Menikah Karena Amanah

Menikah Karena Amanah
Bab 17


__ADS_3

Dion yang sedang dalam perjalanan di dalam mobilnya, membuka isi pesan dari ponselnya yang dikirimkan oleh Aisyah kepadanya. Diam pun menafikan mobilnya di pinggir jalan dengan cepat Ia membuka pesan itu yang menurutnya sangat penting di saat kondisi istrinya sedang tidak stabil. Dion takut terjadi apa-apa kepada Aisyah secara tiba-tiba, sehingga apapun yang Aisyah kirim kepadanya atau menelpon dirinya akan segera cepat Dion melihat dan menanyakan kembali kepadanya melalui ponsel itu.


Tetapi Dion malah terkejut ketika membuka pesan dari Aisyah dan mendengarkannya, Aisyah benar-benar serius dengan ucapannya untuk menyatukan Ayu dan Dion bersama. Dion hanya terdiam di dalam mobilnya sambil terus mendengarkan pesan suara Aisyah dan juga terdengar suara Ayu serta mamanya Aisyah di sana. Dion pun tidak dapat berkata apa-apa Dia akan membicarakannya kembali dengan Aisyah dan juga mamanya Aisyah perihal tentang keputusan Aisyah saat ini.


Setelah Dion menerima pesan itu dan mengetahuinya, ia berbalik dengan cepat dan melajukan mobilnya menuju rumah orang tuanya Aisyah. Kali ini Dion ingin menjelaskan dan mengakui bahwa dirinya masih ada rasa pada Ayu, tapi yang ada di hati adalah Aisyah istrinya saat ini. Setelah bersama selama ini dan Dion memiliki perasaan cinta dan sayang pada Aisyah, namun ketika Dion sampai di rumah orang tuanya Aisyah.


"Aisyah...?!"


"Aisyah, bangun nak..., Nak bangun...!" Mamanya Aisyah dan Ayu mencoba membangunkan Aisyah saat itu.


"Assalamualaikum, ma..?" Dion masuk ke dalam kamar.


"Dion tolong bawa Aisyah ke rumah sakit segera, ia tiba-tiba tak sadarkan diri lagi." Mamanya Aisyah sangat panik.


Begitu juga dengan Ayu yang jadi semakin tak tahu untuk berbuat apa. Ayu mengikuti mobil Dion dengan sepeda motornya dengan Rani, tiba-tiba motor mereka mogok dan tak mau menyala. Dion yang dari tadi memperhatikan mereka menjadi bingung karena mereka tak terlihat lagi di belakang. 


Sampai di rumah sakit, "Dokter tolong putri saya, dia tiba-tiba pingsan dan nafasnya pendek." Mamanya Aisyah sangat panik.


"Dokter tolonglah istri saya semampu yang kau punya." Dion mempercayakan semuanya pada dokter itu.


Selama di dalam di periksa dan dokter keluar, langsung menyatakan Aisyah sudah meninggal dunia. Mamanya langsung pingsan terjatuh ke lantai, Ayu berlari menghampiri mamanya Aisyah yang jatuh itu.


"Tante?!" 


"Bagaimana bisa begini mas?"

__ADS_1


"Dok, bagaimana dengan Aisyah?" Ayu bertanya lagi.


"Maaf Bu, pasien sudah meninggal dunia saat ini. Dan itu sudah dari 10 menit yang lalu." suster itu menjelaskan.


Bagai di sambar petir, Ayu terkejut dan ia menangis, merasa tak percaya dengan semua yang ia dengar dari perkataan suster tersebut. Mamanya Aisyah di gendong oleh Dion di bawa ke dalam ruangan untuk segera di sadarkan oleh suster di sana. Ayu masuk ke dalam kamar Aisyah dan membuka penutup wajahnya. Aisyah terbaring tanpa nyawa dengan senyuman di bibirnya, ternyata perkataannya itu adalah pesan terakhir olehnya untuk Ayu sahabatnya.


"Aisyah, mengapa kau tinggalkan aku seorang lagi setelah mama dan papa ku pergi juga."


"Apa kalian tak suka dengan ku?"


"Apa aku telah menyusahkan semua orang?"


"Aisyah jawablah aku..., Mengapa kau tinggalkan aku saat ini, hiks, hiks." Ayu menangis di hadapan jenazah Aisyah.


"Aisyah...!"


"Aisyah..., Jangan tinggalkan mama nak...?!"


"Aisyah anak mama..." Mamanya menangis di samping Aisyah.


"Dion..., Dion..., cepat bangunkan Aisyah istri mu nak..?!"


"Bilang jangan tinggalkan mama, kalau kamu yang berkata pasti dia akan bangun nak.."


"Dion tolong mama Dion..., hiks, hiks."

__ADS_1


Ayu sangat sedih mendengar perkataan dari mamanya Aisyah, ia menangis dan keluar dari kamar itu pergi entah kemana. Dion memperhatikan Ayu yang sangat sedih dan bingung mau bagaimana lagi.


Sore itu juga jenazah Aisyah pun di bawa pulang untuk dilakukan proses pemakaman di rumah mamanya.


Ayu ternyata sudah tak nampak di rumah sakit, Ayu kembali ke bengkel dan menemui Rani di sana. Motor Ayu baru di kerjakan oleh mekaniknya, karena sedari tadi begitu banyak antrian dan motornya baru sekarang di kerjakan.


Niat Ayu, ia akan ke rumah Aisyah setelah motornya selesai di bengkel tersebut. Rani pun sudah mengetahui bagaimana kondisinya Aisyah, Ayu sudah menceritakan dan dia terlihat syok ketika mengetahui Aisyah telah meninggal dunia. 


****


Keesokan harinya


Aisyah sudah dimakamkan di tempat pemakaman daerah sekitar, yang tidak jauh dari rumahnya. Ayu juga datang untuk mempelajari semua pemakaman sahabatnya itu, Mama Aisyah masih terus menangis Bahkan dia sempat beberapa kali pingsan ketika di rumah di saat Aisyah akan dikafankan dan diberangkatkan ke tempat pemakaman.


Dion terlihat tegar walau dalam hatinya sangat sedih kehilangan istrinya tersebut, namun itulah jalan hidup Aisyah dan juga jalan hidup Dion. Setelah pemakaman sudah dilakukan dan para pelayat juga sudah mendoakan Ayu pun segera pamit kepada mamanya Aisyah. Ayu mau minta maaf kepada mamanya Aisyah apabila ada kesalahan yang telah ia lakukan. Setelah itu Ayu pun pergi pulang ke rumahnya tanpa mengatakan apapun lagi.


Saat itu Ayu juga tidak menemui di ataupun berpamitan kepadanya, karena ayah tidak sanggup untuk melihat dan menatap pria tersebut. Ayu juga tidak begitu berharap untuk dapat bersatu dengan Dion seperti yang diharapkan oleh Aisyah. Ayu akan menjalani kehidupannya untuk sementara dengan menyendiri dan tidak membuka hati dulu dengan pria manapun. Saat ini Ayu ingin mandiri dan berusaha dengan jalan hidupnya tanpa harus memikirkan pendamping hidupnya.


Pada saat acara pemakaman Aisyah mama dan Papanya Bagas juga ikut menghadiri acara pemakaman itu. Dan kedua orang tua Bagas mengetahui tentang hubungan Ayu dengan Aisyah dan juga Dion pria yang sejak lama sudah Ayu cintai. Papannya bagus mengerti bagaimana perasaan Ayu saat ini, namun tak dapat dipungkiri Papanya Bagas telah banyak bersalah pada Ayu, karena menikahkan anaknya yang tidak bertanggung jawab kepada wanita itu.


Papanya Bagas mengerti, Bahkan ia mendengar bahwa pesan terakhir dari Aisyah, menginginkan Ayu dan Dion menikah bersatu untuk hidup bahagia bersama. Papanya Bagas berencana akan menjadi perwakilan dalam menerima apabila Dion melamar Ayu saat itu. Namun semua itu tergantung dari Ayu iya ingin bersama Dion atau tidak. 


Kehidupan Ayu sangat berubah drastis, ia sudah tidak memiliki suami, kedua orang tua dan juga sahabatnya sudah meninggal dunia meninggalkan dirinya. Namun Ayu masih terus berusaha dan ia ingin melamar pekerjaan di sebuah instansi kantor masih dalam jurusan yang sesuai dengan pendidikannya.


BERSAMBUNG....

__ADS_1


__ADS_2