
Pagi hari seperti biasanya darren selalu sarapan terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantornya dan memang saat sarapan berlangsung tidak ada yang mengeluarkan satu katapun hanya ada suara detingan sendok yang bersautan
Sudah seperti biasanya rama asisten darren juga sudah standby di sofa ruang tamu, sambil menunggu tuannya rama mengecek pekerjaannya lewat gadget dan ditemani kopi manis yang sudah dibuatkan oleh asisten rumah tangga darren
Saat darren sudah selesai sarapan darren langsung buru buru keluar karena sebentar lagi akan ada metting penting bersama clien dan di ikuti rama yang berjalan dibelakang darren
Saat ini mobil yang ditumpangi darren melaju begitu kencang karena selain jalan yang sudah tidak terlalu ramai karena sudah waktu jam masuk kerja dan didalam mobil darren sedikit melamun tetapi bukan karena memikirkan akan ada meeting penting, tetapi kepikiran apa yang sudah dikatakan oleh daddy dan mommynya bahwa dia harus mau menikah dengan tiara yang jelas-jelas darren tidak mencintainya
"masak iya aku harus nikah ma dia" batin darren
"si bos kenapa pagi pagi mukae ditekuk gitu" batin rama
__ADS_1
"mommy juga kenpa pake ngancam aku segala, jadi aku gak bisa berkutik, menolak pun aku gak bisa, andai ancaman penolakanya bukan tidak manggap mereka orang tua pasti sudah aku lakuin, lagian papanya tia kurang kerjaan mati ninggalin amanah nikahkan anaknya sama aku" gerutu darren dalam hati
"pak" panggil rama ke bosnya untuk mengawali percakapan karena dari tadi terasa begitu sunyi karena saling pada diam tak ada satu katapun yang keluar dari mulut mereka
"hmm.." hanya deheman jawaban darren
"bapak kenapa?"
"gak kenapa-kenapa" daren gak jujur karna baginya tak perlu cerita
saat darren masuk lift khusus presdir direktur dia langsung menuju lantai tempat meeting yang sebelumnya berkas-berkas yang diperlukan sudah di siapkan oleh seketarisnya atas perintah darren
__ADS_1
"ini pak semua berkas berkas yang bapak minta!" kata lidia sambil menyodorkan map yang ada ditangannya saat darren sudah sampai didepan pintu ruang meeting dan darren langsung menerimanya dan masuk keruangannya tanpa menjawab kata kata lidia
Tak terasa 3 jam darren masih diruang meeting bersama clien nya yang belum nampak meeting akan selesai, tak tau apa yg dibahasnya yang membuat memakan waktu ber jam jam.
"trimakasih atas kerja samanya pak darren, pak rama" kata cliennya darren
cliennya darren sebenarnya takjub karena presentasi tadi yg dibawakan rama sedangkan darren banyak melamun diruangan tpi untung rama bisa menggantikannya
"sama sama dan kami juga berterimakasih karna saya yakin kerjasama kita bisa membuat perusahaan kita masing masing semakin maju" jawaban rama yang penuh bijak
...maaf ya para readers kalau kali ini q bisa up hanya sedikit karena badan lagi kurang fit dan jangan lupa ya reader beri dukungannya pada author dengan cara jempolnya klik tombol like, dan juga jangan lupa juga komentar dan vote agar author tambah semangat untuk lanjutin cerita ini...
__ADS_1
...*sekali lagi jangan lupa klik tombol like like lik***e**...
...🌸🌸trimakasih sayangku🌸🌸...