
Tak lupa juga Dion terus berdoa agar diberi kemudahan untuk dapat mencari Ayu dan menjemput kebahagiaan mereka berdua selama ini. Dion juga baru mengetahui bahwa bukan hanya dirinya yang mencintai Ayu Bahkan sebaliknya ternyata Ayu juga diam-diam sejak lama sudah mencintai dirinya. Lalu dia berfikir untuk menelpon Ayu dari ponselnya, ketika dia mengecek dan ingin menghubungi Ayu dengan ponselnya ia menyadari bahwa nomornya telah diblokir oleh Ayu.
"Ternyata Ayu benar-benar menghindariku bahkan untuk berbicara menghubunginya lewat ponsel saja sudah tidak bisa."
"Mengapa Kau terlalu naif Ayu, sampai kau menyiksa dirimu untuk tidak ingin berbicara kepadaku lagi."
"Kau selalu membuat dirimu dalam kesulitan dan hanya memandang orang lain tanpa kau tahu kebahagiaanmu sendiri." Dion pun menangis di dalam mobil yang telah menepi di pinggir jalan.
******
Ketika liburan telah tiba..
__ADS_1
Rencana yang akan dia lakukan kini membuat tekadnya semakin besar, kali ini dirinya akan benar-benar pergi untuk mencari Ayu wanita yang ia cintai. Dion juga sudah berpamitan dan datang ke makam almarhumah Aisyah istrinya dahulu. Semua akan ia lakukan untuk dapat bertemu dengan ayu dan memperjuangkan cintanya.
Pada siang itu dia memesan sebuah tiket perjalanan, dan sebelumnya Dion telah meminta izin kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke Makassar, kedua orang tuanya pun sudah mengetahui kepergian Dion ke Makassar tersebut.
Kedua orang tuanya mendukung atas kepergian Dion yang ingin mencari Ayu di sana. Kedua orang tuanya Dion pun ingin melihat anaknya hidup bahagia bahkan mereka berdua juga mengenali Ayu dengan sifat dan kelembutan wanita itu. Dia sudah menjelaskan dan menceritakan bagaimana perasaannya Dan juga bagaimana perasaan Ayu yang ia ketahui dari Aisyah almarhumah istrinya yang dahulu.
Dian juga menjelaskan bahwa dulu ia sempat ingin melamar Ayu namun niatnya diurutkan karena telah mendengar Ayu akan dijodohkan dengan pria pilihan almarhum Papanya. Kali ini dia tidak akan mengurungkan niatnya untuk terus berjuang mendapatkan hati Ayu untuknya.
Setelah sampai di Makassar, Dion pun mencari penginapan sambil mencari tahu dengan warga dan masyarakat yang ada di Makassar tentang perusahaan yang membuka kantor cabang di daerah tersebut. Dion juga mencarinya melalui internet dan memasukkan nama perusahaan tempat Ayu bekerja sekarang ini. Dian terus mencari informasi bertanya dan juga menjelajahi Makassar tersebut keesokan harinya.
Tanpa terasa waktu sudah habis dan berkurang 5 hari, sekitar 5 hari lagi Dion akan kembali ke Jakarta untuk melanjutkan aktivitasnya di sekolah madrasah tersebut. Sampai hari itu Dion belum ada kata menyerah untuk terus mencari, di saat dia mencari rumah makan untuk tempat ia singgahi mengisi perutnya siang itu. Tanpa sengaja dirinya menabrak seseorang dari belakang, terdengar orang yang ia tabrak adalah seorang wanita, namun ketika Dion berbalik untuk meminta maaf, Wanita itu telah berlari pergi jauh dari dirinya.
__ADS_1
Dengan sangat menyesal Dion tidak dapat meminta maaf kepada wanita itu, sampai ia bertanya kepada pasir tentang orang yang tadi ia tabrak. Ternyata penjaga kasir tersebut mengenali wanita itu, menjaga kasih itu berkata bahwa wanita itu adalah yang menyewa kamar kos mereka yang ada di lantai 2.
Namun penjaga kasir itu tidak mengetahui siapa nama wanita itu ia hanya dapat memanggilnya dengan sebutan Ningsih saja. Namun ketika Dion mendengar suara wanita yang ia tabrak tadi, terasa seperti tidak asing dengan suaranya. Dion merasa sangat penasaran dengan wanita yang ia tabraknya tadi, seketika ia berencana keesokan harinya akan kembali datang makan siang di tempat tersebut.
Dian pun pergi dan terus mencari informasi serta mencari data tentang kantor cabang yang baru dibuka. Kantor itu baru saja dibuka beberapa bulan yang lalu setelah Ayu sampai ke lokasi. Belum begitu banyak karyawan dan juga belum begitu banyak aktivitas yang di kerjakan. Karena mereka masih terus mencari tahu tentang kondisi Makassar yang harus mereka jadikan sumber untuk kemajuan kantor cabang tersebut.
Hari sudah malam dan Dion pun sudah kembali ke penginapannya, namun ia tidak dapat tidur malam itu karena suara wanita itu masih terus terngiang Dan teringat di dalam pikirannya. Tiba-tiba ponsel Dion berbunyi Ia pun segera mengangkat dan menjawab telepon tersebut. Terdengar suara wanita dari seberang sana yang sangat ia kenal yaitu suara mamanya. Mamanya hampir setiap malam terus menelponnya dan bertanya tentang keadaannya, juga bagaimana hasil selama beberapa hari ia mencari Ayu kekasihnya itu.
Dia pun memberitahu kepada mamanya bahwa sampai saat ini belum menunjukkan hasil dan ia masih terus berusaha, tak lupa Dion mau minta doa kepada mamanya agar ia segera cepat bertemu dengan Ayu dan membawanya pulang kembali ke Jakarta. Kedua orang tuanya pun hanya bisa pasrah dan berdoa, karena setelah Aisyah meninggal, Dion menjadi murung dan juga pendiam, ia sangat bingung untuk mengambil keputusan hidupnya saat Aisyah sudah meninggalkannya.
Sehingga orang tuanya pun bertanya kepada Dion dari hati ke hati, Dion pun bercerita dan berkata jujur kepada kedua orang tuanya saat itu. Akhirnya kedua orang tuanya pun mengatakan bahwa Dion boleh berjuang untuk hidup dan meraih kebahagiaannya bersama wanita yang sekarang ada di dalam hatinya. Dan ketika kata-kata itu keluar dari mulut kedua orang tuanya dia pun mulai berubah dia jadi mulai semangat hidup dan semangat menjalani hari-harinya.
__ADS_1
BERSAMBUNG....