
"Argh! Kemana wanita itu?!" dalam hati Ferdy.
"Mas, kamu kenapa? Wajah kamu begitu murung, apa ada sesuatu yang membuat mu kesal di kantor?" Yeni mencoba cari tahu Ferdy.
Namun Ferdi hanya diam saja dan tidak merespon atau memberi jawaban dari pertanyaan istrinya Yeni. Ferdi malah memilih untuk naik ke atas kasurnya dan tidur tanpa memperdulikan Yeni istrinya. Yeni sangat kesal dan ia merasa kesepian sebagai seorang istri, yang sekarang ternyata Ferdi telah berubah tidak seperti Ferdian dulu, selalu romantis dan juga memperhatikan dirinya.
Bahkan anak mereka pun sudah jarang diperhatikan oleh Ferdi, ia lebih sering keluar ketika sudah pulang dari kantornya, lebih mengutamakan kesenangannya daripada memperhatikan keluarga kecilnya. Ferdi juga sering menghamburkan uang dan menghabiskan uangnya dengan Donita, namun saat ini ketika Donita tidak ada, Ia pun tidak tahu mau mencurahkan perasaannya dengan siapa, padahal ini istrinya sendiri selalu ada di sampingnya.
****
Keesokan harinya Oma menelpon Ayu di sekolah, mengatakan bahwa papanya Dion Anfal jantungnya dan harus segera di larikan ke rumah sakit. Mamanya panik dan tak tahu harus berbuat apa, sementara Dion sedang pergi meninjau kantor cabang yang akan di buka di luar kota. Ayu segera ke rumah mama mertuanya dan menitipkan Sabrina yang belum pulang dari sekolah kepada guru di sekolah.
Ayu pun mengemudikan mobil Dion yang dipakainya karena Dion tak memakai mobil tersebut. Ayu dan mama mertua pun langsung membawa papa mertuanya ke rumah sakit, Ayu menyetir dengan sangat cepat namun tetap berhati-hati.
"Tet..., tet..." bel pulang sekolah sudah berbunyi anak-anak pun keluar berhamburan dari kelas mereka masing-masing Sabrina berjalan menuju ke kantor mamanya yang biasa selalu stay duduk di dalam kantor tersebut.
__ADS_1
"Sabrina Kamu sedang apa? mencari mama ya? kata mama kamu tunggulah dulu di kantor, bila mengantuk atau lapar ada nasi kotak di dalam kantornya Mama. Mama sedang ada urusan dan kamu harus menjadi anak baik, ibu guru akan menemanimu di sekolah" ucap salah satu guru piket disana.
Sabrina pun menuruti apa kata guru piket tersebut, ia masuk ke dalam ke kantor mamanya yang memang di sana ada kamar khusus untuk kepala sekolah beristirahat Mamanya juga selalu menyediakan makan siang yang dititipkan oleh guru piket tadi. Tak berapa lama kemudian Sabrina keluar dari kantor tersebut ia melihat beberapa anak bermain di halaman sekolah. Anak-anak itu merupakan teman Sabrina yang memang setiap hari menunggu jemputan di sekolah itu. Sebelum jemputan mereka datang ke sekolah mereka selalu bermain di halaman sekolah sampai jemputan sopir pribadi mereka atau Mama mereka datang membawa mereka pulang.
Sabrina pun ikut bergabung ingin bermain dengan mereka juga sampai akhirnya kedua anak itu dijemput oleh sopir mereka masing-masing dan membawanya pulang ke rumah. Sementara Sabrina di situ hanya duduk sendirian kebetulan siang itu Bagas datang ke lokasi sekolah tersebut dan ia melihat Sabrina duduk sendirian tak melakukan apa-apa.
Bagas memarkirkan mobilnya di luar gerbang sekolah, iya masuk lalu menemui Sabrina yang duduk sendirian di lapangan sekolah tersebut. Bagas sambil bercerita dan menemani Sabrina di sana tak lama kemudian guru piket datang menghampiri dan menanyakan tentang diri Bagas yang sedang bersama Sabrina.
Bagas mengakui bahwa dirinya disuruh oleh Ayu untuk menjemput Sabrina sebab Ayu tidak sempat menjemputnya Karena ada urusan keluarga yang tidak bisa ia tinggalkan. Memang sebelum pergi Ayu mengatakan kepada guru piket tersebut bahwa ada urusan mendesak yang harus ia lakukan sehingga Sabrina harus menunggunya untuk pulang bersama.
Akhirnya guru piket itu pun memberi izin, dan ia pulang ke rumah setelah Sabrina pergi bersama Bagas. Dengan rasa tak curiga, guru piket itu pun membiarkan Sabrina pergi dengan Bagas begitu saja, dan tanpa menelpon Ayu meminta izin atau bertanya kembali tentang diri Bagas. mobil itu melaju namun tidak langsung menuju ke rumah Bagas sengaja membawa Sabrina untuk mampir makan es krim terlebih dahulu.
Bagas ingin mengakrabkan dirinya ke Sabrina agar anak tersebut merasa nyaman dengan dirinya dan tidak takut ataupun curiga serta melarikan diri darinya.
"Sabrina suka ice cream bagaimana kalau Om belikan es krim untuk Sabrina. Om tahu ada toko es krim yang paling enak di sini, itu merupakan es krim yang disukai oleh Mama." Bagas mengatakan hal itu agar Sabrina tidak canggung dan lebih dekat lagi dengannya.
__ADS_1
"Sabrina juga suka ice cream Om memangnya Om dan mama pernah makan ice cream bersama ya? kok mama tidak pernah mengatakan atau bercerita kepada Sabrina kalau punya teman seperti Om." anak itu begitu ingin mengetahui tentang diri Bagas dan juga hubungannya dengan Ayu mamanya.
"oh..., Om juga tidak tahu, mungkin mama tidak ingin mengatakannya kepada Sabrina, atau lupa kalau memiliki teman seperti Om. Memang kami sudah lama tidak pernah bertemu kembali sebab sama-sama saling sibuk dengan urusan masing-masing." Bagas mencoba mencari alasan lain untuk merespon dan menjawab pertanyaan dari Sabrina.
"Begitu ya kalau begitu nanti bila Sabrina bertemu dengan mama Sabrina akan tanya langsung kepada Mama tentang Om." ujar gadis kecil itu.
"Kamu anak yang pintar ya Sabrina dan kamu juga cantik sama seperti mamanya, tapi saran Om lebih baik kamu jangan tanya deh tentang Om ke mama kamu. Om takut nanti papa kamu akan marah dan menuduh Mama kamu yang bukan-bukan lalu mereka berdua akan bertengkar." ucap Bagas yang ingin tidak diketahui bahwa Sabrina hari ini dijemput oleh Bagas.
"Kenapa Papa harus marah Om? tapi papa orangnya baik kok, nggak pernah marah sama Sabrina dan mama. Bahkan Papa sangat menyayangi mama dan juga Sabrina, papa itu orangnya sangat baik dan perhatian." ucap Sabrina yang memuji papanya.
"Nah kita sudah sampai, yuk turun makan es krim bersama Om. Tidak usah bercerita lagi tentang mama dan papa kamu sekarang ini." Bagas langsung memotong pembicaraan Sabrina, iya tak suka mendengar Sabrina terus memuji Dion di depannya.
Bagas sangat kesal dan juga cemburu sebab Sabrina selalu mengatakan Dion itu adalah papanya yang terbaik. kali ini Bagas ingin membuat Sabrina selalu memuji dirinya sampai nanti anak tersebut mengatakan kepada Ayu bahwa Bagas yang terbaik daripada Dion Papanya.
Bersambung...
__ADS_1