ternyata Ayu juga diam-diam sejak lama sudah mencintai dirinya. Lalu dia berfikir untuk menelpon Ayu dari ponselnya, ketika dia mengecek dan ingin menghubungi Ayu dengan ponselnya ia menyadari bahwa nomornya telah diblokir oleh Ayu.
"Ternyata Ayu benar-benar menghindariku bahkan untuk berbicara menghubunginya lewat ponsel saja sudah tidak bisa."
"Mengapa Kau terlalu naif Ayu, sampai kau menyiksa dirimu untuk tidak ingin berbicara kepadaku lagi."
"Kau selalu membuat dirimu dalam kesulitan dan hanya memandang orang lain tanpa kau tahu kebahagiaanmu sendiri." Dion pun menangis di dalam mobil yang telah menepi di pinggir jalan.
__ADS_1
Bersambung....